Jumat, 10 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Visa Presenter Tv Mesir Dicabut Seusai Ketahuan Dukung Hamas, sebagai Pengusiran Pertama

Minggu, 12 November 2023 14:07 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM - Inggris mencabut visa Moataz Matar, seorang presenter televisi Mesir di pengasingan.

Presebter tersebut diduga mendukung Hamas di tengah upaya pemerintah untuk menindak dukungan terhadap organisasi bersenjata Palestina yang dianggap sebagai kelompok “teroris”.

Kementerian Dalam Negeri membatalkan visa Moataz Matar, karena ikut serta dalam protes pro-Palestina di London.

Menurut situs berita Telegraph yang berbasis di London, Matar bahkan diketahui mendukung Hamas.

Pria berusia 49 tahun itu juga telah dimasukkan dalam daftar pantauan, yang berarti dia tidak akan bisa kembali ke Inggris.

Hal ini dilaporkan merupakan “pengusiran” pertama yang dilakukan Menteri Dalam Negeri Suella Braverman dan Menteri Imigrasi Robert Jenrick sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel.

Baca: Inggris Cabut Visa Pembawa Acara TV Mesir gegara Dukung Hamas saat Rapat Umum, Pengusiran Pertama

Serangan itu diketahui menewaskan sekitar 1.200 warga Israel. 

Sejak itu, Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat di Gaza, tempat kelompok tersebut bermarkas.

Dimana telah menewaskan lebih dari 11.000 warga Palestina.

Sebagian besar perempuan dan anak-anak, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan.

Israel telah menolak gencatan senjata segera meskipun ada seruan internasional yang semakin meningkat.

Para pejabat Inggris telah mengumumkan rencana untuk melakukan tindakan keras terhadap dugaan perilaku “anti-Semit” setelah serangan Hamas.

Baca: Israel Terus Gempur Gaza Tanpa Henti, Arab Akhirnya Bertindak Tuntut Gaza segera Hentikan Serangan

Telegraph melaporkan setidaknya setengah lusin warga negara asing lainnya dapat dicabut visanya.

Jenrick mengatakan, tidak ada toleransi bagi pengunjung Inggris yang menyalahgunakan hak istimewa visa dan mendukung tindakan Hamas.

“Bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk melakukan hal serupa dalam beberapa hari dan minggu mendatang, jangan ragu bahwa kami akan terus mencabut visa jika diperlukan. Kami tidak akan mentolerir ekstremisme di jalan-jalan kami.”

Matar dilaporkan telah meninggalkan Inggris, namun ia akan dilarang kembali oleh petugas perbatasan karena daftar pantauan.

Jenrick dan Chris Philip, menteri kepolisian, dilaporkan telah meminta seluruh 43 pasukan polisi di Inggris dan Wales untuk melaporkan setiap individu asing yang tertangkap dalam “aktivitas ekstremis” yang berpotensi menjadi dasar pencabutan visa mereka.

(Tribun-Video.com/ Aljazeera.com)

Baca artikel terkait di sini

# Konflik Palestina Vs Israel # Hamas # Gaza # Zionis

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Konflik Palestina Vs Israel   #Hamas   #Gaza   #Zionis

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved