Kamis, 11 Juni 2026

LIVE UPDATE

Prabowo Dituding Tak Bisa Blusukan, TKN Minta Sekjen PDIP Ubah KBBI Jadi Kamus Besar Bahasa Banteng

Rabu, 3 Januari 2024 18:50 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid meminta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengubah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjadi Kamus Besar Bahasa Banteng (KBBB).

Hal itu ia ungkapkan menyusul kritikan Hasto soal capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang tak bisa blusukan.

Komentar tersebut Hasto lontarkan dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Kebayoran, Jakarta Selatan pada Selasa (2/1/2024).

"Kalau blusukan hanya punya PDIP, sebaiknya kamus besar bahasa Indonesia diubah kan. Menjadi KBBB, kamus besar bahasa banteng," ucap Nusron dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2024) malam.

Nusron lalu mengatakan bahwa ucapan Hasto tidak konsisten soal gaya kampanye blusukan disebut hanya milik PDIP.

Kali ini, Hasto justru menyebut yang bisa blusukan hanya Presiden Jokowi dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

"Dulu kan ngomong gitu kan Pak Hasto. Sekarang udah meningkat, bahwa blusukan itu yang bisa blusukan hanya Pak Jokowi dan Mas Ganjar," katanya.

Ia menyampaikan, setiap manusia mempunyai karakteristik masing-masing dalam menyapa masyarakat di desa.

Menurutnya, semua orang berhak untuk blusukan menyerap aspirasi warga.

Baca: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Klaim Hanya Jokowi dan Ganjar yang Bisa Blusukan: Prabowo Tidak Bisa

"Pak Jokowi blusukan alhamdulillah. Pak Ganjar blusukan alhamdulillah. Pak Prabowo juga blusukan alhamdulillah. Mas Gibran apalagi, mengikuti jejak bapaknya blusukan ke mana-mana. Ya kalau kita ngga blusukan ngga dengarkan aspirasi masyarakat, kita dapat informasi dari mana," ucapnya.

Lebih lanjut, Nusron menilai Hasto sedang panik lantaran terus menerus menyerang paslon nomor urut 2.

Sebab, capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo gagal untuk dikaitkan dengan gaya Presiden Jokowi.

"Saat ini sudah dengan terang benderang lebih banyak berpihak akan mendukung pada Pak Prabowo dan mas Gibran, ya ini adalah ungkapan orang yang lagi bingung. Ungkapan orang yang lagi panik. Ya gapapa. Dia sampaikan seperti itu," katanya.

"Yang jelas di antara sekitar 6 pasangan ini hanya 1 orang yang bisa melakukan itu yaitu hanya yang gemoy hanya 1 yaitu adalah Pak Prabowo. Yang lain semua bisa dilakukan. Tapi gemoy yang lain nggak bisa. Hanya Pak Prabowo yang bisa gemoy. Karena struktur fisiknya mendukung untuk itu," tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyindir calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto sedang latihan blusukan saat berkunjung ke Cilincing, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Baca: Janji Serba Gratis 3 Capres di Pilpres 2024, Mulai Pengacara, Makan Siang hingga Internet Gratis

"Ya kami menghormati lah kira-kira kalau Pak Prabowo mencoba untuk latihan blusukan," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Selasa (2/1/2024).

Hasto mengatakan, blusukan merupakan sesuatu hal yang sangat baik ditunjukkan oleh setiap pemimpin.

"Hal itu juga menjadi bagian dari dna kita seharusnya para pemimpin untuk turun ke bawah menyatu dengan rakyat," ujarnya.

Dirinya pun mencotohkan ketika capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo tak hanya sekadar blusukan, melainkan tidur di rumah warga.

Sehingga, menurut Hasto, hasil blusukan Ganjar ke rumah warga diejawantahkan dalam program mereka.

"Program mengatasi kemiskinan dari Pak Ganjar Pranowo itu merupakan program-program yang membumi karena hasil dari blusukan, hasil dari tidur di rumah-rumah rakyat bukan hasil dari latihan blusukan," ucapnya.

Beberapa waktu lalu memang Prabowo melakukan blusukan ke Cilincing, terkait kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca artikel terkait hanya di sini

# Mata Lokal Memilih # Prabowo Subianto # Nusron Wahid # Hasto Kristiyanto # blusukan # PDIP # Pilpres 2024

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Ninaagustina
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved