Minggu, 26 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

PBB Ingatkan Serangan Darat Lawan Hamas di Gaza Berpotensi Terjadi Penderitaan Lebih Banyak

Minggu, 29 Oktober 2023 11:54 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM- Tentara Israel memperingatkan bahwa Kota Gaza dan wilayahnya dianggap sebagai “medan perang”, Sabtu (28/10/2023).

Atas kondisi tersebut, pasukan pertahana Israel (IDF) tegas memerintahkan penduduk untuk segera pergi ke arah selatan.

Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres membuka suara.

Yakni, Antonio mengaku terkejut dengan serangan udara besar-besaran Israel pada malam hari di Gaza.

Baca: Dentuman Bom di Gaza Picu Ketakutan Israel Selatan, Warga Ashkelon: Perang Ini Sesuatu yang Beda

Mengingat serangan tersebut berlangsung di tengah terputusnya komunikasi di jalur Gaza yang terkepung.

“Sayangnya, saya justru terkejut dengan peningkatan pemboman yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga melemahkan tujuan kemanusiaan. Situasi ini harus dibalik,” katanya.

Lantas, Guterres menelepon Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi di hari saat Israel melakukan serangan di akhir pekan..

Yakni, Guterres dan Abdel Fattah, membahas upaya diplomatik yang tengah berlangsung untuk meredakan perang antara Israel dan Hamas.

Hal senada disampaikan oleh Kepala hak asasi manusia PBB.

Pihaknya mengatakan pemboman udara dan darat yang intens yang dilakukan Israel semalaman telah membawa krisis di Gaza ke tingkat kekerasan dan penderitaan baru.

Baca: Dentuman Bom di Gaza Picu Ketakutan Israel Selatan, Warga Ashkelon: Perang Ini Sesuatu yang Beda

Menurutnya, pemadaman listrik telah menambah kesengsaraan dan penderitaan warga sipil di wilayah Palestina.

Mengingat ambulans dan tim pertahanan sipil tidak lagi dapat menemukan korban luka.

“Konsekuensi kemanusiaan dan hak asasi manusia akan sangat menghancurkan dan bertahan lama,” kata Turk.

“Mengingat cara operasi militer dilakukan hingga saat ini, dalam konteks pendudukan yang telah berlangsung selama 56 tahun, saya meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan konsekuensi bencana dari operasi darat skala besar di Gaza dan potensi jatuhnya ribuan warga sipil lagi. untuk mati,” tambahnya.

Terkait perang Israel Hamas dan Israel yang semakin memanas, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Barat sebagai penyebab utama konflik di Gaza.

“Pelaku utama pembantaian di Gaza adalah pihak Barat. Dengan pengecualian beberapa orang yang menyuarakan pendapat mereka, pembantaian (ini) sepenuhnya merupakan ulah Barat,” kata kepala negara.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam pertemuan untuk mendukung Palestina yang dihadiri beberapa ratus ribu orang di bekas bandara Atatürk di Istanbul.

Baca: Viral Video Haru Perjuangan Ibu Cari Rongsok Sambil Gendong Anak yang Tertidur Pulas di Atas Karung

Menurut Erdogan, Amerika Serikat gencar memberi bantuan ke negara sekutunya.

Yakni, seperti memasok senjata dan amunisi ke Israel untuk melancarkan serangannya ke kelompok Hamas.

Dalam pidatonya yang mengungkapkan kalimat pedas, Erdogan menantang negara-negara Barat yang menciptakan suasana perang salib terhadap umat Islam.

“Semua orang tahu bahwa Israel tidak dapat mengambil langkah tanpa mereka,” katanya, mengkritik negara-negara Barat karena gagal menyerukan gencatan senjata.

Sedangkan, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan, perang melawan Hamas telah "memasuki fase baru".

Yakni, perang tersebut dilakukan sengaja untuk menghabisi total kelompok Hamas.

“Kita telah memasuki fase baru dalam perang. Kemarin, bumi di Gaza berguncang,” kata Gallant dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh kementerian.

(Tribun-Video.com/euronews.com).

Artikel ini telah tayang di Euronews.com

Host: Adilla Risna
VP: latif

# PBB # serangan darat # Israel # Gaza

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Video

Tags
   #PBB   #serangan darat   #Israel   #Gaza

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved