Sabtu, 25 April 2026

TRIBUN-VIDEO UPDATE

Berawal Ingin Racuni Hamas justru Bunuh Sandera Israel, Gas Beracun IDF Disebut Salah Sasaran

Jumat, 19 Januari 2024 22:12 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Gas beracun IDF disebut salah sasaran oleh ibu dari satu sandera Israel yang ditawan Hamas di Gaza.

Berawal ingin racuni Hamas tapi gas beracun justru membunuh sandera Israel tersebut.

Dikutip dari Tribunnews pada (19/1), ibu tersebut adalah Maya, ia adalah ibu dari Sersan. Ron Sherman.

Ia menuduh IDF 'meracuni' putranya hingga tewas di dalam terowongan Jabaliya, lantaran IDF tidak bisa memastikan penyebab kematian sang putra.

Baca: Rangkuman Hari ke-105 Perang Israel-Hamas: Houthi Membalas, Sasar Kapal Pengangkut Bahan Kimia AS

Militer Israel memberi pernyataan pada Rabu (17/1), di mana pihaknya hanya bisa memberikan informasi lokasi jenazahnya Ron diambil.

Perlu diketahui, selain Ron Sherman (19), Kopral. Nick Beiser (28) dan Elia Toledano (19) juga ditemukan di lokasi yang sama.

Maya menerbitkan sebuah postingan pada (18/1), di mana dia menuduh IDF secara keliru membunuh putranya.

Lantaran, di dekat tempat ditemukannya jenazah sang putra, IDF juga menyerang sebuah terowongan di mana komandan divisi utara Gaza, Ahmad Al Ghandour, terbunuh.

Baca: UE Sepakati Resolusi Gencatan Senjata Permanen di Gaza, Syaratnya Hamas Dibubarkan dan Sandera Bebas

Ia menuduh bahwa penyebab kematian anaknya adalah pembunuhan berencana, pemboman dengan gas beracun.

“Hasil penyelidikan: Ron memang dibunuh, bukan oleh militan Hamas. Berpikirlah lebih ke arah Auschwitz dan hujan lebat, namun tanpa Nazi dan militan sebagai penyebabnya. Bukan penembakan yang tidak disengaja, Bukan tembakan persahabatan. Pembunuhan berencana. Dengan gas beracun".

"Ron diculik karena kelalaian semua pejabat senior militer dan pemerintah terkutuk yang memberi perintah untuk melenyapkannya guna menyelesaikan masalah dengan beberapa militan dari Jabaliya".

"Oh ya, dan mereka juga menemukan bahwa beberapa jarinya juga remuk, rupanya karena usahanya yang putus asa untuk keluar dari kuburan racun tempat IDF menguburkannya ketika dia mencoba menghirup udara tetapi hanya menghirup racun IDF".

Baca: AS Ubah Strategi Balas Serangan Houthi, Mulai Berani Menyerang Lebih Dulu tapi Tak Beri Perubahan

"Cintaku.. Bolehkah aku mati menggantikanmu.. Sungguh mimpi buruk yang kamu alami! Kematian dalam penderitaan yang mengerikan!"

"Dan semua ini atas perintah Angkatan Pertahanan Israel, yang sangat Anda percayai dan hargai, serta kabinet pemerintah. Tidak ada masa depan bagi negara ini jika ini yang mereka lakukan terhadap Anda setelah mereka meninggalkan Anda pada hari Sabat itu".

"Apa keputusannya jika putra Bibi ada di terowongan militan atau cucu Gallant?? Atau putra Herzi Halevi? Apakah mereka juga akan diracuni dengan bom gas?”"

"Beristirahatlah dengan tenang, tidak ada seorang pun yang boleh melakukan hal seperti ini." kata Maya.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel Ingin Meracuni Pejuang Hamas dengan Gas, Racun IDF Malah Bunuh Tawanan Israel, Ibunya Protes

Host: Yessy Wienata
VP: Dandi Bahtiar

# racun # Hamas # Bunuh # sandera # Israel

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #racun   #Hamas   #Bunuh   #sandera   #Israel

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved