Senin, 20 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Berduka atas Meninggalnya Komandan Omar Daghlas di Pengasingan, Pernah Cedera Lawan Israel

Kamis, 25 Januari 2024 12:21 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan kematian Omar Daghlas (55), komandan senior Brigade Al-Qassam yang diasingkan di Turki, karena sakit.

Omar Daghlas adalah salah satu mujahidin generasi pertama Brigade Al-Qassam di Tepi Barat.

"Dengan kebanggaan orang-orang beriman yang yakin akan kemenangan dan pertolongan Tuhan... diumumkan hari ini, Rabu, di kota Istanbul, Turki, kematian komandan Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, Omar Muhammad Daghlas, yang dideportasi ke luar Palestina, setelah menderita cedera dan penyakit," tulis Brigade Al-Qassam di Telegram, Rabu (24/1/2024).

Hamas menggambarkan Omar Daghlas sebagai komandan yang sangat sabar dalam berjihad, meski ia cedera setelah pertempuran di masa lalu saat melawan pasukan Israel.

Baca: Israel Ketar-ketir! 50 Tentara Wanita Israel Ogah Bertugas di Pos Pengawasan Takut Dibunuh Hamas

Dalam bayang-bayang Operasi Banjir Al-Aqsa, Omar Daghlas meninggal setelah diasingkan dari Palestina selama kurang lebih 15 tahun.

"Kami menganggapnya termasuk orang-orang yang syahid dan suci," tambahnya.

"Kami memohon kepada Tuhan untuk menerimanya di antara para martir, untuk menempatkannya di taman yang luas, dan untuk memberikan kesabaran dan belasungkawa yang baik kepada keluarganya. Kami adalah milik Tuhan dan kepada-Nya kami akan kembali," lanjutnya.

Omar Daghlas dianggap sebagai salah satu generasi pertama perlawanan Palestina di Tepi Barat, dikutip dari Assabeel.

Ia adalah salah satu orang yang dideportasi dari “Marj al-Zuhur” di Lebanon selatan, di mana dia dideportasi ke sana pada tanggal 17 Desember 1992, bersama dengan para pemimpin dari Hamas dan gerakan Jihad Islam (PIJ).

Omar Daghlas adalah salah satu pilar perlawanan Palestina yang paling menonjol di Nablus, Tepi Barat.

Baca: Indonesia Walk Out dari Debat DK PBB saat Dubes Israel Beri Pernyataan soal Konflik Israel-Hamas

Dia meninggalkan pengaruh yang besar sebelum dia dideportasi ke luar Palestina.

Diketahui, segera setelah Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel meluncurkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza.

Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 25.490 jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Selasa (23/1/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 369 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Senin (22/1/2023).

Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 137 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023. (*)

Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Latif

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hamas Berduka, Komandan Omar Daghlas Meninggal di Pengasingan di Turki

# Hamas # Brigade Al Qassam # meninggal dunia # Israel

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved