Kamis, 9 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Perlawanan Sengit Israel-Hamas, Netanyahu Evaluasi Konflik di Gaza: Perang Bisa Lanjut Hingga 2025

Jumat, 19 Januari 2024 16:03 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan evaluasi terbaru terhadap perang Gaza yang sedang berlangsung melawan Hamas menunjukkan bahwa agresi militer bisa berlangsung hingga tahun depan.

Dilansir Jerusalem Post pada Rabu (16//1/2024), Netanyahu mengatakan bahwa perang di Gaza dapat berlanjut hingga tahun 2025.

“Perang dapat berlanjut hingga tahun 2025,” kata Netanyahu dilansir Jerusalem Post, Rabu (16//1/2024).

Laporan lain menyebutkan, bahwa Pasukan Pendudukan Israel (IDF) mengaku telah melakukan pendaratan pesawat untuk Brigade ke-98 di Khan Yunis, Gaza Selatan.

Baca: Iming-imingi Uang Rp 87,5 Juta per Bulan Tiap Keluarga, Israel Desak Warganya Tinggal Dekat Gaza

Pendaratan pesawat tersebut, bertujuan untuk mengirimkan senjata, peralatan, bahan bakar dan makanan bagi IDF di medan pertempuran tersebut, menurut laporan Al-Ghad.

Meski mengklaim sudah mengusai kendali wilayah di Jalur Gaza, nyatanya IDF masih mendapat perlawanan sengit dari milisi pembebasan Palestina.

Brigade Al Qassam, sayap militer gerakan Hamas dan Brigade Al Quds dari gerakan Palestine Islamic Jihad (PIJ) menyatakan bahwa klaim IDF terbukti salah dengan kenyataan yang ditunjukkan sendiri oleh aksi IDF.

Al-Jazeera melaporkan, pasukan penyelamat udara Israel, pasukan 669, masih mengangkut banyak tentara IDF yang terluka dari Gaza.

Helikopter-helikopter pasukan penyelamat IDF yang berseliweran ini menunjukkan bahwa klaim kendali wilayah di Jalur Gaza memang belum terbukti.

Di sisni lain, Benjamin Netanyahu juga dilaporkan menolak tawaran normalisasi dengan Arab Saudi.

Baca: Kemenkes Palestina Ungkap Pengungsi di Gaza Diserang Penyakit Hepatitis A akibat Krisis Air Bersih

Sebuah laporan NBC, mengutip pernyataan pejabat AS pada (17/1/2024) menyebutkan, Netanyahu, telah menolak tawaran Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS) untuk menormalisasi hubungan dengan kerajaan tersebut.

“Putra mahkota Saudi menawarkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari perjanjian rekonstruksi Gaza – sebuah perkembangan diplomatik yang telah lama diupayakan Netanyahu – tetapi hanya jika pemimpin Israel setuju untuk memberikan jalan bagi Palestina untuk menjadi negara,” kata para pejabat AS kepada NBC.

Israel tetap teguh dalam penolakannya terhadap negara Palestina yang merdeka.

Situasi dilaporkan membuat hubungan pemerintah Israel dan AS kian renggang, hingga Gedung Putih disebut-sebut sudah membuat rencana "A Day After Netanyahu".

Adapun tawaran Arab Saudi tersebut diajukan saat Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken datang ke Arab Saudi pekan lalu, yang merupakan bagian dari tur regionalnya yang kemudian mencakup kunjungan ke Israel dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pejabat terkait mengatakan, Netanyahu menolak tawaran tersebut, mengatakan kepada Blinken bahwa dia tidak siap untuk membuat kesepakatan yang memungkinkan terbentuknya negara Palestina

“Netanyahu menolak tawaran tersebut, mengatakan kepada Blinken bahwa dia tidak siap untuk membuat kesepakatan yang memungkinkan terbentuknya negara Palestina,” tambah para pejabat tersebut.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hamas Masih Kuat, IDF Sibuk Angkut Tentara Ambruk di Gaza, Netanyahu: Perang Bisa Lanjut Hingga 2025 

Host: Nina Agustina
VP: Ika Vidya

# Konflik Israel-Hamas # Netanyahu # Militer # Jalur Gaza

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved