Terkini Nasional
Heboh Keripik Pisang Narkoba di Bantul, Sri Sultan HB X dan Pemilik Rumah Produksi Bereaksi
TRIBUN-VIDEO.COM- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal peredaran narkoba berbungkus keripik pisang dan happy water di Bantul, DIY.
Sultan mengatakan bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus segera diselesaikan.
Maka dari itu, dia berharap peran kelompok jaga warga semakin ditingkatkan.
Hal tersebut dia sampaikan saat ditemui di kediamannya pada Jumat (3/11/2023).
Sultan Hamengku Buwono X juga meminta kepada masyarakat agar lebih proaktiv melaporkan aktivitas serupa di lingkungan sekitar.
"Memang narkoba itu musuh kita bersama. Harapan saya justru ada peran Jaga Warga, yang bisa menjadi filter baik untuk (menangkal) narkoba, gerakan separatis, soal masalah kekerasan yang terjadi dan sebagainya," harap Sultan.
Kasus ini juga mendapat respons dari pemilik kontrakan yang menjadi rumah produksi narkotika di Padukuhan Pelem Kidul, Kalurahan Baturetno, Kepanewon Banguntapan, Bantul.
Baca: Diproduksi di Rumah, Keripik Pisang Narkoba di Bantul Dijual Online, Dibanderol Rp 1,5 hingga 6 Juta
Wahyuni mengaku terkejut mendengar kabar ini.
Dia bahkan tak mengetahui sama sekali rumah kontrakannya dijadikan sebagai lokasi produksi narkotika.
Pasalnya, produksi narkotika itu dilakukan oleh tersangka R yang merupakan pendatang dari DKI Jakarta dan tinggal di Padukuhan Pelem Kidul sejak kurang lebih sebulan yang lalu.
Wanita berusia 66 tahun itu mengaku tak ada gerak-gerik yang mencurigakan selama ini.
Ia mengira pelaku hanya menggunakan kontrakan sebagai tempat istirahat.
"Saya terkejut tiba-tiba ada pengungkapan tempat produksi narkotika di rumah kontrakan saya. Karena selama ini saya kira yang ngontrak itu cuma tidur saja," katanya kepada wartawan di kediamannya yang tak jauh dari tempat kontrakan tersangka R, Jumat (3/11/2023).
Sebab, hampir setiap hari, pintu rumah di kediaman tersangka R selalu ditutup dan R hanya keluar rumah saat mencari makan saja.
Maka dari itu, Wahyuni mengira bahwa tersangka R adalah pengangguran atau tidak memiliki kesibukan selain tidur.
"Kalau ketemu pasti dia mau cari makan. Pernah kemarin-kamarin gitu juga. Saya ketemu dia di depan rumah saya, terus saya tanya, mau ke mana, dia jawab mau cari makan," tutur Wahyuni.
Sebagaimana diketahui, petugas kepolisian berhasil menangkap delapan tersangka yang terlibat memproduksi dan mengedarkan narkoba dengan bungkus keripik pisang dan happy water.
Kedelapan tersangka yakni MAP, D, AS, BS, EH, MRE, AR, dan R.
Baca: Peran 8 Pelaku yang Ditangkap dalam Produksi Keripik Pisang Narkoba dan Happy Water di Bantul
Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada mengatakan mereka memiliki peran dan tugas yang berbeda.
Di mana, tersangka MAP bertugas sebagai pengelola akun media sosial, tersangka D bertugas sebagai pemegang rekening, tersangka AS bertugas sebagai pengambil hasil produksi dan penjaga gudang pemasaran.
Kemudian, tersangka EH bertugas sebagai pengolah atau koki dan distributor.
Sementara BS, MRE, AR, R bertugas sebagai pengolah atau koki pembuatan produk happy water narkotika dan keripik pisang narkotika.
Produk-produk tersebut dijual dengan harga yang sangat fantastis melalui sejumlah media sosial tanpa kode khusus.
Di mana, cairan happy water narkotika per botol berisi 10 mili dijual dengan harga Rp1,2 juta dan keripik pisang narkotika ukuran 50 gram, 75 gram, 100 gram, 200 gram, 500 gram dijual dengan harga Rp1,5-Rp6 juta per bungkusnya.
Terkait asal ide pembuatan cairan happy water narkotika dan keripik pisang narkotika, Komjen Wahyu Widada, berujar bahwa itu dilakukan oleh sejumlah oknum pengendali.
"Ada pengendalinya. Pengendalinya sekarang masih DPO. Mereka yang memberikan instruksi. Kami juga tidak tahu, nanti kami tanya (kepada delapan tersangka yang sudah diamankan)," tuturnya.
Lebih lanjut, pengendali yang masuk dalam daftar DPO itu berjumlah empat orang.
DPO tersebut berperan sebagai pengendali di setiap tempat kejadian perkara.
Hingga kini, empat DPO itu terus dilakukan penyelidikan oleh jajaran Polri.
"Itu adalah hal yang baru. Yang kadang-kadang kita pikir tidak masuk akal. kok bisa ya dijual seperti itu," terangnya.
(Tribun-Video.com/ TribunJogja.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Penggerebekan Rumah Produksi Narkoba di Banguntapan Bantul, Sri Sultan HB X Turut Angkat Bicara
# Sri Sultan Hamengku Buwono X # Keripik Pisang Narkoba # Happy Water # Bantul
Reporter: Nurul Ashari
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Syawalan di Bantul, Gubernur DIY Singgung Pengabdian ASN dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Jumat, 10 April 2026
Terkini Daerah
Warga Yogyakarta Gelar Kirab dan Sowan Massal Peringati HUT ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X
Jumat, 3 April 2026
Live Update
Tak Kalah Populer dari Parangtritis, Pantai Goa Cemara Bantul Kini Jadi Destinasi Pilihan Wisatawan
Selasa, 24 Maret 2026
tribunnews update
2 Tersangka Pembunuhan di Sedayu Bantul Terancam Pidana Mati, Sindiran "Sok Alim" Jadi Pemicu
Rabu, 11 Maret 2026
Tribunnews Update
Pelaku Pembunuhan di Sedayu Bantul Sempat Melayat ke Rumah Korban, Bersikap Seolah Tak Bersalah
Rabu, 11 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.