Mancanegara
Hamas Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata, HAMAS: Kami Ingin Bebaskan Lebih Banyak Tawanan
TRIBUN-VIDEO.COM - Gencatan senjata di Gaza, Palestina, diperpanjang.
Dari semula empat hari, kini gencatan senjata ditambah dua hari.
Hamas kemudian mengungkap alasan perpanjangan ini.
Pejabatnya mengatakan berharap dapat memperpanjang gencatan senjata lebih jauh lagi dan mengakhiri perang Israel-Hamas.
Pejabat Hamas, Ghazi Hamad mengatakan, perpanjangan gencatan senjata ini dilakukan agar lebih banyak sandera yang dibebaskan.
"Kami kini sepakat untuk membebaskan lebih banyak sandera dan memperpanjang perjanjian selama dua hari. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat kami, khususnya masyarakat Gaza," kata Ghazi Hamad, seorang pejabat Hamas, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa (28/11/2023).
Baca: Update Hari ke-54 Perang Israel-Hamas: Bentrokan Sengit di Gaza hingga Houthi Kepung Perbatasan
"Saya berharap kita dapat memperpanjangnya hingga kita mencapai akhir perang ini," tambahnya.
"Kami ingin mengakhiri perang. Kami berada dalam gencatan senjata sementara, namun kami berupaya untuk memperpanjangnya. Ada banyak dukungan dari Qatar, Mesir dan banyak negara Barat untuk mengakhiri bencana ini," jelasnya lagi.
Selama tiga hari pertama gencatan senjata, 39 tawanan Israel dibebaskan oleh kelompok bersenjata tersebut.
Mereka ditukar dengan 117 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Sebagai hasil dari negosiasi paralel yang dipimpin oleh Qatar, 17 warga negara Thailand, satu warga Filipina, dan satu warga negara ganda Rusia-Israel juga telah dibebaskan oleh Hamas.
Dalam gelombang terbaru hari ini, ada 11 sandera dibebaskan didominasi anak-anak.
Baca: Senjata Iran Dukung Hamas Makin Ugal-Ugalan, Setalah Rudal Fattah II Kini Beli Jet Tempur Rusia
Sementara itu, dikutip laman yang sama, sejumlah keluarga Palestina mengaku bersyukur pembebasan tahanan dilakukan.
Warga pun dilaporkan lega pada perpanjangan.
"Ini adalah sumber bantuan bagi banyak keluarga, tidak hanya keluarga para tahanan, tetapi juga orang-orang lain di Tepi Barat yang diduduki, yang menyaksikan gambar-gambar horor dari Jalur Gaza yang terkepung," kata jurnalisnya Nida Ibrahim dalam laporan di Tepi Barat.
"Kami tidak hanya mengacu pada pembunuhan dan anak-anak yang kehilangan nyawa, tetapi juga orang-orang yang mengungsi. Mereka yang terluka, mereka yang kelaparan dan berada dalam situasi yang sangat sulit," tambahnya.
Perpanjangan ini diumumkan ketika Hamas mengatakan mereka telah menerima daftar nama-nama tahanan yang akan dibebaskan pada Senin malam sebagai imbalan atas tawanan Israel.
Daftar tersebut mencakup tiga tahanan perempuan dan 30 anak lainnya.
Baca: Baru Dibebaskan Israel, Perempuan Palestina Ini Langsung Teriak Minta Hamas Lawan Tentara Zionis
Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya telah memberi tahu keluarga tentang identitas para tawanan terbaru yang dibebaskan.
Perang Gaza sendiri berlangsung hampir dua bulan.
Serangan mendadak Hamas 7 Oktober lalu membuat Israel menggaungkan perang.
Sejak itu 15.000 warga Gaza meninggal dunia, di mana anak-anak dan wanita bahkan menjadi korban.
Dari sisi Israel disebut 1.400 orang tewas dalam serangan 7 Oktober. (*)
Artikel ini telah tayang di aljazeera.com dengan judul Israel and Hamas agree to extend truce by two days, Qatar says
# Hamas # Israel # Palestina # Gaza # Sandera
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Bakar Bendera Israel! Yahudi Anti-Zionis Justru Bela Palestina dan Tolak Pembentukan Negara Israel
12 menit lalu
Internasional
DETIK-DETIK Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi DISIRAM Cairan Merah di Berlin setelah Kritik Gencatan
42 menit lalu
LIVE UPDATE
VIDEO Tembakan Sistem Pertahanan Udara Terlihat di Langit Teheran, Araghchi: Rakyat Iran Bersatu
49 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Balas Israel! Hizbullah Beri Pukulan Telak Babat Perkumpulan dan Kendaraan Militer, IDF Kelimpungan
49 menit lalu
LIVE UPDATE
Israel Tunggu "Lampu Hijau" dari AS sebelum Lanjut Serang Iran, Menhan Katz: IDF Siap Lawan!
50 menit lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.