Live Update
Amerika Mengakui Tak Ingin Berperang dengan Yaman: Kami Tidak Ingin Memperluas Konflik
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Juru bicara Gedung Putih, dalam jumpa persnya mengatakan orang-orang Yaman, pasti akan membalas, tapi Amerika Serikat tidak ingin berperang.
John Kirby, Selasa (16/1/2024) malam mengatakan bahwa Amerika Serikat, tidak ingin terjun berperang dengan orang-orang Houthi, Yaman.
Ia mengatakan, Houthi harus menentukan pilihan untuk menghentikan serangan-serangan ini.
"Kami tidak ingin memperluas konflik. Houthi harus menentukan pilihan, dan mereka masih punya waktu untuk menentukan pilihan yang benar, yaitu menghentikan serangan-serangan serampangan ini," katanya.
Baca: Korut Mengutus Pasukan Khususnya untuk Melatih Hamas, Sejumlah Granat Ditemukan di Markas Hamas
Kirby mengklaim AS, tidak pernah mengatakan bahwa serangan-serangan yang dilakukan pasukan negara ini akan berujung dengan hancurnya kekuatan agresi Houthi.
Pada saat yang sama, Jubir Gedung Putih, juga mengklaim bahwa AS hari Selasa, dalam serangan lain, telah menghancurkan rudal-rudal yang siap ditembakkan Yaman.
John Kirby, juga menyinggung masalah warga Amerika Serikat, yang diduga masih ditawan oleh Hamas, di Gaza.
Ia menjelaskan upaya AS, untuk mewujudkan kesepakatan antara Hamas dan Rezim Zionis Israel, terkait masalah pertukaran tawanan.
Menurut John Kirby, AS melakukan negosiasi-negosiasi sangat serius, dan padat di Qatar, sehubungan dengan kemungkinan dicapainya kesepakatan pertukaran tawanan yang baru.
Ia menjelaskan, Brett Mcgurk Deputi Asisten Presiden AS memusatkan perhatiannya pada pembebasan enam warga AS yang diduga masih ditawan Hamas.
"Brett McGurk, Deputi Asisten Presiden AS, untuk Timur Tengah, memusatkan perhatiannya pada pembebasan enam warga AS, yang diduga masih ditawan Hamas," pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di parstoday.ir dengan judul AS: Kami Tahu Yaman akan Membalas, Tapi Kami Tak Mau Perang
# Yaman # Gedung Putih # Houthi
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Video
Berita Terkini
Misteri 10 Ilmuwan Nuklir AS Mendadak Hilang dan Tewas, Donald Trump Perintahkan Penyelidikan
7 hari lalu
Tribun Video Update
Kerugian Signifikan Paksa AS-Israel Setuju Gencatan Senjata, Al-Houthi: Puluhan Pesawat Trump Hancur
Jumat, 17 April 2026
Tribunnews Update
Gedung Putih Bantah AS Minta Perpanjang Gencatan Senjata: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
Houthi Bekingi Iran! Kapal Induk AS Kabur Takut Diserang Yaman, Berujung Mengitari Benua Afrika
Selasa, 14 April 2026
Berita Terkini
Mayoritas Warga AS Tuntut Donald Trump Dimakzulkan Akibat Perang Iran
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.