Live Update
Serangan Udara Pasukan IDF Menewaskan Komandan Angkatan Laut Hamas di Khan Younis, Amar Abu Jalalah
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada Kamis malam (23/11/2023), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka telah membunuh komandan angkatan laut Hamas di Khan Younis dalam serangan udara di Jalur Gaza.
Dikabarkan, serangan tersebut terjadi beberapa jam sebelum dimulainya jeda sementara perang di tengah kesepakatan pembebasan sandera.
Sementara, serangan juga dilaporkan terjadi setelah informasi intelijen diberikan oleh badan keamanan Shin Bet, Direktorat Intelijen Militer dan Angkatan Laut
Dilansir dari The Times of Israel, pihak IDF mengatakan bahwa sosok komandan Hamas tersebut bernama Amar Abu Jalalah.
Dirinya tewas bersama dengan anggota angkatan laut Hamas lainnya.
Disebutkan bahwa Amar Abu Jalalah adalah seorang agen senior di angkatan laut Hamas.
Jalalah juga dikatakan terlibat dalam mengarahkan beberapa serangan teror melalui laut yang berhasil digagalkan pihak Israel.
Sementara itu, menjelang jeda pertempuran, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant pada Kamis (23/11) mengatakan bahwa setelah gencatan senjata sementara dengan Hamas berakhir, kampanye militer akan dilanjutkan.
Yang menurut Yoaf Gallant, serangan di Gaza akan dilanjutkan setidaknya selama dua bulan lagi.
“Apa yang akan Anda lihat dalam beberapa hari mendatang adalah pembebasan sandera. Jeda ini tidak akan lama,” kata Gallant kepada pasukan unit komando elit Shayetet 13 Angkatan Laut.
“Apa yang diperlukan dari Anda dalam masa jeda ini adalah mengatur, bersiap, menyelidiki, memasok senjata, dan bersiap untuk melanjutkan.”
“Akan ada kelanjutannya, karena kita perlu menyelesaikan kemenangan dan menciptakan dorongan bagi kelompok sandera berikutnya, yang hanya akan kembali karena tekanan,” katanya.
Seperti diketahui, kesepakatan pembebasan sandera, yang dimediasi oleh Qatar dan AS, dikabarkan dimulai pada hari Jumat (24/11).
Hamas akan membebaskan sedikitnya 50 wanita dan anak-anak Israel yang mereka sandera sejak (7/10) lalu.
Pembebasan tersebut akan dilakukan selama empat hari, sebagai imbalan atas jeda pertempuran dan pembebasan 150 tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Sementara itu, Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi menegaskan soal komentar Gallant pada hari sebelumnya, dengan mengatakan bahwa militer Israel tidak mengakhiri perang.
Ia mengatakan, pihak Israel akan terus melanjutkan perang hingga negaranya menang.
“Kami mencoba untuk menghubungkan tujuan-tujuan perang, sehingga tekanan dari operasi darat menghasilkan kemampuan untuk mencapai tujuan [lainnya] dari perang ini untuk menciptakan kondisi bagi pembebasan sandera yang diculik,” kata Halevi.
“Kami tidak mengakhiri perang. Kami akan terus melanjutkan sampai kami menang, maju dan melanjutkan di wilayah Hamas lainnya,” tambahnya.
Dikabarkan, komentar tersebut muncul beberapa jam setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengkonfirmasi bahwa gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (24/11) pukul 07.00 pagi waktu setempat.
Adapun, kelompok pertama yang terdiri dari 13 sandera Israel akan dibebaskan pada hari yang sama sekira pukul 4 sore.
Lebih lanjut, menurut Juru Bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari, selama gencatan senjata sementara, pasukan IDF akan mempertahankan posisi mereka di Jalur Gaza.
“Mengambil kendali atas Gaza utara adalah tahap pertama dari perang yang panjang, dan kami sedang mempersiapkan tahap selanjutnya,” katanya.
Hagari, kemudian juga memperingatkan bahwa mungkin ada perkembangan tak terduga di tengah jeda tersebut.
Serta, ia menyebut ada kemungkinan bahwa Hamas akan berusaha menggunakan teror psikologis terhadap masyarakat Israel.
(Tribun-Video.com/timesofisrael.com/themirror.com)
Artikel ini telah tayang di timesofisrael.com dengan judul Hamas commander killed ahead of truce; Gallant: War will resume for at least 2 months
Artikel ini telah tayang di themirror.com dengan judul Hamas navy commander killed in Gaza airstrike after 'terror attacks by sea', IDF says
Host: Nina Agustina
VP: Latif
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Bakar Bendera Israel, Yahudi Anti-Zionis Justru Bela Palestina dan Tolak Pembentukan Negara Israel
48 menit lalu
Berita Terkini
Video Pasukan Bertopeng Iran Sita 2 Kapal Kontainer Terkait Israel, Dibawa ke Bandar Abbas
4 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.