Kamis, 9 April 2026

BREAKING NEWS

Warga Israel Demo 5 Hari Termasuk di Depan Rumah PM Netanyahu, Tuntut Pembebasan Sandera Hamas

Rabu, 15 November 2023 09:40 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Keluarga Israel yang disandera oleh Hamas di Jalur Gaza memulai unjuk rasa selama lima hari dari Tel Aviv ke Yerusalem untuk menuntut pemerintah berbuat lebih banyak untuk menjamin pembebasan mereka.

Unjuk rasa ini dimulai sejak Selasa (14/11/2023) dan dilakukan pula di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Para pengunjuk rasa di Tel Aviv akan mengakhiri protes mereka pada hari Sabtu di depan kediaman Netanyahu di Yerusalem, sekitar 65 km (40 mil) jauhnya.

Netanyahu mendapat kecaman keras dari beberapa kerabatnya karena tidak berbuat lebih banyak untuk menjamin pembebasan para sandera, ketika militer Israel masuk jauh ke Gaza dengan perintah untuk menghancurkan Hamas.

Salah seorang pengunjuk rasa bernama Selly Shem Tov mengatakan putanya Omer berusia 21 tahun menjadi sandera Hamas yang diseret ke Gaza lima minggu lalu.

Selly meminta Netanyahu dan kebinetnya segera bertindak untuk membebaskan para sandera dan keluarganya.

Baca: Akhirnya! Untuk Pertama Kalinya Israel izinkan Truk-truk Pengangkut Bahan Bakar Masuk ke Gaza

Pengunjuk rasa lainnya, Amit Zach mengatakan ia adalah keponakan dari sandera Adina Moshe yang berusia 72 tahun.

Ia juga mendesak pembebasan sandera.

Sambil memegang foto para tawanan, massa meneriakkan, “Bawa mereka pulang sekarang!”

Sayap bersenjata kelompok militan Palestina Hamas mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya siap membebaskan hingga 70 sandera perempuan dan anak-anak sebagai imbalan atas gencatan senjata lima hari.

Serta pembebasan 275 perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Tapi dikatakan, bahwa Israel “menunda-nunda dan menghindari” harga dari kesepakatan tersebut.

Netanyahu sejauh ini menolak pembicaraan mengenai gencatan senjata.

Baca: BREAKING NEWS: Israel Beri Bukti Hamas Bermarkas di RS Rantisi, Nyawa 36 Bayi di Gaza Terancam

Kepada sebuah stasiun televisi pada hari Minggu, ia hanya bersedia menghentikan pertempuran jika semua sandera dibebaskan.

Dia menambahkan bahwa cara terbaik untuk mencapai kesepakatan adalah dengan mempertahankan tekanan militer terhadap Hamas.

“Itulah satu-satunya hal yang mungkin bisa menghasilkan kesepakatan dan jika kesepakatan tersedia, kami akan membicarakannya ketika sudah ada kesepakatan,” katanya.

Israel mengatakan Hamas telah kehilangan kendali atas wilayah pesisir tersebut.

Para pejabat medis mengatakan lebih dari 11.100 warga Palestina, sekitar 40 persen di antaranya anak-anak, tewas akibat serangan Israel.

Militan Gaza sejauh ini telah membebaskan empat sandera, yang terakhir pada 23 Oktober .

Militer Israel pada hari Selasa mengkonfirmasi kematian seorang tentara yang ditawan, yang menurut Hamas tewas dalam serangan Israel.(*)

Artikel ini telah tayang di Reuters dengan judul "Israeli hostage families start 5-day march on Netanyahu's home"

Host: Saradita
VP: Januar Imani

Download TribunX untuk Informasi lebih lengkap https://tribunx.page.link/video

# Jalur Gaza # Hamas # Israel # Benjamin Netanyahu

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: sara dita
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Israel   #Hamas   #Jalur Gaza   #Benjamin Netanyahu

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved