Konflik Palestina Vs Israel
Netanyahu Menuduh Otoritas Palestina Berusaha Hancurkan Israel Secara Bertahap, Tak Beda dari Hamas
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Senin (11/12/2023), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh Otoritas Palestina (PA) berusaha menghancurkan Israel “secara bertahap”.
Tudingan itu diungkapkan Netanyahu dalam laporan kantor media berita Anadolu Agency, dikutip pada Senin (11/12) lalu.
Adapun, dalam pertemuan tertutup untuk Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset seperti dikutip Channel 12 Israel, Netanyahu bahkan juga menyinggung soal Hamas.
Ia mengatakan, Hamas dan Otoritas Palestina sejatinya sama-sama ingin menghancurkan Israel.
Baca: 8 Tentara Israel Kembali Tewas Dibunuh Hamas, Total 113 Prajurit Terbunuh sejak Invasi Darat Gaza
Perbedaannya, menurut Netanyahu adalah saat ini, Otoritas Palestina ingin melakukan penghancuran tersebut secara bertahap.
“Perbedaan antara Hamas dan PA hanyalah bahwa Hamas ingin menghancurkan kami di sini dan saat ini, PA ingin melakukannya secara bertahap,” ujar Netanyahu dalam pertemuan tertutup untuk Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset seperti dikutip Channel 12 Israel.
Terkait hal itu, tidak ada komentar dari Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah mengenai tuduhan dari Netanyahu.
Adapun, Netanyahu kemudian juga menentang upaya Amerika Serikat (AS) mengizinkan Otoritas Palestina memerintah Jalur Gaza setelah berakhirnya perang Israel-Hamas yang sedang berlangsung di wilayah yang diblokade tersebut.
Diketahui sebelumnya, Washington berpendapat bahwa harus ada otoritas atau pemerintahan Palestina di Gaza pada periode pascaperang.
Seperti diketahui, Hamas telah menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007.
Baca: Senjata Makan Tuan! Tentara Israel Salah Identifikasi Musuh Saling Baku Tembak ke Rekan Sendiri
Tepatnya setelah mengalahkan pasukan Otoritas Palestina menyusul pertikaian setelah pemilu yang dimenangkan Hamas.
Sejak saat itu, pemerintahan Otoritas Palestina hanya terbatas pada Tepi Barat saja.
Israel melanjutkan serangan militernya di Jalur Gaza pada 1 Desember setelah berakhirnya jeda kemanusiaan selama seminggu dengan kelompok Palestina, Hamas.
Sebagai informasi, sebanyak 18.205 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 49.645 orang lainnya terluka dalam serangan udara dan darat tanpa henti di wilayah kantong tersebut.
Informasi tersebut berdasarkan keterangan dari otoritas kesehatan Gaza, terhitung sejak serangan Hamas ke Israel Selatan pada (7/10) lalu.
Baca: KARMA! RS Israel Tolak Beri Pengobatan Kepada Ratusan IDF yang Terluka Setelah Keok Lawan Hamas
Sekitar dua pertiga dari korban tewas tersebut adalah perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas.
Kemudian, sekitar 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi di wilayah yang terkepung, dimana badan-badan PBB mengatakan tidak ada tempat yang aman untuk mengungsi.
Sementara, menurut pihak Israel, sejak perang dimulai ketika Hamas menyerbu Israel selatan pada (7/10), sekitar 1.200 orang tewas dengan sebagian besar warga sipil dan 240 lainnya menjadi sandera.
(Tribun-Video.com/aa.com.tr)
Artikel ini telah tayang di aa.com.tr dengan judul Netanyahu accuses Palestinian Authority of seeking to destroy Israel ‘in stages’,
Host: Nina Agustina
VP: Rania A.
# PM Netanyahu # Palestina # otoritas palestina # Israel
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Sumber Lain
Terkini Nasional
SBY Minta PBB Lakukan Investigasi usai 3 Prajurit TNI Gugur, Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo
7 hari lalu
Terkini Nasional
Menlu Sugiono Kutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan TNI: Desak PBB Segera Gelar Rapat Luar Biasa
7 hari lalu
Internasional
Ledakan Dahsyat Guncang Israel, Serangan Beruntun Rudal Iran Hantam Kirit Shmona hingga Tel Aviv
7 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Israel vs Iran: Trump Bangga Pilot F-15 Ditemukan, Iran Hancurkan C-10 Hercules
7 hari lalu
Tribunnews Update
Ledakan Guncang Israel, Serangan Beruntun Rudal Iran Picu Kerusakan di Kiryat Shmona hingga Tel Aviv
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.