Suara Politik
PDIP Kritik Titiek Soeharto soal Orde Baru
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menanggapi peryataan politikus Partai Berkarya Titiek Soeharto yang menginginkan Indonesia kembali pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.
Basarah menyebut, peryataan Titiek Soeharto itu merupakan salah satu platform perjuangan Partai Berkarya. Untuk itu, ia sangat menghormati peryataan Titiek tersebut.
Namun, Basarah mengingatkan kembali semangat reformasi yang kini sedang berjalan.
"Era reformasi lahir dan berjalan sampai sekarang sebagai antitesa dari kritik terhadap penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan di bawah Pak Harto selama 32 tahun yang menjalankan prinsip-prinsip kekuasaan secara otoritarian," kata Basarah di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).
Wakil Ketua MPR RI ini menyebut, keinginan kembali ke era Orde Baru dapat diindikasikan ingin mewujudkan kembali kepemimpinan pemerintahan yang otoritarian.
"Itu bertentangan dengan semangat reformasi yang kita bangun saat ini, karena Pak Harto mengakhiri jabatannya tidak secara istikamah kalau secara Islamnya," ungkap Basarah.
Baca: Ucapkan Selamat ke Prabowo, Titiek Soeharto: Selamat Ulang Tahun Mas Bowo, Semoga Diberi Kepercayaan
Basarah mengatakan, keluarnya Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi alasan dan pertanyaan besar soal kepemimpinan Soeharto.
Bunyi Tap MPR itu, katanya, juga memuat tentang mengadili para pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi termasuk mantan Presiden Soeharto.
"Jadi secara yuridis ketatanegaraan status Pak Harto ini adalah tersangka korupsi," tegas Basarah.
Untuk itu, menurutnya, semangat menghadirkan kembali era Orde Baru perlu dipertimbangkan ulang.
"Tetapi secara politik kita menghormati keputusan Partai Berkarya jika ingin menjadikan tujuan perjuangannya mengimplementasikan kembali apa yang menjadi pola cara kepemimpinan Pak Harto waktu itu," terang Basarah.
Dikabarkan, melalui akun Twitter pribadinya, @TitiekSoeharto yang diunggah pada Rabu, 14 November 2018 mentwit kalimat yang menyinggung Orde Baru.
Dia mengatakan, jaman pemerintahan ayahnya, Indonesia dalam keadaan yang sukses dan swasembada pangan.
"Sudah cukup... Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia," kata Titiek Soeharto. (*)
TONTON JUGA:
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Sumber: Tribunnews.com
Nasional
Partai Buruh Tegas Tolak Pilkada via DPRD, Said Iqbal Singgung Trauma Orde Baru
Selasa, 13 Januari 2026
Rakernas PDIP Ditutup: Tolak Pilkada Lewat DPRD, Tegaskan TNI-Polri Harus Bersih
Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Hari Kedua: Rekomendasi Soal Pilkada Diumumkan Senin Besok
Minggu, 11 Januari 2026
Rakernas & HUT Ke-53 PDIP: Konsolidasi Bahas Pilkada Lewat DPRD hingga Isu Geopolitik
Minggu, 11 Januari 2026
LIVE UPDATE
Apresiasi Pemerintah, Titiek Soeharto Dorong Indonesia Swasembada Kedelai hingga Bawang Putih
Minggu, 11 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.