Kamis, 23 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Gagal Lindungi Israel, Eks PM Israel 'Kecam' Netanyahu: Dia Telah Menciut, Hancur secara Emosional

Rabu, 8 November 2023 17:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengungkapkan bahwa penerusnya Benjamin Netanyahu telah hancur secara emosional.

Hal itu karena kegagalannya mempertahankan keamanan di Israel imbas serangan Hamas pada (7/10).

Olmert juga menyebut bahwa Netanyahu telah salah perhitungan menanggapi serangan militan Palestina.

Hal itu disampaikan oleh Olmert saat wawancara dengan Politico pada Rabu (8/11).

Olmert juga mengklaim bahwa Netanyahu sedang stress berat karena tekanan publik.

Terlebih adanya oposisi untuk mundur dari jabatan PM imbas kegagalan mencegah serangan Hamas tersebut.

"[Netanyahu] telah menciut. Dia hancur secara emosional, itu sudah pasti. Maksud saya, sesuatu yang buruk tengah terjadi padanya. Bibi [sapaan akrab Netanyahu] telah bekerja sepanjang hidupnya dengan mempercayai alasan palsu bahwa dia adalah Mr. Security. Dia Mr. Bullshit," kata Olmert dalam wawancaranya dengan Politico.

Menurut Olmert setiap menit Netanyahu berperan sebagai perdana menteri setiap menit pula ia membahayakan Israel.

Bahkan menurutnya, AS pun mengetahui jika Netanyahu sedang dalam kondisi yang buruk.

"Setiap menit dia berperan sebagai perdana menteri, setiap menit pula dia membahayakan Israel. Saya serius. Saya yakin Amerika mengerti bahwa dia [Netanyahu] dalam kondisi yang buruk," paparnya menambahkan.

Baca: AS Menentang Ambisi Israel Duduki Kembali Jalur Gaza, Kali Ini Biden Beda Taktik dengan Netanyahu

Baca: Keponakan Netanyahu, Kapten Unit Sniper Israel Dilaporkan Tewas Dibunuh Hamas: Penembak Jitu

Ia pun mewanti-wanti Israel soal kesabaran sekutu negara Barat yang semakin menipis.

Hal itu imbas kegagalan Netanyahu dan para menterinya menguraikan rencana realistis bagi pemerintahan di Gaza jika tanpa Hamas.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, tapi kita tidak bisa melakukan semua yang kita inginkan," Olmert mengingatkan.

Olmert juga memperingatkan keputusan Netanyahu untuk menguasai Jalur Gaza pascaperang dengan Hamas ini seperti langkah mundur yang diambil Israel pada 2005.

Menurutnya kini Israel tak bisa lagi menguasai Gaza seperti dulu.

Olmert menyebut yang terpenting saat ini adalah dapat mempertahankan diri dengan cara berbeda sebelum serangan Hamas pada (7/10) lalu.

"Bukan kepentingan Israel mengontrol keamanan Gaza. Adalah kepentingan kami untuk dapat mempertahankan diri dengan cara berbeda dibandingkan sebelum serangan (Hamas) 7 Oktober. Tapi untuk menguasai Gaza lagi? TIDAK," ucap PM yang berkuasa pada 2006-2009 itu.

Kini, tingkat dukungan publik terhadap Netanyahu memang mencapai titik terendah sejak Israel berperang lagi dengan Hamas.

(Tribun-Video.com)

#israel #palestina #gaza #hamas #serangan #pmisrael #perdanamenteri #benjaminnetanyahu #ehudolmert #seranganhamas #militerisrael #militanhamas

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Dhea Andika Rizqi
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved