Konflik Palestina Vs Israel
Pakar: Drone Murah dan Darurat Milik Hamas Mampu Mengakali Kecanggihan Teknologi Militer Israel
TRIBUN-VIDEO.COM - CEO Heven Drones Bentzion Levinson menyoroti drone murahan modifikasi yang digunakan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) lalu.
Menurut Levinson, drone murahan tersebut justru mampu mengakali kecanggihan tekonologi militer milik Israel.
Adapun armada drone murahan itu dijual secara online hanya dengan harga $6.500 memenuhi langit di atas pagar perbatasan Israel yang bernilai $1 miliar.
Bahkan, disebutkan suara dengungan serangan tak biasa itu belum pernah didengar oleh Israel.
Disebutkannya, sejumlah drone yang digunakan Hamas membawa bahan peledak peledak dan melumpuhkan kamera.
Selain itu menghancurkan sistem komunikasi dan senjata yang dikendalikan dari jarak jauh.
Sehingga hal itu memicu terjadinya kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lanjut Levinson menyatakan, perang dengan Hamas merupakan peringatan bagi militer Israel tingkat atas mengenai potensi mematikan yang mereka miliki.
Baca: Israel Rugi Besar! 41 Kendaraan Remuk dan 25 Tentara Dibantai Brigade Al Qassam dalam 72 Jam
“Kami memiliki drone yang sangat besar, UAV ini, kami memiliki pesawat terbang, teknologi kami jauh lebih maju,” kata Levinson.
“Apa yang terjadi dalam perang ini adalah kami menyadari bahwa hal ini terjadi di luar perkiraan kami, baik di sisi pertahanan maupun ofensif.”
Levinson menyebut, drone komersial yang dimodifikasi Hamas untuk melakukan serangan telah mengungkap kerentanan yang signifikan dalam pertahanan udara dan darat Israel.
Bahkan, taktik yang digunakan Hamas membuat lawan kewalahan.
“Kami memiliki drone yang sangat besar, UAV ini, kami memiliki pesawat terbang, teknologi kami jauh lebih maju,” kata Levinson.
“Apa yang dilakukan perang ini adalah kami menyadari bahwa hal ini terjadi di halaman belakang kami, baik di sisi pertahanan maupun ofensif.” sambungnya.
Dengan terganggunya sistem pengawasan berteknologi tinggi, ribuan militan Hamas membanjiri perbatasan dengan truk dan paralayang.
Dilaporkan, serangan terhadap Israel selatan merupakan hari paling parah yang dialami negara Yahudi itu.
Pasalnya, serangan Hamas telah menewaskan sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 200 orang disandera.
Atas hal itu, Minggu (8/10) Israel melancarkan serangannya ke Gaza sebagai tanggapan atas serangan Hamas.
Dilaporkan sejak awal Oktober hingga menjelang akhir tahun 2023, lebih dari 19.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza.
Kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan, 52.286 warga Palestina mengalami luka-luka.
Baca: MER-C Bakal Surati WHO Desak IDF Keluar dari RS Indonesia di Gaza yang Dijadikan Markas Perang
Sementara itu, ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Ribuan orang tersebut diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan yang dibom Israel.
Meski demikian, Levinson menyatakan bahwa Israel memiliki salah satu kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone terbesar di Timur Tengah.
Drone tersebut muncul bersamaan dengan serangan Hamas mencuat pada Oktober lalu.
Terkini dilaporkan, IDF semakin beralih menggunakan drone dalam peperangan perkotaan di Gaza.
Menurut CEO Xtend, yang menyediakan sistem operasi UAV untuk militer AS dan Israel, Aviv Shapira, drone tersebut untuk mengintai bangunan dan menjinakkan bahan peledak sebelum mengirim pasukan.
Israel telah meningkatkan sistem Iron Dome untuk mendeteksi UAV besar setelah drone Hamas berhasil merusak sistem pertahanan udara Israel.
Tentara sedang menguji sistem berbasis laser yang dirancang untuk mencegat roket yang lebih kecil dan jarak pendek.
Meski demikian, sistem tersebut baru siap sekira satu tahun mendatang.
Dilaporkan, beberapa perusahaan rintisan dan sukarelawan teknologi Israel menyusun pertahanan baru.
Hal itu dikarenakan pasukan Israel di Gaza sering menjadi sasaran serangan drone kamikaze buatan mereka sendiri.
(Tribun-Video.com/bloomberg.com)
Baca berita terkait hanya di sini
# Konflik Palestina Vs Israel # Hamas # Gaza # Zionis
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Reaksi Keras Indonesia Kecam Ulah Israel Kibarkan Bendera 'Rising Lion' di RS Indonesia di Gaza
2 jam lalu
Mancanegara
Iran Siap Perang Lawan Zionis! Upgrade Rudal dan Sistem Pertahanan untuk Antisipasi AS-Israel
2 hari lalu
Mancanegara
Amunisi Ditambah! Iran Bersiap Hadapi AS-Israel jika Situasi Geopolitik Memburuk
2 hari lalu
Tribunnews Update
Sebut Hamas Kecewa kepada Indonesia seusai Gabung BoP Bentukan Trump, Faisal: Lemahkan Pejuang
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.