Rabu, 15 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

AS Tolak Dukung Relokasi Paksa, Biden Ingin Jamin Transit Aman bagi Warga yang Tinggalkan Gaza

Rabu, 1 November 2023 11:05 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM- Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby menyatakan, AS tidak mendukung “relokasi paksa” warga Palestina di Jalur Gaza.

“Kami mendukung upaya perjalanan yang aman bagi warga sipil di Gaza dan mereka yang ingin meninggalkan Gaza, sembari menegaskan bahwa kami tidak akan mendukung relokasi paksa warga Palestina ke luar Gaza,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby.

Pemerintahan Biden ingin menjamin transit yang aman bagi individu yang meninggalkan Gaza.

Yakni, dengan fokus khusus untuk memastikan keselamatan warga negara AS.

Kirby mengatakan AS terus mendesak dimulainya kembali layanan penting.

Termasuk air dan pengiriman bahan bakar di Jalur Gaza.

Baca: Dokumen Berisi Rencana Pemindahan Paksa 2,3 Juta Warga Sipil Gaza ke Sinai Bocor, Picu Kecaman Dunia

Pasalnya bahan bakar menjadi hal yang sangat penting di sini, tentunya dalam beberapa jam dan hari mendatang karena stok yang ada semakin menipis

“Bahan bakar akan menjadi hal yang sangat penting di sini, tentunya dalam beberapa jam dan hari mendatang karena stok yang ada semakin menipis hingga hampir kosong,” katanya.

Selain meningkatnya jumlah korban sipil di Gaza, blokade yang dilakukan Israel juga memutus pasokan bahan bakar, listrik, dan air ke wilayah kantong Palestina tersebut.

Pihaknya juga mencatat bahwa 66 truk masuk ke Gaza dalam 24 jam terakhir dengan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa.

Puluhan truk tersebut membawa bantuan berupa makanan, air dan obat-obatan.

“Jumlahnya sedikit dibandingkan dengan kebutuhan untuk masuk dan kami akan terus bekerja sangat keras. Puluhan truk lagi diperkirakan akan selesai hari ini,” kata Kirby.

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres hari Selasa (31/10) menegaskan kembali tuntutannya untuk segera melakukan gencatan senjata kemanusiaan dan “akses kemanusiaan tanpa hambatan.

Adapun hal itu untuk “memenuhi kebutuhan mendesak yang diakibatkan oleh bencana yang terjadi di Gaza.”

Baca: Kabinet Perang Israel Mulai Terpecah di Tengah Konflik Gaza, Netanyahu Malah Salahkan Intelijennya

“Tingkat bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza hingga saat ini sama sekali tidak memadai dan tidak sepadan dengan kebutuhan masyarakat di Gaza, sehingga menambah tragedi kemanusiaan,” dia memperingatkan.

Terkini, Israel telah menyetujui untuk mengizinkan 100 truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza setiap hari.

Hal itu dilakukan setelah keterlibatan diplomatik intensif oleh pemerintahan Biden.

Adapun kesepakatan itu dicapai beberapa jam setelah Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memberi peringatan terkait menipisnya bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Yakni, jumlah truk bantuan yang memasuki Gaza tidak cukup untuk memenuhi “kebutuhan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” di wilayah tersebut.

Penghubung militer Israel dengan Palestina, COGAT menyatakan, bantuan tersebut telah terkumpul hingga ratusan ton.

Lanjut puhaknya mengatakan, sekira 39 truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza pada hari Senin (31/10).

Lalu, enam lebih sedikit dari jumlah yang dilaporkan AS pada hari sebelumnya.

Baca: Kabinet Perang Israel Mulai Terpecah di Tengah Konflik Gaza, Netanyahu Malah Salahkan Intelijennya

Sementara itu, Juru bicara Departemen Luar Negeri Matt Miller mengatakan AS menargetkan jumlah bantuan akan meningkat setiap hari.

Sebagai informasi, masalah bantuan kemanusiaan untuk Gaza telah menjadi kontroversi di Israel meskipun banyak yang berpendapat bahwa tidak ada yang boleh diizinkan masuk.

Sempat disebutkan, Israel akan membuka blokade apabila Hamas dan Jihad Islam Palestina membebaskan lebih dari 230 sandera yang mereka sandera di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.

Sebelumnya, Israel telah memperluas serangan udara dan daratnya di Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan mendadak Hamas pada awal Oktober.

Lebih dari 10.000 orang telah tewas dalam konflik tersebut sejak saat itu.

Termasuk 8.525 warga Palestina dan 1.538 warga Israel.

(Tribun-Video.com/middleeastmonitor.com).

Artikel ini telah tayang dengan judul: US will not support 'any forced relocation of Palestinians outside of Gaza': White House

Host: Adilla Risna
Vp: Rania A.

# Amerika Serikat # relokasi # Gaza # Israel

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Amerika Serikat   #relokasi   #Gaza   #Israel

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved