Kamis, 23 April 2026

HOT TOPIC

Yaman Ngamuk! Kapal Prancis Dirudal, Perusahaan Maritim Dunia Dibuat Tekor Hindari Lewat Laut Merah

Kamis, 4 Januari 2024 21:15 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah perusahaan maritim dunia terpaksa mengalihkan rute pelayaran untuk menghindari serangan Houthi Yaman di Laut Merah.

Hal ini berdampak pada tarif angkutan laut yang melonjak tajam karena kapal harus mencari rute lain yang lebih jauh agar sampai ke negara tujuan.

Dilansir Al Arabiya, ratusan kapal kontainer telah dialihkan rutenya ke sekitar Tanjung Harapan di selatan Afrika.

Pengalihan rute ini tak hanya menyebabkan biaya pengiriman bengkak, namun juga waktu pengiriman menjadi lebih lama.

Sebagai contoh, tarif pengiriman dari Asia ke Pantai Timur Amerika Utara kini naik 55 persen menjadi $3.900 per kontainer.

Baca: AS Akui Kesulitan Serang Posisi Houthi di Laut Merah, Persenjataan Yaman Buat Washington Pikir-pikir

Sementara waktu pelayaran menjadi lebih lama dengan tambahan waktu antara 7 sampai 20 hari.

Selama ini, Laut Merah telah menjadi jalur pelayaran penting bagi kapal-kapal dagang dari seluruh dunia.

Pasalnya, perairan tersebut menjadi jalur tercepat untuk mengirim barang dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa.

Kapal nantinya akan melewati Terusan Suez untuk menuju Laut Mediterania.

Namun karena Houthi Yaman melakukan operasi di Laut Merah, banyak kapal asing yang ketakutan.

Baca: Iron Dome Israel akan Dibuat Morat-marit Hizbullah, 6.000 Rudal Ancam Langit Tel Aviv

Beberapa di antaranya bahkan menghentikan pelayaran seperti CMA CGM asal Prancis, HAPAG-LLOYD asal Jerman, dan OOCL asal Hongkong.

Namun Houthi Yaman tekah menegaskan bahwa pihaknya hanya menargetkan kapal-kapal Israel atau berafiliasi dengan Israel.

(Tribun-Video.com)

https://english.alarabiya.net/News/middle-east/2024/01/04/Red-Sea-attacks-spark-surge-in-ocean-freight-rates

Baca berita lainnya di sini 

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Fransisca Ellen Kumala Sari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved