Kamis, 14 Mei 2026

LIVE UPDATE

Waketum MUI Imbau Masyarakat Tunggu Real Count KPU, Sikapi Damai dan Dahulukan Kemaslahatan

Kamis, 15 Februari 2024 17:25 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia atau MUI KH Marsudi Syuhud mengimbau semua pihak untuk menunggu hasil Pemilu 2024 dari hitungan suara yang dikumpulkan di seluruh TPS (real count) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Sambil menunggu real count KPU. Kita semua bangsa Indonesia telah berusaha keras untuk mencari pemimpin terbaiknya, kewajiban kita hari ini, tetap sabar dan melakukan hal-hal positif untuk bangsa kita," kata Kiai Marsudi, Rabu (14/2/2024).

Kiai Marsudi menyampaikan rasa syukurnya karena bangsa Indonesia telah melewati masa-masa kampanye yang menguras tenaga dan pikiran, serta perasaan yang kadang membuat panas situasi.

Ia pun mengimbau untuk menyikapi dengan damai dan mendahulukan kemaslahatan bersama.

"Untuk menyikapi ini, maka baiknya kita tetap dingin, damai, dan mendahulukan kemaslahatan bersama (maslahatul 'amah)," jelasnya.

Lebih lanjut, Kiai Marsudi mengingatkan terkait dengan hasil penghitungan cepat (quick count) sebagai pertanda kemenangan untuk tetap bersikap sewajarnya tanpa berlebihan.

Baca: Jawaban Titiek Soeharto saat Ditanya soal Kemungkinan Rujuk dengan Prabowo, Sebut Hubungannya Baik

"Bagi yang belum bisa menerima hasil quick count sebagai pertanda kemenangan maka masih banyak waktu untuk menunggu real count yang dilakukan oleh KPU," jelasnya.

Kiai Marsudi menambahkan pihak yang belum bisa menerima hasil penghitungan cepat untuk terus melakukan hal-hal positif sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sebagai negara hukum.

"Karena inti bernegara yang mutamaddin, berbudaya ketimuran adalah berpegang pada hukum yang telah disepakati," tegasnya.

Kiai Marsudi menekankan apabila ada yang menganggap kekurangan dan kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu, maka jalur hukum terbuka lebar untuk ditempuh.

"Tempuhlah jalur hukum ini dan kedepan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang beradab dan maju,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko menduga pilihan anak muda, terutama gen-Z berpengaruh besar pada angka yang diperoleh paslon nomor urut 2 di versi hitung cepat (quick count).

Budiman mengatakan pihaknya tidak menyangka dukungan untuk Prabowo-Gibran sangat melimpah hingga mencapai angka dukungan, nyaris menyentuh 60 persen. Padahal, TKN hanya memperkirakan perolehan kemenangan di angka 55 persen.

Baca: Hasil Perhitungan Sementara KPU Pileg DPRD: PSI Bayangi PDIP Kuasai DKI Jakarta, Selisih 5%

"Berlimpahnya suara kepada 02 melampaui ekspektasi kami. Berbagai lembaga survei menunjukkan angka 58 persen-59 persen, sementara perkiraan kami tadinya 55 persen," tutur Budiman di Jakarta, Kamis (15/2).

"Saya menduga kemenangan satu putaran ini adalah hadiah dari pemilih muda yang memang menjadi mayoritas pemilih hari ini kepada Pasangan Prabowo-Gibran. Indikasinya terlihat dari partisipasi pemilih muda terutama generasi milenial dan generasi z," tambahnya.

Budiman menjelaskan dukungan anak muda kepada Prabowo-Gibran sejalan dengan karakter generasi milenial dan generasi z yang cenderung menyukai perdamaian.

Menurut Budiman, pemilih muda kemudian melihat kriteria tersebut ada pada Prabowo-Gibran, di mana keduanya terbuka untuk merangkul siapa saja yang menginginkan kemajuan Indonesia.

"Mereka bersimpati kepada paslon 02 yang kampanyenya merangkul, banyak menawarkan persahabatan, dan tidak suka pada hubungan-hubungan yang beracun, istilah gen-Z itu toxic relationship," jelas Budiman.

Adapun toxic relationship yang dimaksud Budiman merujuk pada ujaran kebencian hingga serangan membabi-buta kepada Prabowo-Gibran.

Ia menganalisa bahwa kalimat bernada negatif tidak sejalan dengan isu kesehatan mental atau mental health yang kini menjadi perhatian besar para anak muda.

Anak muda merasa ada kesamaan nasib dengan paslon 02, Prabowo-Gibran.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tunggu Real Count KPU, Waketum MUI Imbau Masyarakat Damai dan Jaga Kemaslahatan

# Waketum MUI # KH Marsudi Syuhud # Pilpres 2024

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved