Konflik Palestina Vs Israel
Menteri Luar Negeri Thailand Menyambut Sandera yang Dibebaskan Hamas dalam Pertemuan yang Emosional
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Rabu malam (29/11/2023), empat orang warga Thailand dibebaskan pejuang Hamas setelah dua warga lainnya dibebaskan pada Selasa (28/11), menghabiskan tujuh minggu lamanya disandera.
Adapun, Menteri Luar Negeri Thailand, Parnpree Bahiddha-Nukara menyambut para warga negaranya tersebut dengan sambutan yang emosional.
Yakni, setelah pembebasan mereka oleh Hamas dari tujuh minggu penahanan dan mengatakan bahwa ia mengharapkan kebebasan segera bagi para sandera yang tersisa dari negaranya.
Dilansir dari The Guardian pada Kamis (30/11), dengan dibebaskannya empat warga lagi pada Rabu malam, sudah ada total 23 orang bebas dari penyanderaan.
Adapun, dua orang lainnya yang dibebaskan pada hari Selasa lalu dibawa ke Pusat Medis Shamir.
“Kami selamat! Kami selamat!” mereka bersorak, dan salah satunya terlihat menyeka air mata.
Dikabarkan oleh Reuters, dalam wawancaranya, Menteri Luar Negeri Thailand, Parnpree Bahiddha-Nukara mengatakan bahwa para warganya ini bukan bagian dari konflik.
Baca: Bak Tak Tahu Terimakasih! Israel Malah Siap Perang Lawan Qatar, Murka Doha Lindungi Hamas
Para pekerja Thailand ini tidak bersalah, dan berada di tempat yang sekarang jadi wilayah konflik tersebut hanya untuk mencari nafkah.
Sehingga, tidak ada syarat untuk pembebasan para sandera yang merupakan warga negara Thailand dari Hamas.
Hal itu ia katakan pada hari Selasa lalu, setelah pertemuan emosional dengan para pekerja Thaiand yang sebelumnya disandera.
“Kami bukan bagian dari konflik,” kata Menteri Luar Negeri Parnpree Bahiddha-Nukara.
Lebih lanjut, Parnpree juga mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekannya di beberapa negara Timur Tengah yang memiliki kontak dengan Hamas.
Ia mengatakan, mereka tetap berhubungan dan mengiriminya kabar terbaru tentang pembebasan sandera bahkan sebelum berita itu tersebar.
“Saya berkeliling untuk berbicara dengan berbagai negara yang dapat berhubungan dengan kelompok Hamas untuk menjelaskan bahwa para pekerja Thailand tidak bersalah.
"Mereka tidak terlibat dalam politik, mereka bukan bagian dari konflik siapa pun, dan mereka mungkin bahkan tidak tahu bagaimana keadaannya, situasi muncul, siapa berkelahi dengan siapa."
"Mereka ada di sana untuk mencari nafkah,” katanya dalam wawancara.
Baca: Netanyahu Nyatakan akan Kembali Berperang, Hamas Siaga Penuh Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata
Sebagai informasi, Thailand mengatakan orang-orang bersenjata Hamas Palestina dari Gaza membunuh 39 warga Thailand dalam serangan (7/10) lalu di Israel.
Di mana, wilayah yang diserang itu menjadi tempat sekitar 30.000 pekerja Thailand bekerja di sektor pertanian, salah satu kelompok pekerja migran terbesar di Israel.
Adapun, Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan, tiga warga Thailand dirawat karena luka di rumah sakit.
Dari 32 orang yang disandera, 13 orang masih menjadi tawanan.
Ia mengatakan, dirinya menaruh harapannya untuk memenangkan pembebasan mereka segera.
Adapun, pada Senin (26/11) lalu, sebuah kelompok Muslim Thailand yang berbicara langsung dengan Hamas mengatakan upaya mereka adalah kunci untuk memastikan bahwa sandera asal Thailand termasuk di antara orang-orang pertama yang dibebaskan di Gaza selama gencatan senjata sementara dengan pasukan Israel.
“Kami adalah satu-satunya pihak yang berbicara dengan Hamas sejak awal perang untuk meminta pembebasan warga Thailand,” kata presiden Asosiasi Alumni Thailand-Iran, Lerpong Syed, kepada Reuters pada hari Senin.
(Tribun-Video.com/theguardian.com)
Artikel ini telah tayang di theguardian.com dengan judul Thai foreign minister greets hostages freed by Hamas in emotional meeting
# Hamas # Thailand # sandera
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Sumber Lain
Internasional
BEDA NASIB! Kapal Malaysia-Thailand Diizinkan Lewat Selat Hormuz, 2 Kapal Indonesia Masih Tertahan
Jumat, 27 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Izinkan Kapal Malaysia dan Thailand Lewati Selat Hormuz, 2 Kapal Indonesia Masih Tertahan
Jumat, 27 Maret 2026
Terkini Nasional
Prabowo Subianto Tegaskan Tujuan Misi ke Gaza Bukan untuk Lucuti Senjata Hamas
Jumat, 20 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.