Jumat, 10 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

IRGC Siap Respons Ancaman Amerika Serikat: Tak Takut Perang, Kami Merdeka dan Bermartabat!

Kamis, 1 Februari 2024 15:54 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mengancam.

Amirabdollahian juga menyebut, AS harus berhenti menggunakan bahasa ancaman dan saling menyalahkan.

Meski demikian, Amirabdollahian memperingatkan bahwa Republik Iran akan memberikan respons yang cepat dan tegas terhadap berbagai ancaman dari AS.

Pernyataan Amirabdollahian mencuat seusai Presiden AS, Joe Biden mengatakan Washington akan "merespons" setelah tiga tentaranya tewas akibat serangan drone di Yordania.

Hal senada disampaikan oleh Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, Mayjen Hossein Salami, Rabu (31/1/2024).

Mayjen Hossein Salami menyatakan, IRGC tak akan membiarkan ancaman tanpa jawaban.

Baca: Israel PANAS seusai AS Akan Akui Negara Palestina, Gedung Putih: Kami Upayakan Palestina Merdeka

Kendati tak menginginkan perang, namun Iran tidak takut untuk melawan musuh.

"Kami tidak akan membiarkan ancaman tanpa jawaban, dan meski tidak menginginkan perang, kami tak takut atau gentar untuk berperang, dan kami akan melawan."

"Kami bukan orang yang suka berperang, tapi perang dipaksakan kepada kami. Maka dari itu kami akan membela cita-cita kami, dan tidak akan membiarkan pihak asing masuk ke wilayah kami, karena kami merdeka dan bermartabat."

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, geram mengetahui tiga prajuritnya tewas dan 34 lainnya terluka di pangkalan Al-Tanf, Suriah, Minggu (28/1/2024).

Diketahui, pangkalan Al-Tanf berada di wilayah Suriah, yang berbatasan dengan Irak dan Yordania.

Lantas, Joe Biden akan mengancam akan membalas serangan drone yang diluncurkan kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Terkini, AS menyatakan tengah menyelidiki serangan itu, namun Joe Biden menerka bahwa Iran ialah dalangnya.

Joe Biden berjanji akan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bertanggung jawab pada waktu dan dengan cara yang dipilih Amerika Serikat.

Baca: Gamsunoro Indonesia Aman Lewati Laut Merah saat Houthi Luncurkan Serangan ke Kapal Perang AS

Terkait tuduhan AS soal dukungan Iran terhadap milisi yang membunuh tiga pasukan AS, dibantah Teheran.

Kementerian Luar Negeri Iran membantah tuduhan tersebut dengan menyebut kelompok militan itu tak menerima perintah apapun dari Iran.

Yakni, kelompok yang menyerang AS bertindak meluncurkan serangan berdasarkan prinsip dan prioritas mereka sendiri serta kepentingan negara dan rakyat mereka.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Nasser Kanaani.

Nasser Kanaani menyatakan, tudingan tersebut dimotivasi oleh tujuan politik tertentu untuk membalikkan realitas di kawasan yang turut dipengaruhi oleh pihak ketiga.

Sementara itu, misi Iran untuk PBB juga mengatakan Teheran tidak terlibat dengan serangan tersebut.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Siap Perang Lawan AS jika Washington Terus Lakukan Ancaman terhadap Teheran

# IRGC # Joe Biden # Amerika Serikat # Iran # Hossein Amirabdollahian 

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved