Rabu, 15 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

PM Israel 'Ogah' Lakukan Gencatan Senjata, Tapi Bertanggung Jawab atas 'Kecolongan' Diserang Hamas

Rabu, 8 November 2023 12:17 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengungkapkan informasi baru dalam sebuah wawancara eksklusif dengan pembawa acara ABC News "World News Tonight" David Muir.

Dilansir dari ABC News pada Selasa (7/11/2023), Netanyahu mengakui bahwa ia memikul tanggung jawab atas kegagalan intelijen di Israel.

Yakni, terkait soal yang mengakibatkan negaranya itu dikejutkan oleh serangan Hamas pada (7/10) lalu.

Diketahui bahwa, menurut pemerintah Israel, serangan Hamas itu telah membunuh lebih dari 1400 warga Israel.

Adapun, Netanyahu sebelumnya menyalahkan para pemimpin militer dan keamanan Israel dalam sebuah unggahan di media sosial X.

Namun, ia kemudian menghapus postingan tuduhan dan kemarahan itu setelah mendapat reaksi keras serta meminta maaf pada unggahan berikutnya.

"Saya tahu Israel bangga dengan kemampuan intelijennya. Kami sekarang tahu serangan Hamas telah direncanakan berbulan-bulan. Kami melihat video pelatihan. Tentu saja kami melihat ribuan teroris Hamas menyerbu Israel. Bagaimana pemerintah Anda bisa melewatkan ini?" Muir bertanya.

“Ini pertanyaan yang sangat bagus, karena tugas pertama pemerintah adalah melindungi rakyat dan, jelas, kita tidak memenuhinya. Kita mengalami kemunduran yang sangat besar,” jawab Netanyahu.

"Sebagai perdana menteri, apakah Anda secara pribadi memikul tanggung jawab apa pun di sini?" Muir mendesak.

Baca: Israel Jatuhkan 35 Ribu Ton Bahan Peledak di Gaza, Kekuatan Setara Bom Nuklir AS di Hiroshima 1945

“Saya telah mengatakan bahwa ini akan menjadi pertanyaan yang sangat sulit, yang akan ditanyakan dan saya akan menjadi orang pertama yang menjawabnya,” jawab Netanyahu. “Kami tidak akan menghindar – tanggung jawab pemerintah adalah melindungi masyarakat dan, jelas, tanggung jawab tersebut tidak dipenuhi.”

Di sisi lain, Netanyahu juga mengatakan bahwa negaranya akan menjaga keamanan Gaza lama setelah perang dengan Hamas berakhir.

Ketika ditanya dalam wawancara tersebut tentang siapa yang harus memerintah Gaza setelah perang, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya yakin Israel akan mengambil tanggung jawab atas kebijakan dan keamanan untuk jangka waktu yang tidak terbatas di Gaza.

“Ketika kita tidak mempunyai tanggung jawab keamanan, yang kita alami adalah meletusnya teror Hamas dalam skala yang tidak dapat kita bayangkan,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan ABC News.

Adapun, komentar Netanyahu itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden, sekutu terdekatnya, bulan lalu memperingatkan Israel agar tidak melakukan pendudukan besar-besaran di Gaza.

Saat itu, Biden menyebut bahwa tindakan tersebut akan menjadi kesalahan besar jika dilakukan.

Meskipun Biden sangat mendukung perang Netanyahu melawan Hamas, kedua pemimpin memiliki perbedaan taktik.

Baca: Israel Jatuhkan 35 Ribu Ton Bahan Peledak di Gaza, Kekuatan Setara Bom Nuklir AS di Hiroshima 1945

Termasuk, upaya untuk mencegah jatuhnya korban sipil dan perlunya jeda dalam pertempuran untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

Sebagai informasi, pada Senin lalu, Netanyahu menegaskan kembali bahwa ia tidak akan menerima gencatan senjata.

Hal itu ia tegaskan, sampai Hamas mau melepaskan tawanannya di Gaza.

Namun, Netanyahu mengisyaratkan keterbukaannya terhadap "jeda pertempuran" untuk memungkinkan pergerakan orang dan bantuan ke Gaza.

“Tidak akan ada gencatan senjata, gencatan senjata umum, di Gaza tanpa pembebasan sandera kami. Sejauh jeda taktis, satu jam di sini, satu jam di sana – kita sudah pernah mengalaminya sebelumnya,” kata Netanyahu.

“Saya kira kita akan memeriksa keadaan agar barang, barang kemanusiaan bisa masuk, atau sandera kita, sandera individu bisa pergi. Namun menurut saya tidak akan ada gencatan senjata secara umum.”

Sebagai informasi, dalam konflik di Timur Tengah antara Israel-Hamas, terhitung sejak (7/10) lalu, korban tewas di Gaza, Palestina sudah mencapai 10.022 orang.

Meski begitu, Israel belum berhenti untuk melakukan serangan yang brutal di Gaza.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, Ashraf al-Qidreh, mengatakan jumlah korban yang terluka mencapai puluhan ribu orang.

Dilansir dari Al Jazeera, korban luka-luka sejak serangan Israel (7/10) lalu di Gaza, terhitung pada Senin (6/11) telah berjumlah 25.408 orang.

(Tribun-Video.com/abcnews.go.com)

Baca artikel terkait di sini

# Konflik Palestina Vs Israel # Hamas # Gaza # Netanyahu

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved