Mancanegara
Mesir Tegaskan Lagi Ancaman ke Israel, akan Bubarkan Perjanjian Normalisasi jika Tetap Serang Rafah
TRIBUN-VIDEO.COM - Mesir menegaskan kembali ancamannya terhadap Israel soal perjanjian perdamaian.
Mesir mengancam akan membubarkan Perjanjian Normalisasi, jika Israel tetap mengerahkan pasukan di perbatasan dengan kota Rafah di Gaza.
Dikutip dari Al Mayadeen pada (12/2), kabar itu dikatakan oleh dua pejabat Mesir dan seorang diplomat Barat pada Minggu (11/2/2024).
Baca: Perang Mesir-Israel Nyaris Pecah, 40 Tank Dikerahkan untuk Menjaga Perbatasan Sinai
Mereka menyatakan bahwa jika Israel mengambil tindakan, Mesir akan terpaksa memblokir penyeberangan Rafah.
“Setiap operasi darat di Rafah akan mengakibatkan penangguhan perjanjian damai antara kedua negara,” kata laporan itu, mengutip sumber.
Penangguhan Perjanjian Camp David tersebut akan memiliki dampak signifikan terhadap wilayah dan akan meningkatkan ketegangan.
Terutama jika perdagangan jalur pasokan bantuan dihentikan.
Baca: Israel akan Serbu Rafah Gusur Warga Palestina, Mesir Kirim 40 Tank & Lapis Baja di Perbatasan Sinai
Sebelum perjanjian dibuat, Israel sudah memulai lima perang melawan Mesir, kemudian Mesir memperkuat perbatasannya dengan pendudukan dan tembok penghalang.
Namun, Mesir khawatir akan gelombang migrasi melintasi perbatasannya jika Netanyahu melakukan invasi.
Sumber Mesir mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Mesir telah mengerahkan sejumlah besar tank tempur M60A3 Patton dan kendaraan tempur infanteri YPR-765 di sekitar perbatasan Rafah.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Al Mayadeen dengan judul Egypt threatens to suspend 'peace accords' if 'Israel' invades Rafah
Host: Yessy Wienata
VP: Ananda Bayu S
# Mesir # Israel # Rafah # Timur Tengah # Perang
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Militer Iran Respons soal AS Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ancam Beri Tindakan Tegas
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Tantang Iran! Jenderal Uganda Sesumbar 600 Ribu Pasukan Profesional Mampu Ubah Peta Perang
4 hari lalu
Mancanegara
Berdalih Bersihkan Ranjau, AS Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz saat Negosiasi Damai
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.