Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Bongkar Syarat Jika Sandera Ingin Dibebaskan: Israel Harus Hentikan Kampanye Pengeboman
TRIBUN-VIDEO.COM- Pejabat kelompok militan Palestina, Hamas membeberkan syarat pembebasan sandera kepada media berita russiatoday.
Anggota biro politik kelompok Hamas, Basem Naim menegaskan, militan Palestina tak dapat melepaskan sandera yang ditahannya di Gaza sampai militer Israel menghentikan kampanye pengeboman.
Pernyataan tersebut disampaikan Basem Naim dalam kunjungan delegasinya ke Moskow minggu ini.
Naim menyebut, Hamas tidak dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan mengenai identitas para sandera yang ditahan.
Pasalnya, para sandera ditahan di lokasi yang berbeda.
Baca: Dentuman Bom di Gaza Picu Ketakutan Israel Selatan, Warga Ashkelon: Perang Ini Sesuatu yang Beda
“Orang-orang yang ditangkap [ditahan] di tempat berbeda oleh kelompok berbeda di lokasi berbeda,” katanya, seraya menambahkan bahwa “kami [selalu] menyerukan gencatan senjata agar ada kemungkinan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan” dan menyusun daftar rinci orang-orang yang ditangkap. para sandera. Pejabat Hamas juga mengklaim bahwa beberapa orang yang ditahan kelompok tersebut “tidak berada di Jalur Gaza.”
Lanjut Naim menyatakan, Hamas telah siap melepaskan semua orang yang disandera sejak hari pertama namun terbatas.
Yakni, Hamas hanya bisa melakukannya apabila dimungkinkan, termasuk dari segi keamanan.
" tidak merinci persyaratan pasti yang harus dipenuhi untuk membebaskan para sandera.
Basem Naim menyatakan bahwa para militan berupaya melakukan yang terbaik untuk menjaga para sandera tetap hidup.
“Mereka telah mengebom ribuan rumah tanpa peringatan sebelumnya,” tambahnya, mengacu pada militer Israel.
Baca: Frustasi Tak Bisa Bobol Terowongan Bawah Tanah Hamas, Israel Lepaskan 100 Jet ke Labirin Al Qassam
Di sisi lain Naim juga memberi peringatan apabila militer Israel tidak segera berhenti, maka pertempuran kemungkinan besar akan meluas diluar Gaza.
“Konflik ini akan meluas ke kawasan ini dan mungkin… lebih jauh lagi,” katanya.
Pihaknya, juga menyatakan bahwa konflik tersebut pada dasarnya bersifat politis dan harus diselesaikan melalui cara-cara politik.
Lanjut Naim Naim juga memperingatkan agar tidak mengubah konflik antara Israel dan Palestina menjadi konflik agama.
Sebab, hal itu akan mengadu Israel dengan komunitas Muslim global.
Sehingga, nantinya akan menyebabkan destabilisasi di seluruh dunia.
Sebelumnya, Delegasi Hamas tiba di ibu kota Rusia pada Kamis (26/10) untuk melakukan perundingan.
Baca: Sering Gonta Ganti Pasangan, Selebgram di Semarang Tak Tahu Siapa Ayah Bayi yang Dibunuhnya
Adapun tim tersebut dipimpin oleh anggota biro politik Hamas lainnya, Moussa Mohammed Abu Marzouk.
Lalu pada Jumat (27/10) Marzouk mengatakan dia telah menerima daftar warga negara Rusia yang diduga ditahan oleh Hamas di Gaza.
Dilaporkan media berita russiatoday, meski sulit kelompok Hamas akan memperhatikan daftar tersebut dan mencari orang-orang itu secara menyeluruh.
“Ini sulit tetapi kami sedang mencari [mereka],” katanya.
Terkini, delegasi itu juga mengklaim Hamas akan memberikan perhatian lebih besar terhadap permintaan dari Rusia.
(Tribun-Video.com/rt.com).
Artikel ini telah tayang dengan judul: Hamas official reveals conditions for hostages’ release to RT
Host: Adilla Risna
VP: Latif
# Hamas # sandera # Jalur Gaza # serangan
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Video
LIVE UPDATE
TNI Tegaskan Penyiram Andrie Yunus Disidang di Pengadilan Militer, Berkas Perkara BAIS TNI P21
2 menit lalu
Internasional
Alarm Perang! Rusia Sebut Negosiasi Cuma Kedok, AS-Israel Siap Invasi Iran?
6 menit lalu
Tribunnews Update
Israel Pertimbangkan Gencatan Senjata Sementara di Lebanon di Bawah Desakan Amerika Serikat
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Rusia Disebut Bantu Militer Iran, Tentara Israel Sekarat Diledakkan
2 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Hanya 3 Menit Hizbullah Buat IDF Keok, Puluhan Roket Bergantian Hujani Posisi Tentara Israel & Barak
3 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.