LIVE UPDATE
Timur Tengah Memanas, Israel bakal Bom "Gerbang" Mesir, Arab Saudi beri Warning Bencana Kemanusiaan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan niatnya melakukan serangan darat dengan menerjunkan militer langsung ke Rafah.
Diketahui Situasi Timur Tengah, terutama Gaza, Palestina kini semakin memanas.
Hal itu diungkapkan Raja Salman bin Abdul Aziz, dikutip AFP, Senin (12/2/2024).
Wilayah di gerbang Mesir itu kini menjadi satu-satunya daerah aman untuk 1,4 juta pengungsi Gaza.
Wilayah itu sendiri sudah kerap dibom Israel dengan serangan udara sejak Negara Zionis itu mengumumkan perang Oktober 2023.
Hal ini membuat Arab Saudi memberi peringatan (warning).
Kerajaan menyebut akan ada dampak yang sangat berbahaya dari penyerbuan dan penargetan Rafah.
"Bencana kemanusiaan," tegas negeri Raja Salman bin Abdul Aziz itu.
Baca: Israel Tolak Tuntutan Proposal Hamas soal Gencatan Senjata, Beberkan 7 Poin Keberatan ke Mediator
"Penolakan keras atas deportasi paksa itu," tambahnya.
Arab Saudi pun mengatakan pelanggaran telah terus dilakukan Israel dan berlanjut.
Sehingga Dewan Keamanan (DK) PBB) sangat perlu bertindak.
Pelanggaran yang terus berlanjut terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional ini menegaskan perlu segera mengadakan Dewan Keamanan.
Hal itu untuk mencegah Israel menyebabkan bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi.
Arab Saudi, yang merupakan rumah bagi situs paling suci umat Islam, tidak pernah mengakui Israel.
Namun Riyadh disebut telah mempertimbangkan untuk mengakuinya sebelum perang Israel-Hamas pecah pada bulan Oktober.
Sebelumnya pernyataan menyerang Rafah diutarakan Netanyahu dalam wawancara dengan media AS, ABC News.
Netayahu pun membantah banyaknya korban Gaza yang sudah tewas dan mengklaim data itu berlebihan.
"Kami akan melakukannya sambil memberikan jalan yang aman bagi penduduk sipil sehingga mereka dapat pergi," klaimnya tanpa menjelaskan detil ke mana jutaan orang akan pergi lagi.
"Kami sedang menyusun rencana rinci ... Area yang telah kami bersihkan di utara Rafah adalah - ada banyak area di sana," tambahnya lagi.
"Kemenangan sudah dekat. Kami akan melakukannya. Kami akan menempatkan sisa batalyon teroris Hamas di Rafah, yang merupakan benteng terakhir," ujarnya.
Mesir sendiri dengan keras menentang rencana serangan Israel.
Ini akan mengancam membuat ratusan ribu warga Palestina mengungsi ke Semenanjung Sinai.
Mereka juga tetap sangat berhati-hati terhadap peningkatan aktivitas militer Israel di dekat perbatasannya.
Kairo telah memperingatkan bahwa perjanjian perdamaian yang telah berumur puluhan tahun dengan Israel dapat terancam jika Negeri Zionis mengerahkan pasukan di perbatasannya.
Kecaman juga datang dari kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan.
Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam atas janji Netanyahu itu.
"Ini tidak bisa diterima, kegilaan ini harus dihentikan," kata Hossam al-Sharqawi dari Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Hamas juga memperingatkan Israel.
Mereka mengatakan serangan darat di Rafah, yang dipenuhi pengungsi Gaza, akan membahayakan pembebasan sandera di masa depan.
"Setiap serangan yang dilakukan tentara pendudukan di kota Rafah akan menggagalkan perundingan pertukaran," kata seorang pemimpin Hamas yang tidak mau disebutkan namanya kepada AFP.(Tribun-Video.com/ Apnews.com)
Artikel ini telah tayang di Apnews.com dengan judul Biden says Israel shouldn’t press into Rafah without ‘credible’ plan to protect civilians
# Benjamin Netanyahu # Israel # Arab Saudi # Rafah
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video
Konflik Timur Tengah
Ogah Jadi Tameng Trump! Arab Saudi Usir Jet Tempur AS, Balas Dendam soal Project Freedom
6 hari lalu
Tribunnews Update
Jemaah Haji Wajib Pakai Kain Ihram di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Petugas Lakukan Pengecekan
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Bak Habis Kesabaran atas Iran yang Tak Setujui Kesepakatan, Ancam Lakukan Project Freedom Plus
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Arab Saudi Beri Kode Ogah Ikut Campur Masalah AS dan Iran, Langsung Usir Jet Tempur Pasukan Trump
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Blokade Amerika Serikat ke Iran di Selat Hormuz Makin Ketat, Efek Embargo Kian Terasa di Teheran
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.