Kamis, 9 April 2026

LIVE UPDATE

Kirim Utusan ke Kairo, Amerika Diskusikan Pembebasan Sandera dan Gencatan Senjata Hamas-Israel

Rabu, 24 Januari 2024 13:20 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Upaya mediasi internasional yang intensif berupaya untuk menukar sandera Israel dengan tahanan Palestina selama gencatan senjata yang diusulkan selama sebulan di Gaza.

Gedung Putih mengatakan utusannya sedang aktif berdiskusi mengenai masalah ini.

Qatar, AS, dan Mesir telah mengadakan diplomasi ulang-alik sejak 28 Desember dan Israel serta Hamas secara umum menyetujui rencana kerangka kerja tersebut.

Hal ini tertahan oleh perbedaan pendapat antara kedua belah pihak mengenai cara mengakhiri perang Gaza secara permanen.

Pada hari Senin, Israel menderita kehilangan tentara terburuk dalam lebih dari tiga bulan konflik, yaitu 24 kematian dalam dua insiden terpisah.

Para pejabat Israel menegaskan kembali bahwa tujuan perangnya melawan gerakan Hamas Palestina yang menguasai Gaza tidak berubah dan bahwa upaya sedang dilakukan untuk membebaskan lebih dari 100 sandera.

Juru bicara pemerintah Israel Eylon Levy mengatakan tidak akan ada gencatan senjata yang akan membuat Hamas berkuasa dan menjadi sandera di Gaza, menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel.

Baca: AS Kirim Utusannya ke Kairo untuk Membahas Jeda Kemanusiaan demi Pertukaran Sandera

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan setidaknya 195 warga Palestina telah terbunuh dalam 24 jam terakhir, sehingga menambah jumlah korban tewas akibat serangan udara dan penembakan Israel menjadi 25.490 orang.

Ribuan lainnya dikhawatirkan hilang di reruntuhan.

“Seluruh penduduk Gaza mengalami kehancuran dalam skala dan kecepatan yang tiada bandingannya dalam sejarah saat ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan.

“Tidak ada yang bisa membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina,” katanya, mengecam penolakan Israel terhadap pembentukan negara Palestina yang akan berdiri berdampingan dengan Israel.

Kematian tentara tersebut terjadi pada hari militer Israel melancarkan operasi terbesarnya dalam sebulan, untuk merebut sisa wilayah Khan Younis, yang mengepung kota utama Gaza di selatan yang menampung ratusan ribu pengungsi Palestina.

Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 100 militan di Khan Younis barat dalam 24 jam terakhir, kata juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari pada Selasa malam.

Israel mengatakan pihaknya telah membunuh total sekitar 9.000 militan.

Belakangan, juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan utusan AS untuk Timur Tengah Brett McGurk berada di Kairo dan akan melakukan perjalanan di wilayah tersebut untuk berdiskusi “aktif” guna memastikan pembebasan sandera dan mengamankan jeda kemanusiaan.

"Pembicaraannya sangat bijaksana dan serius mengenai upaya untuk mendapatkan kesepakatan penyanderaan lagi," kata Kirby kepada wartawan.

Masing-masing pihak yang bertikai saling menyalahkan satu sama lain karena menyebabkan gagalnya gencatan senjata tujuh hari pada bulan November dengan menolak persyaratan untuk memperpanjang pembebasan sandera harian yang ditahan oleh militan dengan imbalan tahanan Palestina.

Perempuan, anak-anak dan sandera asing dibebaskan, namun para mediator gagal menemukan formula untuk membebaskan lebih banyak orang, termasuk tentara Israel dan laki-laki sipil pada saat-saat terakhir.(*)


Artikel ini telah tayang di reuters.com dengan judul US pushes for pause in Gaza as Israel suffers worst loss of soldiers

# mediasi # Kairo # gencatan senjata # Hamas # Israel

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Video

Tags
   #mediasi   #Kairo   #gencatan senjata   #Hamas   #Israel

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved