Live Update
Houthi Menyerang Kapal AS, Imbas Tak Terima Kembali Dimasukkan dalam Daftar Kelompok Teroris
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat pada Rabu mengembalikan pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman ke dalam daftar kelompok teroris, ketika para militan tersebut mengklaim serangan kedua mereka pekan ini terhadap kapal yang dioperasikan AS di Laut Merah.
Serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut sejak November telah memperlambat perdagangan antara Asia dan Eropa dan mengkhawatirkan negara-negara besar.
Kelompok Houthi mengatakan mereka bertindak sebagai solidaritas terhadap Palestina dan mengancam akan memperluas serangan hingga mencakup kapal-kapal AS sebagai tanggapan atas serangan Amerika dan Inggris.
Sebagai tanda bahwa mereka masih tidak terpengaruh, gerakan Houthi pada hari Rabu mengatakan mereka melakukan “serangan langsung” dengan rudal terhadap kapal curah Genco Picardy milik AS.
Serangan tersebut, yang merupakan serangan kedua terhadap kapal yang terkait dengan AS di wilayah tersebut pada minggu ini, dikonfirmasi oleh operator pelayaran AS Genco, yang mengatakan bahwa kapalnya terkena proyektil saat transit di Teluk Aden dengan muatan batuan fosfat.
Baca: Tentara Cadangan Israel Ngaku Kurang Dilatih sebelum Maju Perang, Kini Tak Sudi Tempur Lawan Hamas
Genco mengatakan tidak ada korban cedera pada awak kapal dan kapal hanya mengalami kerusakan ringan pada gangnya dan sedang dalam perjalanan keluar dari area tersebut.
“Pasukan angkatan laut tidak akan ragu untuk menargetkan semua sumber ancaman di Laut Merah dan Laut Arab sebagai hak sah mereka untuk membela Yaman dan untuk terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” kata juru bicara militer kelompok tersebut Yahya Sarea dalam sebuah pernyataan.
Pada hari Senin, pasukan Houthi menyerang kapal curah kering Gibraltar Eagle yang dimiliki dan dioperasikan AS dengan rudal balistik anti-kapal.
Tidak ada laporan korban luka atau kerusakan berarti.
Para pejabat AS mengatakan daftar “Teroris Global yang Ditunjuk Khusus” bertujuan untuk memotong dana dan senjata yang digunakan Houthi untuk menyerang atau membajak kapal.
Juru bicara Houthi mengatakan kepada Reuters bahwa serangan terhadap kapal yang menuju Israel akan terus berlanjut dan penunjukan tersebut tidak akan mempengaruhi posisinya.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, yang negaranya mendukung Hamas dalam perangnya dengan Israel, mengatakan diakhirinya perang di Gaza diperlukan untuk menghilangkan ancaman terhadap pengiriman barang.
“Keamanan Laut Merah terkait dengan perkembangan di Gaza, dan semua orang akan menderita jika kejahatan Israel di Gaza tidak berhenti… Semua front (perlawanan) akan tetap aktif,” kata Amirabdollahian di Forum Ekonomi Dunia di Davos. (*)
Artikel ini telah tayang di reuters.com dengan judul US lists Houthis as terrorists, rebels hit another US-operated ship
# Laut Merah # Houthi # Yaman # teroris
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
Internasional
IRAN BALAS DENDAM Diblokade AS! Ancam Blokir Perdagangan di Laut Merah, Teluk Persia & Laut Oman
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
Iran Ancam Blokade Laut Merah hingga Teluk, Balas Tindakan AS Kepung Jalur Pelayaran Selat Hormuz
Kamis, 16 April 2026
Tribun Video Update
Iran Ancam Lumpuhkan Jalur Perdagangan Global Termasuk Laut Merah & Teluk Persia hingga Laut Oman
Kamis, 16 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Balas Blokade AS, Iran Ancam Blokir Seluruh Perdagangan di Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman
Rabu, 15 April 2026
Tribunnews Update
Houthi Bekingi Iran! Kapal Induk AS Kabur Takut Diserang Yaman, Berujung Mengitari Benua Afrika
Selasa, 14 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.