Terkini Nasional
Jokowi Minta Bukti Dugaan Kecurangan Pemilu Dilaporkan ke Bawaslu Maupun MK
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Jokowi minta bukti dugaan kecurangan di Pilpres 2024 dilaporkan ke Bawaslu maupun MK. Ia meminta pihak yang memiliki bukti dugaan kecurangan tersebut tak sekedar teriak-teriak.
Di lain sisi, Jokowi mengatakan pemungutan serta penghitungan suara Pemilu dilihat banyak saksi dan aparat. Sehingga kecil kemungkinannya ada kecurangan.
Hal itu disampaikan Presiden usai membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show Tahun 2024 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2024. Ia menyinggung soal caleg dan partai yang sudah memiliki saksi di TPS, hingga hadirnya Bawaslu di TPS. Pengamanan yang berlapislapis inilah yang dinilainya menghilangkan kecurangan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyoroti hasil quick count atau hitung cepat yang menyatakan paslon nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di Pilpres 2024.
Hasto melihat adanya fenome na overshooting dalam Pemilu 2024 sehingga paslon Prabowo-Gibran mendapat terlalu banyak suara. Adapun overshooting merupakan istilah yang banyak dalam perekonomian yang merujuk pada sesuatu yang melampaui batas normalnya.
Baca: Konpers Hasil Pengawasan Bawaslu RI, Ada 13 Kecurangan soal Pemungutan Suara pada Pemilu 2024
Hal ini dikatannya pernah terjadi di Timor Timur pada Pemilu 1997. Di mana pada Pemilu 1997 suara Golkar di Timor Timur mencapai 84,70 persen. Berbeda jauh dengan suara 2 partai rivalnya, yakni PDI yang memperoleh 13,49 persen, dan PPP yang hanya meraup 1,82 persen.
Fenomena overshooting yang dimaksud terlihat jelas karena adanya perbedaan signifikan antara hasil penghitungan suara di dalam negeri dengan exit pool di luar negeri.
Menurut politisi asal Yogyakarta ini, para pemilih di luar negeri tak terpengaruh isu-isu dan upaya mendorong pencoblosan terhadap paslon tertentu lewat bansos, sehingga nama Prabowo-Gibran gagal meraup suara mayoritas dari mereka.
Menyikapi masalah ini, DPP PDIP merekomendasikan kepada Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud untuk membentuk tim khusus yang fokus mengumpulkan berbagai kecurangan di Pilpres 2024.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi: Jangan Teriak Curang, Kalau Ada Bukti Bawa ke Bawaslu, Bawa ke MK
# Bawaslu # Pilpres 2024 # Jokowi
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Jokowi Tanggapi Saran JK untuk Akhiri Polemik Ijazah yang Dinilai Memecah Belah Masyarakat
11 jam lalu
Terkini Nasional
Roy Suryo Dukung Jusuf Kalla Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Singgung Absennya Emboss
11 jam lalu
Terkini Nasional
Jokowi Beri Respons saat Jusuf Kalla Meminta Tunjukkan Ijazahnya ke Publik seusai Laporkan Rismon
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.