TRIBUNNEWS UPDATE
Presiden Turki: Hamas Bukan Teroris tapi Kelompok Pembebasan yang Berjuang Lindungi Tanah Palestina
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Hamas bukan kelompok teroris.
Menurutnya, Hamas merupakan kelompok pembebasan yang berjuang untuk melindungi tanah mereka.
Hal itu disampaikan Erdogan dalam pidatonya di depan anggota perlemen, Rabu (25/10).
"Hamas bukanlah organisasi teroris, mereka adalah sekelompok mujahidin yang mempertahankan tanah mereka," kata Erdogan, dikutip dari Al Arabiya, Rabu (25/10).
Selama ini, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa menganggap Hamas sebagai kelompok radikal.
Baca: Presiden Turki Erdogan Umumkan 3 Hari Berkabung untuk Palestina, Pasang Bendera Setengah Tiang
Baca: Dunia Kecam Aksi Serangan Israel ke Rumah Sakit Tertua di Gaza, Erdogan: Aksi Tak Bermoral
Sebab, serangan yang diluncurkan ke Israel pada 7 Oktober telah menewaskan warga sipil.
AS bahkan meminta Israel untuk melenyapkan Hamas, namun tetap ingin Palestina merdeka.
Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menyampaikan bahwa dirinya batal mengunjungi Israel.
Pembatalan ini berkaitan dengan situasi perang yang semakin memanas.
Erdogan lantas mendesak Israel dan Hamas untuk segera melakukan gencatan senjata demi terciptanya perdamaian.
Selain itu dirinya juga meminta agar penyeberangan Rafah tetap dibuka.
Tujuannya agar bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza bisa cepat disalurkan.
(Tribun-Video.com)
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Ribut Gegara Warisan Rp1 Miliar, Warga Muratara Tewas Ditusuk di Hadapan Istri dan Anaknya
11 menit lalu
Tribunnews Update
Prabowo Subianto Minta Maaf & Mundur dari Ketua Umum PB IPSI: Tugas Kebangsaan Menyita Waktu
1 jam lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: China Kirim Senjata ke Teheran, Negara Eropa Murka Ogah Bantu Israel, AS Ketakuan
1 jam lalu
Tribunnews Update
Spanyol Murka Diusir Netanyahu dari Pusat Gencatan Senjata Gaza, Ajak Eropa Putus Kerja Sama Israel
1 jam lalu
Tribunnews Update
Iran Disebut Terkendala Buka Selat Hormuz, Terlanjur Tebar Ranjau Kini Tak Tahu Lokasi Pastinya
1 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.