Minggu, 26 April 2026

Live Update

Tak Terima Dikembalikan dalam Daftar Kelompok Teroris, Houthi Luncurkan Rudal pada Kapal AS

Kamis, 18 Januari 2024 11:38 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat pada Rabu mengembalikan pemberontak Houthi yang bermarkas di Yaman ke dalam daftar kelompok teroris, ketika para militan tersebut mengklaim serangan kedua mereka pekan ini terhadap kapal yang dioperasikan AS di Laut Merah.

Serangan yang dilakukan oleh milisi Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut sejak November telah memperlambat perdagangan antara Asia dan Eropa dan mengkhawatirkan negara-negara besar.

Kelompok Houthi mengatakan mereka bertindak sebagai solidaritas terhadap Palestina dan mengancam akan memperluas serangan hingga mencakup kapal-kapal AS sebagai tanggapan atas serangan Amerika dan Inggris.

Sebagai tanda bahwa mereka masih tidak terpengaruh, gerakan Houthi pada hari Rabu mengatakan mereka melakukan “serangan langsung” dengan rudal terhadap kapal curah Genco Picardy milik AS.

Baca: Jenderal IDF Akui Israel Tak Mampu Capai Tujuan Perang di Gaza dan Ingin Ajak Hamas Negosiasi

Serangan tersebut, yang merupakan serangan kedua terhadap kapal yang terkait dengan AS di wilayah tersebut pada minggu ini, dikonfirmasi oleh operator pelayaran AS Genco, yang mengatakan bahwa kapalnya terkena proyektil saat transit di Teluk Aden dengan muatan batuan fosfat.

Genco mengatakan tidak ada korban cedera pada awak kapal dan kapal hanya mengalami kerusakan ringan pada gangnya dan sedang dalam perjalanan keluar dari area tersebut.

“Pasukan angkatan laut tidak akan ragu untuk menargetkan semua sumber ancaman di Laut Merah dan Laut Arab sebagai hak sah mereka untuk membela Yaman dan untuk terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” kata juru bicara militer kelompok tersebut Yahya Sarea dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Senin, pasukan Houthi menyerang kapal curah kering Gibraltar Eagle yang dimiliki dan dioperasikan AS dengan rudal balistik anti-kapal.

Tidak ada laporan korban luka atau kerusakan berarti.

Para pejabat AS mengatakan daftar “Teroris Global yang Ditunjuk Khusus” bertujuan untuk memotong dana dan senjata yang digunakan Houthi untuk menyerang atau membajak kapal.

Juru bicara Houthi mengatakan kepada Reuters bahwa serangan terhadap kapal yang menuju Israel akan terus berlanjut dan penunjukan tersebut tidak akan mempengaruhi posisinya.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, yang negaranya mendukung Hamas dalam perangnya dengan Israel, mengatakan diakhirinya perang di Gaza diperlukan untuk menghilangkan ancaman terhadap pengiriman barang.

“Keamanan Laut Merah terkait dengan perkembangan di Gaza, dan semua orang akan menderita jika kejahatan Israel di Gaza tidak berhenti… Semua front (perlawanan) akan tetap aktif,” kata Amirabdollahian di Forum Ekonomi Dunia di Davos. (*)

Artikel ini telah tayang di reuters.com dengan judul US lists Houthis as terrorists, rebels hit another US-operated ship

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Amerika Serikat   #Houthi   #teroris   #rudal

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved