Rabu, 29 April 2026

Live Update

Hamas Ancam PERMALUKAN Israel di Mata Dunia, Al Qassam akan Tunjukkan Kekuatan Sebenarnya

Selasa, 31 Oktober 2023 15:36 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM - Tentara Israel mengumumkan bahwa pihaknya mulai melakukan serangan darat ke wilayah Gaza.

Terkait hal ini, pejuang Hamas yang tergabung dalam Brigade Izzuddin al-Qassam mengatakan milisinya di Gaza siap menghadapi serangan Israel dengan "kekuatan penuh."

Hamas yang menguasai Gaza mengatakan pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di daerah sekitar perbatasan dengan Israel.

Hal ini disampaikan setelah Israel melaporkan serangan intensif di Gaza.

Diketahui, pertempuran berkecamuk di Gaza pada Sabtu (28/10/2023) pagi.

Israel memperluas operasi daratnya dan memutus komunikasi ke wilayah Palestina, tiga pekan setelah serangan tidak terduga pada 7 Oktober 2023.

Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan pada Sabtu bahwa perang kali ini merupakan titik balik dalam sejarah dan kemerdekaan Palestina.

Ia menegaskan pada Israel bahwa Al Qassam akan menunggu Israel dan menunjukkan kekuatan sebenarnya.

Bahkan Abu Ubaida menyebut akan mempermalukan Israel di mata dunia.

Baca: Israel Disebut MUSTAHIL Hancurkan Hamas di Gaza karena Medan Perkotaan yang Sangat Kompleks

“Kami menegaskan kembali kepada Israel, yang setiap hari mengancam akan melakukan invasi darat: kami menunggu kalian, kami akan mengajari kalian dan dunia seperti apa kekuatan sebenarnya. Kami akan menemui kalian dengan kekuatan yang tidak dapat kalian bayangkan. Kami akan mempermalukan Anda di mata dunia."

Juru bicara militer Israel Mayor Nir Dinar mengatakan, pasukan militer negara itu beroperasi di dalam Gaza seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Dengan puluhan ribu tentara berkumpul di sepanjang perbatasan Gaza menjelang invasi besar-besaran, pasukan Israel juga melakukan serangan darat terbatas pada Rabu dan Kamis (25-26/10/2023) malam.

“Menyusul serangkaian serangan pada hari-hari terakhir, pasukan darat memperluas operasi darat malam ini,” kata juru bicara militer Daniel Hagari pada Jumat (27/10/2023).

Militer Israel juga mengatakan, pihaknya telah meningkatkan serangannya dengan cara yang sangat signifikan.

Sementara Brigade al-Qassam mengatakan melalui Telegram, bahwa mereka membalasnya dengan salvo roket.

“Jika (Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu memutuskan untuk memasuki Gaza malam ini, perlawanan sudah siap. Sisa-sisa prajuritnya akan ditelan tanah Gaza," kata anggota senior biro politik Hamas Izzat al-Rishq.

Izzat al-Rishq berjanji bahwa Brigade Al-Qassam dan semua kekuatan perlawanan Palestina siap untuk menggagalkan serangan Israel.

“Netanyahu dan tentaranya yang akan dikalahkan tak akan mampu meraih keuntungan militer apa pun,” katanya.

Laporan mengenai pertempuran darat ini muncul setelah Majelis Umum PBB menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Resolusi tidak mengikat tersebut mendapat dukungan luar biasa dan disambut baik oleh Hamas.

Hamas mengatakan semua koneksi internet dan komunikasi di Gaza telah terputus.

Baca: Kelompok Militan Hamas Rilis Video Berdurasi 76 Detik yang Tampilkan 3 Sandera Wanita Asal Israel

Mereka menuduh Israel mengambil tindakan tersebut untuk melakukan pembantaian dengan serangan balasan berdarah dari udara, darat dan laut.

Perusahaan telekomunikasi dan Masyarakat Palang Merah Palestina mengatakan serangan Israel menyebabkan jaringan internet dan telepon di Gaza berhenti berfungsi selama lebih dari 12 jam.

Human Rights Watch juga memperingatkan bahwa pemadaman telekomunikasi yang hampir total di Gaza berisiko menutupi kekejaman massal.

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan layanan ambulans telah terganggu.

“Kami benar-benar kehilangan kontak dengan ruang operasi di Jalur Gaza dan semua tim kami yang beroperasi di sana,” katanya di X.

Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Lynne Hastings mengatakan, telah kehilangan kontak dengan dunia luar.

Dia memperingatkan bahwa rumah sakit dan operasi kemanusiaan tidak dapat dilanjutkan tanpa komunikasi.

Diketahui, Israel melancarkan pemboman terhadap Gaza setelah Hamas melakukan serangan tidak terduga di wilayah perbatasan Israel pada 7 Oktober.

Tindakan ini diklaim Israel menewaskan 1.400 orang.

Hamas juga menyandera sekitar 300 orang setelah serangan.

Warga Palestina yang gugur di Gaza pada Sabtu telah melonjak menjadi lebih dari 7.700 orang sejak 7 Oktober.

Sedangkan 377 kematian dilaporkan sejak Jumat malam.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Mayoritas dari mereka yang syahid adalah perempuan dan anak di bawah umur.

Pemboman Israel telah membuat lebih dari 1,4 juta orang mengungsi di wilayah padat penduduk tersebut, bahkan ketika pasokan makanan, air, dan listrik ke Gaza hampir terputus sama sekali.

(*)

Artikel ini telah tayang di thehindu.com dengan judul Israel-Hamas war, Day 22 updates | Netanyahu says fighting in Gaza will be ‘long and difficult’

# Hamas # ancam # Israel # Kekuatan # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Hamas   #ancam   #Israel   #Kekuatan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved