LIVE UPDATE
Israel Siap Kembali Terapkan Gencatan Senjata di Gaza jika Hamas Banyak Bebaskan Para Sandera
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Israel, Isaac Herzog menyatakan negaranya siap menerapkan jeda kemanusiaan di Jalur Gaza.
Namun, hal itu hanya akn dilakukan apabila Hamas sepakat membebaskan lebih banyak sandera.
Pernyataan tersebut dilontarkan Herzog untuk merespons tawaran Hamas tentang perjanjian gencatan senjata di Gaza sebagai upaya perpanjangan jeda kemanusiaan tahap kedua.
“Saya dapat menegaskan kembali fakta bahwa Israel siap untuk melakukan jeda kemanusiaan kedua dan menambah bantuan kemanusiaan, dengan imbalan Hamas membebaskan lebih banyak sandera yang ditahan di Gaza,” ujar Presiden Herzog.
Pada kesempatan tersebut, Herzog membantah serangan yang dilakukan militer Israel dimaksudkan untuk memerangi rakyat Palestina.
Herzog menyatakan, serangan ditujukan untuk musuhnya, yakni Hamas.
Baca: Hamas Menolak Tawaran Gencatan Senjata Seminggu, Tapi Bakal Bebaskan Para Sandera Pria Lansia
Terkait hal itu, hingga berita ini diturunkan beluma ada tanggapan dari Hamas tentang kesiapan Israel untuk kembali memberlakukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.
Sementara itu, pemimpin Hamas Ismail Haniyeh diketahui tengah melakukan kunjungan ke Mesir pada Rabu (20/12/2023).
Dilaporkan dari sumber yang dekat dengan Hamas mengungkap lawatan Haniyeh ke Mesir dilakukan dengan didampingi delegasi tingkat tinggi Hamas.
Kunjungan yang digelar pimpinan Hamas turut membahas pembicaraan mengenai gencatan senjata di Jalur Gaza.
Selain penghentian agresi, Haniyeh dan delegasinya juga membahas perihal pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Mereka akan melakukan pembicaraan dengan Kepala Badan Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel dan pejabat lainnya,” ujar sumber kepercayaan Hamas yang enggan diungkap identitasnya.
“Nantinya para pimpinan itu akan membahas rencana untuk menghentikan agresi dan perang guna mempersiapkan kesepakatan bagi pembebasan tahanan dan berakhirnya pengepungan yang diberlakukan di Jalur Gaza,” tambahnya.
Sebagai informasi kunjungan Haniyeh ke Mesir pada Desember ini menjadi yang kedua sejak pecahnya pertempuran antara Israel dan Hamas di Gaza pada 7 Oktober 2023.
Diketahui, kunjungan Haniyeh ke Mesir yang pertama terjadi pada awal November lalu.
Dari kunjungan itu, perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan militan Hamas menyetujui kesepakatan gencatan senjata di Gaza selama empat hari.
Selama periode tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran pembebasan tawanan dan sandera.
Hamas dilaporkan telah membebaskan 105 sandera, terdiri dari 80 warga Israel dan sisanya adalah warga asing.
Sebagai imbalan atas pembebasan para sandera, Israel membebaskan 210 tahanan Palestina.(Tribun-Video.com/newarab.com)
Artikel ini telah tayang di newarab.com dengan judul "Israel 'siap menghentikan serangan di Gaza untuk pertukaran tahanan baru': lapor"
# Isaac Herzog # Hamas # Gaza
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Putra Pemimpin Hamas Tewas Jadi Sasaran Israel, Medis Gaza Laporkan 5 Korban Kena Serangan
6 hari lalu
Mancanegara
Putra Pimpinan Hamas Tewas Ditembak Israel, Medis Gaza Laporkan 5 Jiwa Jadi Korban Serangan
6 hari lalu
Tribun Video Update
Putra Keempat Pemimpin Hamas Tewas imbas Dihantam Serangan Israel di Kota Gaza, Ribuan Warga Berduka
6 hari lalu
Tribunnews Update
Jurnalis Ungkap Kisah Perjuangan di Tengah Eskalasi Israel, Jadi Target Sasaran di Gaza dan Lebanon
Minggu, 3 Mei 2026
Mancanegara
Kapal Armada Global Sumud Menuju Gaza Diadang Israel, para Aktivis Kapal Ditodong Senjata
Jumat, 1 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.