Mata Lokal Memilih
PDIP dan Gibran Sama-sama Ingin Mendapatkan Simpati Publik, Pakar Politik: Hindari Playing Victim
TRIBUN-VIDEO.COM- Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo memberi tanggapan terkait PDIP dan Gibran Rakabuming Raka yang tengah ramai menjadi sorotan publik.
Menurut Ari Nurcahyo, PDIP dan putra sulung Presiden Joko Widodo sama-sama ingin mendapatkan simpati publik dengan menjadi korban.
Yakni menurutnya, PDIP dan Gibran seperti saling tuduh lantaran sama-sama menghindari playing victim.
Seperti diketahui saat ini status cawapres dari Koalisi Indonesia Maju, Gibran Rakabuming tidak jelas di PDIP.
Sementara itu PDIP sendiri tak kunjung resmi memecat Gibran.
Baca: Live Update Pilpres | Polemik Gibran Cium Tangan Megawati hingga Mahfud MD Masuk Kokpit Pose 3 Jari
"Sekarang kan saling tuduh antara Gibran dan PDIP. Karena sama-sama menghindari playing victim. Gibran tidak dipecat karena takut jadi playing victim," kata Ari.
Atas hal itu, menurut Ari Partai moncong putih tak ingin memecat Gibran lantaran takut dianggap playing victim.
"Jadi ini antara Gibran-Jokowi dan PDIP bermain di ruang itu. Jadi ini politik sandera karena dalam arti politik saling sandera antara PDIP dan Jokowi. Dalam arti tidak mau lawannya mendapat impact playing victim," jelasnya.
Meski Gibran tak kunjung menyerahkan kartu keanggotaannya ke PDIP, menurut Ari secara faktual kakak Kaesang itu sudah tak lagi menjadi kader partai moncong putih.
Hal itu diyakininya lantaran Gibran Rakabuming Raka sudah membelot arahan partai yang telah mengusung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
"Ketika sudah menjadi cawapres Prabowo dia (Gibran) sudah tidak di PDIP sebenarnya," tandasnya.
Terkait hal itu, Gibran Rakabuming Raka turut membuka suara.
Baca: Hashim Bongkar Alasan Kakaknya Pinang Gibran Jadi Cawapres, Sebut Pilih Bocil Ketimbang Koruptor
Gibran mengaku telah menerima surat dari DPC PDIP Solo beberapa pekan lalu.
Cawapres Prabowo Subianto itu mengaku, menerima surat permintaan pengunduran diri bersamaan dengan pengembalian kartu tanda anggota (KTA) PDIP.
Terkini pihaknya juga membantah pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.
Adapun Hasto sempat menyatakan, bahwa Gibran telah berkirim surat kepada DPC PDIP Solo dan menyatakan tutup buku.
Putra sulung Jokowi itu menegaskan tak pernah membalas surat dari PDIP tersebut.
"Kalau saya tidak (tidak membalas), kalau Bobby (Nasution) saya tidak tahu," jelasnya.
Baca: Respons Gibran Rakabuming soal Momen Kaesang Sungkem ke Ketum PDIP: Kita dari Dulu Begitu
Meski demikian, Gibran Rakabuming Raka enggan membeberkan isi surat yang diterima dari DPC PDIP Solo
"Iya, isi suratnya tidak bisa saya ekspos lah ya ke media, yang jelas sudah kami terima," paparnya.
Diketahui sebelumnya, deklarasi Gibran yang menjadi cawapres Prabowo Subianto, Minggu (22/10) menjadi sorotan publik.
Mengingat Gibran yang merupakan kader PDIP justru menjadi cawapres Prabowo dan membelot dari arahan partai moncong putih.
Terkait dengan hal itu, Gibran menanggapi dengan santai lantaran menjadi trending topik.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam cuitan sosial media X pribadinya.
"Tetap santuy walaupun sedang trending," tulis Gibran.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Host: Adilla Risna
VP: Rania A.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Menilai PDIP dan Gibran Sama-sama Ingin Mendapatkan Simpati Publik
# PDIP # Gibran Rakabuming # Pakar Politik # Megawati Soekarnoputri
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
PDIP Kecam Serangan ke Prajurit TNI di Lebanon, Desak Pemerintah RI Ambil Peran secara Global
7 hari lalu
Tribunnews Update
PDIP Habis Kesabaran, Tetap Polisikan Pemilik YouTube Penuduh Puan Jadi Koordinator Ijazah Jokowi
Senin, 30 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
PDIP Siap Polisikan Pemilik Channel YouTube Tuduh Puan Jadi Koordinator Kasus Ijazah Jokowi
Jumat, 27 Maret 2026
Terkini Nasional
Sentil Anak Abah Sebar Hoaks soal JK ke Iran, Politisi PDIP: Demi Kepentingan Politik Jelang 2029
Kamis, 26 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Politisi PDIP Sebut Anak Abah Sebar Hoaks soal JK ke Iran: Demi Kepentingan Politik Jelang 2029
Kamis, 26 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.