Kamis, 23 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Turki Mengancam Israel jika Buru Hamas hingga Luar Negeri, Sebut Ada Konsekuensi Serius

Rabu, 6 Desember 2023 17:17 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Turki memperingatkan Israel akan menghadapi konsekuensi serius jika memburu Hamas hingga ke wilayahnya.

Sebelumnya diketahui Israel diduga berupaya untuk memburu Hamas hingga ke luar negeri.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Keamanan dalam Negeri Israel, Shin Bet Ronen Bar.

Dilansir Tribunnews dari Doha News, Shin Bet bersumpah akan memburu Hamas hingga ke luar negeri, seperti Lebanon, Turki, dan Qatar.

Baca: Perang 6 Minggu di Gaza, Israel Tak Bisa Buktikan Tumpas Militan Hamas, Justru Buat Warga Menderita

Atas pernyataan tersebut, Ankara marah dan mengancam Israel jika berani membunuh Hamas di wilayahnya.

"Peringatan yang diperlukan diberikan kepada lawan bicara berdasarkan berita dari pernyataan pejabat Israel, dan Israel menyatakan bahwa (tindakan seperti itu) akan memiliki konsekuensi serius," kata seorang pejabat intelijen Turki, dikutip dari Doha News.

Ini bukan pertama kalinya pejabat Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk melakukan pembunuhan yang ditargetkan terhadap pejabat Hamas di luar negeri.

Rencana Israel untuk mengejar para pemimpin Hamas secara global pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal pada akhir pekan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menginstruksikan badan-badan intelijen untuk mengembangkan strategi untuk membunuh para pemimpin utama organisasi tersebut yang tinggal di luar Gaza.

Baca: Pasukan IDF Kesulitan Bertempur Lawan Hamas Imbas Alami Diare Parah, Suhu Tubuh Meningkat

Termasuk mereka yang berada di Turki, Qatar, dan lokasi lainnya, menurut pejabat Israel yang dikutip dalam artikel WSJ.

Berdasarkan laporan tersebut, terdapat saran untuk segera menargetkan para pemimpin Hamas yang tinggal di Doha setelah tanggal 7 Oktober.

Namun melakukan tindakan seperti itu di wilayah Qatar atau Turki dapat menghambat atau membahayakan upaya diplomatik yang bertujuan untuk menjamin pembebasan sandera.

Netanyahu menyatakan, niatnya dengan jelas dalam pidato nasional pada 22 November saat konferensi pers dengan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

"Saya menginstruksikan Mossad untuk bertindak melawan para pemimpin Hamas di mana pun mereka berada," kata Netanyahu, dikutip dari The Jerusalem Post.

"Tidak ada komitmen dalam perjanjian untuk tidak melakukan gencatan senjata terhadap para pemimpin Hamas, siapa pun mereka," lanjutnya.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali menegaskan tujuan utama perang di Jalur Gaza.

Baca: Hamas Makin Kuat! Eks Intelijen Israel Akui Militan Gaza Sulit untuk Dikalahkan, IDF Terancam Hancur

Netanyahu mengatakan akan menghapus total kemampuan militer dan politik Hamas untuk memastikan bahwa Israel tidak merasakan ancaman di masa depan.

Meskipun Netanyahu tidak menyebutkan hal baru, dia mengatakan bahwa setelah perang usai, militer Israel akan berupaya menciptakan zona demiliterisasi di Jalur Gaza.

Dikutip dari Al Jazeera, satu-satunya kekuatan yang dapat melakukan rencana ini, kata Netanyahu, adalah Israel.

Netanyahu berpendapat bahwa dia tidak mempercayai kekuatan atau upaya internasional apa pun untuk demiliterisasi Jalur Gaza.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant yang juga berbicara pada konferensi pers tersebut mengatakan bahwa meskipun militer mencapai kemajuan besar, hal ini tidak berarti bahwa mereka tidak mengalami kerugian besar.

Dia secara langsung merujuk pada kematian 80 tentara Israel yang terbunuh sejak awal operasi darat di Jalur Gaza.

Tentara Israel mengatakan mereka sedang dalam tahap ketiga dari kampanye darat mereka di Jalur Gaza.

Tentara Israel mengatakan mereka telah mengepung Kota Khan Younis sepenuhnya dan mereka beroperasi di jantung kota tersebut. (*)

Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Ika Vidya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ancaman Turki Bila Israel Serius Buru Hamas hingga Luar Negeri, Sebut Ada Konsekuensi 

# anggota Hamas # Israel # Netanyahu # Turki

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #anggota Hamas   #Israel   #Netanyahu   #Turki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved