Live Update
Puluhan Ribu Warga Palestina Mengungsi ke Rafah untuk Selamatkan Diri dari Genosida
TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Palestina melarikan diri ke Rafah ketika tentara Israel secara resmi memperluas operasi militer daratnya ke kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza.
Mereka menyelamatkan diri dari kematian dan kehancuran akibat serangan membabi buta Israel.
Di tengah kurangnya akomodasi di Rafah, ribuan keluarga asal Jalur Gaza terpaksa memasang tenda di jalan-jalan umum, sekolah, dan lahan terbuka yang tandus.
Tidak ada air, makanan, listrik, dapur atau kamar mandi di Rafah.
Hal itu meningkatkan penderitaan masyarakat sehari-hari sementara PBB memperingatkan penyebaran penyakit di kalangan penduduk.
Seoarang wanita Palestina yang mengungsi dari kota Khan Younis ke Rafah berujar, ia terpaksa mengungsi sebanyak lima kali.
“Pertama, saya mengungsi dari rumah saya di kota Gaza ke kamp pengungsi Al-Nuseirat. Setelah itu, saya pergi ke Deir al-Balah, lalu ke Khan Younis dan terakhir ke Rafah,” tutur Nashwa Mahani, dikutip dari The New Arab, Kamis (7/12/2023).
Mahani mengaku melarikan diri dari sebuah sekolah di Bani Suhaila yang berada di bawah serangan Israel
"Kami lolos dari kematian menuju nasib yang tidak diketahui."
"Kami tidak tahu apa yang Israel ingin kami lakukan. Kami lelah dan akan mati karena keadaan yang tidak manusiawi yang kami tinggali di Gaza," lanjut ibu lima anak berusia 42 tahun itu.
Baca: Israel Cari Dukungan Dunia seusai Diancam Surat Sakti dari PBB soal Penyerangan Gaza Palestina
Kerabat Mahani mendirikan tenda kecil untuknya di Mawasi Rafah, namun tenda tersebut tidak memiliki cukup tempat untuk berteduh.
“Saat anak-anak saya ingin menggunakan kamar mandi, mereka harus pergi ke pasir untuk memenuhi kebutuhannya,” katanya. "Kami tidak punya privasi apa pun di sini. Segala sesuatu dalam hidup kami dipublikasikan," imbuhnya.
Yang lebih parah lagi bagi Mahani adalah dia tidak mempunyai uang untuk membiayai pengeluaran sehari-hari anak-anaknya.
“Segala sesuatu di wilayah selatan Gaza sangat mahal, dan saya tidak bisa membelinya," terangnya.
Dikatakan, selain itu, UNRWA hanya bisa mendistribusikan beberapa stok makanan seperti tepung terigu dan beberapa makanan kaleng yang tidak cukup untuk anak-anak yang berjumlah lima orang dalam satu hari.
Menurut PBB, sekitar 85% penduduk Jalur Gaza, atau sekitar 1,9 juta orang di Gaza, menjadi pengungsi internal.
Hampir 1,2 juta pengungsi telah terdaftar di 156 fasilitas PBB di seluruh Jalur Gaza, termasuk sekitar satu juta orang yang terdaftar di 99 tempat penampungan UNRWA di Jalur Gaza tengah dan selatan.
Selama dua hari, puluhan ribu pengungsi terlihat tiba di Rafah, selatan Jalur Gaza, dekat perbatasan dengan Mesir, setelah tentara Israel memperingatkan mereka untuk mengungsi dari kota Khan Younis.
Warga Palestina khawatir Israel akan mendorong lebih banyak orang ke selatan Jalur Gaza dekat perbatasan dengan Mesir sebagai awal untuk memaksa mereka bermigrasi ke wilayah Sinai Mesir.
“Kami belum pernah mengalami perang genosida seperti ini di Gaza. Jelas bahwa Israel ingin mengevakuasi seluruh wilayah kami dari penduduknya dan membangun permukiman di Gaza,” kata Linda Mohammed, seorang pengungsi perempuan, kepada The New Arab.
Faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza memperingatkan terhadap rencana Israel untuk menggusur penduduk wilayah kantong itu mengingat perang dengan negara Zionis yang sedang berlangsung sudah memasuki bulan ketiga.
“Posisi Palestina yang bersatu secara resmi dan populer adalah dalam menghadapi rencana Israel untuk memindahkan warga kami dari Jalur Gaza ke Sinai (Mesir),” kata faksi-faksi Palestina di Jalur Gaza dalam pernyataan pers bersama.
Pernyataan tersebut menekankan penolakan terhadap rencana pemukiman kembali warga Palestina dari Jalur Gaza, baik di Sinai atau di tempat lain.
(Tribun-Video.com/ Newarab.com)
Artikel ini telah tayang di Newarab.com dengan judul Tens of thousands of Palestinians escape to Rafah city, fleeing Israel's death and destruction
#israel #palestine #gaza
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribun Video
Tribun Video Update
Israel Gagal Menang di Front Gaza, Lebanon & Iran, Hamas-Hizbullah Masih Bisa Timbulkan Ancaman
7 hari lalu
Berita Terkini
Pemukim Israel Serbu Tepi Barat, Bakar Rumah hingga Ruang Gawat Darurat di Desa Jalud
7 hari lalu
Berita Terkini
Serangan Pemukim Israel di Desa Jalud, Bakar Rumah hingga Ruang Gawat Darurat Medis
7 hari lalu
Tribunnews Update
Insiden ‘Bar-bar’ Pemukim Israel Serbu Desa Jalud Tepi Barat, Bakar Bangunan dan Fasilitas Medis
7 hari lalu
Mancanegara
Warga Inggris Ngamuk! Serbu Pangkalan Militer Fairford Tuntut Tentara AS Angkat Kaki
Senin, 27 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.