Senin, 13 April 2026

Terkini Daerah

Nasib Anak Kelas Lima SD yang Tak Sengaja Telan Peluit di Bandung Barat

Selasa, 18 Desember 2018 22:36 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Asep Yaya, bocah berusia sembilan tahun asal Kampung Cimalang, RT 1/5, Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Bandung Barat tak sengaja menelan peluit.

Pada Minggu (14/10/2018), Asep Yaya tengah bermain bersama anak bibinya.

Peluit yang tengah diemutnya tak sengaja tertelan dan kini bersarang di paru-parunya.

Akibatnya, Asep Yaya dapat mengeluarkan suara seperti terompet.

Suara tersebut akan muncul ketika ia menghembuskan napas panjang, tertidur, dan menangis.

Asep Yaya juga sering mengeluh sesak napas bila berjalan terlalu jauh kepada ayahnya, Subandi (54).

Meski begitu penampakan fisik Asep Yaya tak ada yang berubah.

Ia bahkan masih bisa bermain dengan saudaranya dan berlari-lari serta tertawa ceria.

Subandi menjelaskan apa yang terjadi pada hari Asep Yaya menelan peluit.

Awalnya sang anak meminta izin untuk bermain ke rumah bibinya.

Tak lama, bibinya datang memberi kabar bahwa Asep Yaya menelan peluit.

Subandi membawa sang anak ke Puskesmas Saguling sebagai penanganan pertama.

Namun, pihak puskesmas merujuk Asep Yaya ke RS Cahya Kawaluyaan.

Subandi mengaku belum membuat BPJS Kesehatan untuk Asep Yahya sehingga memilih berobat ke tempat lain.

Dua bulan berselang, Asep Yaya tak kunjung sembuh, peluit masih bersarang di paru-parunya.

Akhirnya Subandi memutuskan untuk membuat BPJS dan membawa anaknya ke RS Cahya Kawaluyaan.

"Anak kami dirujuk ke dokter anak dan THT sebelum dirujuk ke RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin) Bandung. Tapi, kami belum bawa dia ke RSHS karena lokasinya jauh dan enggak punya biaya saya," ucap Subandi.

Sehari-harinya Subandi bekerja menjaring ikan di Waduk Saguling.

Terkait masalah pengobatan Asep Yaya, Subandi sudah melaporkan kendalanya kepada kepala desa.

Kepala desa memberinya yang sebesar Rp 200 ribu agar digunakan untuk biaya pengobatan.

Namun, jumlah yang tersebut, kata Subandi, belum cukup untuk biaya pengobatan anaknya.

Sebab, ia harus menyewa mobil untuk ke Bandung.

"Tapi masih kurang jika harus nyewa mobil dan enggak ada yang sanggup," katanya.

Nasib Asep Yaya juga sangat malang. Selain, peluit di paru-parunya belum bisa dikeluarkan, Asep juga mengalami perundungan (bullying).

Asep Yaya diolok-olok di sekolahnya, SDN Jalupang Girimukti.

Bocah yang duduk di bangku kelas 5 SD itu malu karena sering mendapat perundungan.

Oleh karen aitu, Asep Yaya tidak ingin sekolah dan sering membolos.

"Anak saya sekolah jadinya hanya satu atau dua kali dalam seminggu karena dia minder," ucap Subandi. (Tribun Jabar / Muhammad Nandri)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Peluit Bersarang di Paru-paru Asep Yaya, Bisa Keluarkan Suara Terompet, Nasibnya Kini Diolok-olok

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Dongeng Anak Ceria - Kisah Monyet dan Buaya Jahat

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jabar

Tags
   #Bandung   #Kecamatan Saguling   #paru-paru

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved