Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Berduka atas Meninggalnya Komandan Omar Daghlas di Pengasingan, Pernah Cedera Lawan Israel
TRIBUN-VIDEO.COM - Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan kematian Omar Daghlas (55), komandan senior Brigade Al-Qassam yang diasingkan di Turki, karena sakit.
Omar Daghlas adalah salah satu mujahidin generasi pertama Brigade Al-Qassam di Tepi Barat.
"Dengan kebanggaan orang-orang beriman yang yakin akan kemenangan dan pertolongan Tuhan... diumumkan hari ini, Rabu, di kota Istanbul, Turki, kematian komandan Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Omar Muhammad Daghlas, yang dideportasi ke luar Palestina, setelah menderita cedera dan penyakit," tulis Brigade Al-Qassam di Telegram, Rabu (24/1/2024).
Hamas menggambarkan Omar Daghlas sebagai komandan yang sangat sabar dalam berjihad, meski ia cedera setelah pertempuran di masa lalu saat melawan pasukan Israel.
Baca: Israel Ketar-ketir! 50 Tentara Wanita Israel Ogah Bertugas di Pos Pengawasan Takut Dibunuh Hamas
Dalam bayang-bayang Operasi Banjir Al-Aqsa, Omar Daghlas meninggal setelah diasingkan dari Palestina selama kurang lebih 15 tahun.
"Kami menganggapnya termasuk orang-orang yang syahid dan suci," tambahnya.
"Kami memohon kepada Tuhan untuk menerimanya di antara para martir, untuk menempatkannya di taman yang luas, dan untuk memberikan kesabaran dan belasungkawa yang baik kepada keluarganya. Kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nya kami akan kembali," lanjutnya.
Omar Daghlas dianggap sebagai salah satu generasi pertama perlawanan Palestina di Tepi Barat, dikutip dari Assabeel.
Ia adalah salah satu orang yang dideportasi dari “Marj al-Zuhur” di Lebanon selatan, di mana dia dideportasi ke sana pada tanggal 17 Desember 1992, bersama dengan para pemimpin dari Hamas dan gerakan Jihad Islam (PIJ).
Omar Daghlas adalah salah satu pilar perlawanan Palestina yang paling menonjol di Nablus, Tepi Barat.
Baca: Indonesia Walk Out dari Debat DK PBB saat Dubes Israel Beri Pernyataan soal Konflik Israel-Hamas
Dia meninggalkan pengaruh yang besar sebelum dia dideportasi ke luar Palestina.
Diketahui, segera setelah Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel meluncurkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza.
Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 25.490 jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Selasa (23/1/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 369 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Senin (22/1/2023).
Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 137 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023. (*)
Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Latif
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hamas Berduka, Komandan Omar Daghlas Meninggal di Pengasingan di Turki
# Hamas # Brigade Al Qassam # meninggal dunia # Israel
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com
Internasional
IRAN BERDUKA Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan Bos Intelijen IRGC Majid Khademi
Senin, 6 April 2026
Mancanegara
Rudal Iran Tak Terbendung di Haifa, 2 Korban Tewas di Reruntuhan, Dua Lainnya Belum Ditemukan
Senin, 6 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
AS-Israel Tewaskan Lebih dari 25 Orang di Iran Jelang Tenggat Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Senin, 6 April 2026
Tribunnews Update
Kepala Intelijen IRGC Majid Khademi Tewas dalam Serangan di Teheran, Konflik Iran-Israel Makin Panas
Senin, 6 April 2026
Tribun Video Update
Langkah 'Bunuh Diri' Trump Bawa Konsekuensi Perang, Sumber: Kekacauan Hebat akan Terjadi di Dalam AS
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.