Tribunnews Update
Gencatan Senjata Hamas dan Israel Disebut Hampir Capai Kesepakatan, Bahas soal Sandera
TRIBUN-VIDEO.COM - Negosiasi antara Israel dan Hamas kini menemui titik terang.
Pasalnya pembahasan mengenai gencatan senjata disebut hampir mencapai kesepakatan.
Hal ini disampaikan oleh pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh.
Baca: UPDATE Hari ke-46 Perang Israel-Hamas: Israel Bangkrut 6 Kementerian Bubar hingga IDF Saling Tembak
Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai gencatan senjata yang dimaksud.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, perundingan tersebut sudah berada pada tahap akhir atau lebih dekat dari sebelumnya.
Disebutkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembebasan 50 sandera sipil oleh Hamas.
Tak hanya itu juga Israel juga sepakat untuk membebaskan tahanan perempuan dan anak-anak serta jeda pertempuran selama beberapa hari.
Baca: Serangan Brutal Hamas Buat Israel Melarat, IDF Malu hingga Diam-diam Kurangi Jumlah Tentara Zionis
Seorang pejabat Hamas, Ezzat el-Reshiq mengatakan bahwa negosiasi dipusatkan pada berapa lama gencatan senjata akan berlangsung, pengaturan pengiriman bantuan ke Gaza hingga evakuasi korban luka ke negara lain.
El-Reshiq mengungkapkan, pembicaraan pihak-pihak yang bertikai telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Pasalnya Israel selalu menunda-nunda perjanjian tersebut.
Lebih lanjut ia berujar kesepakatan itu disetujui oleh semua brigade di Gaza melalui panggilan telepon.
Host: Sisca Mawaski
VP: Indra
Download TribunX untuk Informasi lebih lengkap https://tribunx.page.link/video
# gencatan senjata # Hamas # pasukan Israel # Ismail Haniyeh
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Okwida Kris Imawan Indra Cahaya
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
PM Jepang Pastikan Pasokan Stabil, Tetap Lepas Cadangan Minyak Meski Ada Gencatan Senjata AS-Iran
2 hari lalu
Tribunnews Update
Mojtaba Ancam Balas Dendam ke AS atas Kematian Ali Khamenei, Klaim Rakyat Iran Pemenang Sejati
2 hari lalu
Mancanegara
Iran Hampir Serang Israel dengan Rudal saat Gencatan, Batal seusai Pakistan Turun Tangan
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.