Selasa, 28 April 2026

Live Update

Netanyahu Berupaya Kuasai Penuh Perbatasan Gaza-Mesir, Ambil Alih Gaza dari Kepemimpinan Hamas

Minggu, 31 Desember 2023 12:47 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel harus mengambil kendali penuh atas perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir untuk memastikan demiliterisasi wilayah itu.

Jika terealisasi, langkah tersebut akan menandai pembalikan de facto penarikan Israel dari Gaza pada tahun 2005, menempatkan daerah kantong tersebut di bawah kendali eksklusif Israel setelah bertahun-tahun dipimpin oleh kelompok militan Palestina Hamas.

Komentar Netanyahu mengenai zona penyangga muncul ketika pasukan militer Israel terus melancarkan serangan yang ditegaskan kembali oleh perdana menteri akan berlangsung "selama beberapa bulan lagi."

Sebelumnya, pertempuran terfokus di al-Bureij, Nuseirat, Maghazi dan Khan Younis, menurut warga, dan didukung oleh serangan udara intensif yang memenuhi rumah sakit dengan warga Palestina yang terluka.

Pemboman tersebut telah menewaskan 165 orang dan melukai 250 lainnya di Gaza selama 24 jam terakhir, kata otoritas kesehatan Palestina.

Di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, fasilitas medis terbesar di selatan wilayah padat penduduk, sebuah video Bulan Sabit Merah menunjukkan paramedis membawa bayi mungil yang tertutup debu ke bangsal sambil berteriak "ada pernapasan, ada pernapasan".

Hampir seluruh 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel selama 12 minggu.

Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 21.672 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan di Gaza, dengan lebih dari 56.000 orang terluka dan ribuan lainnya dikhawatirkan tewas di bawah reruntuhan.

Israel mengatakan 172 personel militernya tewas dalam pertempuran di Gaza.

Baca: Hamas Makin Kuat Lawan Musuh, Berhasil Kepung Tentara Israel yang Tersebar di Kamp Bureij Gaza

Pada hari Sabtu, sayap bersenjata Front Populer untuk Pembebasan Palestina mengatakan seorang tentara Israel yang ditawan di Gaza oleh kelompok tersebut telah tewas dalam serangan udara Israel yang juga melukai beberapa penculiknya.

Seorang juru bicara kelompok tersebut mengatakan kepada televisi Al Araby bahwa serangan udara tersebut menyusul upaya gagal pasukan komando Israel untuk membebaskan tentara tersebut.

Juru bicara tersebut tidak memberikan rincian lokasi atau kapan tentara tersebut disandera.

Konflik ini berisiko menyebar ke seluruh kawasan, menarik kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman, yang telah saling baku tembak dengan Israel dan sekutunya AS, atau menargetkan pengiriman barang dagangan .

Pengeboman telah menghancurkan rumah-rumah, blok apartemen, tempat usaha dan rumah sakit.

Pada hari Sabtu, Kementerian Kebudayaan Palestina mengatakan serangan Israel telah menghantam pemandian abad pertengahan.

Masjid Agung Gaza dihantam pada awal perang.

Ziad, seorang petugas medis di Maghazi di Gaza tengah, melarikan diri bersama ketiga anaknya ke Rafah, di perbatasan dengan Mesir.

“Kami menginginkan gencatan senjata sekarang,” katanya. "Cukup, sudah lebih dari cukup."

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukannya mencapai pusat komando dan gudang senjata Hamas.

Gambar-gambar yang dirilis oleh militer menunjukkan tentara bergerak melintasi tanah yang bergejolak di antara reruntuhan bangunan yang hancur.

Militer Israel menyatakan telah menghancurkan kompleks terowongan di basement salah satu rumah pemimpin Hamas untuk Gaza, Yahya Sinwar, di Kota Gaza.

Pasukan juga menyerbu markas intelijen militer Hamas dan pusat komando Jihad Islam di Khan Younis, dan menghancurkan sasaran termasuk pabrik senjata, kata pernyataan militer.(*)

Artikel ini telah tayang di reuters.com dengan judul Israel seeks full control of Gaza-Egypt border, Netanyahu says

#netanyahu #israel #gaza #palestine

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Benjamin Netanyahu   #Israel   #Hamas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved