Selasa, 7 April 2026

LIVE UPDATE

Update Korban Gaza: 24.000 Warga Palestina Tewas, UNICEF Peringatkan Risiko Kelaparan Akut

Selasa, 16 Januari 2024 14:57 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM- Dilaporkan serangan pasukan tentara Israel (IDF) yang tak kunjung usai mengakibatkan sekira 24.000 ribu warga Palestina tewas.

Korban tersebut tembus setelah lebih dari 100 hari perang Israel melawan Hamas.

Bersamaan dengan hal tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa Jalur Gaza sangat memprihatinkan.

Yakni, membutuhkan lebih banyak bantuan untuk menangkal kelaparan dan wabah penyakit.

Terkait hal tersebut, Program Pangan Dunia WFP, dan Program Bantuan Pendidikan dan Anak-Anak UNICEF memperingatkan risiko kelaparan akut yang mengancam warga Palestina di Jalur Gaza.

Direktur WFP Untuk Palestina, Samer Abdeljaber, mengklaim, sejauh ini telah menjangkau sekitar 1,4 juta orang yang mengalami kelaparan.

Samer Abdeljaber menyebut banyak yang tidak makan selama berhari-hari.

“Ada orang-orang yang kelaparan akut di banyak daerah dan kami bahkan tidak bisa memberikan makanan pokok pada mereka. Apa yang dibutuhkan warga melesat lebih cepat dibanding kemampuan kami menanggapinya. Kami perlu membawa lebih banyak pasokan dan membutuhkan akses yang aman untuk menjangkau semua orang di Gaza, bukan hanya daerah yang letaknya berdekatan dengan perbatasan. Kami perlu gencatan senjata jangka panjang untuk menghentikan penderitaan ini,” ujarnya.

Baca: WFP, WHO, UNICEF: Kondisi di Gaza Berada di Tepi Jurang, Warga Kelaparan, RS Berfungsi Sebagian

Atas kondisi tersebut, WFP bersama WHO dan UNICEF kembali menyuarakan keprihatinan terkait bantuan yang masuk ke Gaza.

Mereka menilai, seharusnya terdapat rute baru yang dibuka.

Selain itu, perlu lebih banyak truk yang diizinkan masuk setiap hari dan mendapat izin yang mudah dengan diberikan kepada para pekerja bantuan untuk bergerak.

Mereka juga menyerukan agar warga yang mencari bantuan diperkenankan bergerak dengan aman.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Badan Kesehatan Dunia WHO Untuk Kawasan Mediterania Timur, Ahmed Al-Mandhari, hari Senin (15/1).

Ahmed menyatakan, kondisi Jalur Gaza saat ini berada di tepi jurang.

Ahmed menilai, warga yang kelaparan, dan musim dingin semakin memperburuk keadaan.

Ahmed menyatakan, organisasinya tengah berupaya keras dengan apa yang mereka miliki agar dapat mempertahankan fungsi mereka di tengah tantangan dan ancaman serangan Israel.

Mengingat hanya ada 15 dari 36 rumah sakit yang berfungsi sebagian.

“Sistem layanan kesehatan di Gaza kini berada di tepi jurang, berupaya keras dengan apa yang mereka miliki untuk dapat mempertahankan fungsi mereka di tengah tantangan dan ancaman serangan yang sangat luar biasa. Dengan hanya 15 dari 36 rumah sakit yang berfungsi sebagian, banyak korban luka-luka akibat perang berkelanjutan Israel-Hamas yang terpaksa dirawat di lantai-lantai rumah sakit yang sangat padat. Banyak yang seharusnya dapat diselamatkan, kini sekarat karena kurangnya dokter spesialis, BBM, listrik, obat-obatan, makanan dan air bersih.”

Lanjut Ahmed memperingatkan pembatasan dan penangguhan pengiriman bahan bakar, obat-obatan dan bantuan lain ke Jalur Gaza, berisiko menimbulkan lebih banyak kematian.

Bahkan kondisi tersebut justru menjadi memicu warga Gaza menderita penyakit serius.

Terkini Ahmed mengatakan, para pengungsi menghadapi "kemerosotan layanan sanitasi yang sangat buruk".

Yakni, hidup tanpa makanan atau air karena suhu di sekitar mereka mencapai titik beku.

(Tribun-Video.com/abcnews.go.com)

Artikel ini telah tayang di abcnews.go.com dengan judul "Pembaruan langsung | Korban tewas di Gaza mencapai 24.000 orang ketika badan-badan PBB menyerukan bantuan lebih lanjut"

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribun Video

Tags
   #IDF   #Gaza   #Palestina

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved