Terkini Metropolitan

MAPPI FHUI Temukan Pelanggaran di Sidang Sadikin

Selasa, 20 November 2018 10:23 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - ‎Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MAPPI-FHUI) melakukan pemantauan terhadap sidang Sadikin, terdakwa kasus dugaan penyelundupan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Kami melakukan pemantauan atas adanya laporan pengaduan yang kami terima dari Sadikin melalui kuasa hukumnya," ucap perwakilan dari MAPPI FHUI, Josua Satria Collins di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

Dari hasil pemantauan, lanjut Josua ditemukan tiga temuan krusial yang melanggar asas ataupun aturan yang ada.Pertama pernah ditundanya sidang melalui telfon kepada terdakwa‎ ketika ia masih di rutan Cipinang, Jakarta Timur. Sehingga proses penundaan tidak diputuskan melalui persidangan yang terbuka oleh Majelis Hakim.

Kedua, ditundanya sidang hingga 6 kali dengan alasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap dengan tuntutannya. Hal ini melanggar asas cepat, sederhana dan berbiaya ringan dalam proses persidangan.

Baca: LBH Masyarakat Melayangkan Somasi kepada Jaksa Agung HM Prasetyo

Ketiga, JPU sempat menyatakan tidak sanggup memenuhi penasihat hukum terdakwa Sadikin untuk menghadirkan rekaman percakapan dan transkrip percakapan antara terdakwa Sadikin dengan seorang Warga Negara Asing (WNA) yang meninggal dunia karena ditembak mati petugas Badan Narkotika Nasional (BNN)

"Artinya ada ketidakseriusan JPU menjadikan proses pemeriksaan tidak berimbang berdasarkan tiga temuan kami, MAPPI FHUI berharap ada langkah kongkret untuk mengevaluasi hal ini. Sehingga putusan yang nantinya akan dikeluarkan adalah putusan yang adil dan berimbang," tambah Josua.

Diketahui kasus ini bermula dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menembak satu dari tiga terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Huang Jhong Wei, Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan.

Huang ditembak mati karena melawan dan berusaha melarikan diri. Huang ditangkap bersama dua orang lainnya, Sadikin dan Akbar Rifa'i di Jalan Lodan Raya, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/3/2018) malam.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti dua buah koper berisi 51,4 kilogram sabu-sabu dengan total 50 bungkus. Sampai akhirnya, hanya Sadikin yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Theresia Felisiani
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved