Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Ultimatum PM Netanyahu: Israel Bakal Hadapi Kekalahan 'Lebih dari Apa yang Ditakutkan' di Gaza
TRIBUN-VIDEO.COM - Gerakan perlawanan Palestina Hamas, memperingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu agar tidak berencana memperluas invasi darat ke Jalur Gaza.
Seperti diketahui, konflik yang terjadi antara Israel dan pembela Palestina, Hamas telah terjadi selama lebih dari tiga minggu.
Adapun, dilansir dari Farsnews pada Minggu (29/10/2023) sosok Abu Ubaida, juru bicara sayap militer gerakan yang berbasis di Gaza, Brigade Al-Qassam, adalah yang mengeluarkan peringatan tersebut.
Ia melontarkan ultimatum itu, setelah Netanyahu mengumumkan apa yang dia klaim sebagai “tahap kedua” dari serangan darat tentara pendudukan Israel ke Gaza.
Dalam keterangan yang dilaporkan oleh Presstv, Abu Ubaida memperingatkan Netanyahu, Israel akan menghadapi kekalahan di Gaza secara 'Lebih Besar dari Apa yang Ditakutkan'.
“Kami masih menunggunya,” kata Abu Ubaida dalam sebuah pernyataan video, sambil menambahkan, “Kami akan membuat dia merasakan, dengan kekuatan Tuhan, kekalahan yang lebih besar dari apa yang dia harapkan atau takuti”.
Baca: Kondisi Gaza Makin Parah karena Serangan Israel, Jokowi: Indonesia Sangat Marah
Juru bicara Al-Qassam itu, juga mengecam negara-negara Arab karena kurangnya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung.
Ia bahkan mengatakan rezim pendudukan Israel, sebagai pihak yang harus disalahkan atas kegagalan mencapai kesepakatan mengenai pertukaran tahanan dengan warga Palestina.
“Kepada para pemimpin negara-negara Arab kami…Kami tidak meminta Anda untuk memobilisasi tentara dan tank Anda, amit-amit, untuk membela anak-anak Arab dan Islam di Gaza,” kata Abu Ubaida, sambil menambahkan, “Tetapi apakah Anda sudah mencapai tujuan? titik di mana Anda tidak dapat mengirimkan bantuan dan bantuan kemanusiaan?"
Lebih lanjut, Juru bicara tersebut menekankan bahwa ada banyak kontak dan solusi mengenai masalah orang Israel yang ditahan Hamas.
Ada juga peluang untuk mencapai kesepakatan antar kedua belah pihak terkait ratusan sandera tersebut.
Baca: Perang Israel-Hamas Makin Memanas, Amerika Serikat Putuskan Tidak akan Terjunkan Pasukan Tempur
Namun, pihak Hamas mengatakan, Israel justru tidak bersedia menyetujui ketentuan perjanjian tersebut.
Padahal, perjanjian berfokus pada pembebasan 200 tawanan Israel yang ditahan oleh Brigade Al-Qassam, serta sisanya yang ditahan oleh faksi perlawanan Palestina lainnya.
Sebagai informasi, Brigade Al-Qassam sebelumnya mengumumkan bahwa sekitar 50 tawanan telah tewas dalam perang Israel di Gaza.
Kemudian, karena serangan balasan Israel sejak (7/10) lalu, dikabarkan bahwa lebih dari 8.000 warga Palestina yang tidak bersalah di Gaza tewas.
Termasuk, lebih dari 3.500 anak-anak di dalamnya menjadi korban jiwa.
Tak hanya itu, serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 20.500 orang lainnya terluka.
(Tribun-Video.com/farsnews.ir/en)
Baca artikel terkait di sini
# Perang Israel-Hamas # Palestina # Gaza # PM Netanyahu
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Iran Tak Beri Ampun Rudal Aset Militer dan Tentara Israel di Jalur Gaza: Komando Militer Terdampak
Rabu, 25 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Pejabat PBB Menuding Israel Melakukan Pembersihan Etnis, Ungkap Dugaan Genosida Sistematis
Rabu, 25 Maret 2026
Tribun Video Update
Prabowo Telepon Presiden Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab & PM Malaysia, Memiliki Makna Strategis
Selasa, 24 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Tentara IDF Berkhianat, Bocorkan Rahasia Iron Dome ke Iran hingga Tel Aviv Remuk, Kini Ditangkap
Senin, 23 Maret 2026
Mancanegara
Larang Salat Idulfitri di Masjid Al Aqsa! Pasukan Israel Lempar Granat ke Warga Palestina
Sabtu, 21 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.