Live Update
IDF Klaim Serang 320 Sasaran Hamas dan Jihad Islam di Gaza, Tempat Persembunyian Terbongkar
TRIBUN-VIDEO.COM - Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pihaknya menyerang sekitar 320 sasaran milik kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza selama sehari terakhir, Senin (23/10/2023).
Saat IDF mempersiapkan serangan darat di Gaza, militer mengatakan serangan tersebut terfokus pada lokasi yang berpotensi membahayakan pasukan.
Semalam, Angkatan Udara menyerang terowongan tempat persembunyian anggota Hamas dan Jihad Islam, lokasi militer, posisi observasi, dan posisi mortir dan peluru kendali anti-tank.
Selain itu, IDF mengatakan pasukan infanteri, artileri, dan tank menyerang sejumlah sel Hamas di Gaza, termasuk satu sel yang berencana melakukan serangan rudal di perbatasan.
Sementara itu, dari laporan The Times of Israel, IDF percaya bahwa untuk mencapai tujuan pemerintah dalam perang melawan kelompok Hamas, militer harus memulai serangan darat di Jalur Gaza secepatnya.
Israel mengatakan perangnya melawan Hamas bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur kelompok teror yang didukung Iran dan telah berjanji untuk membubarkan organisasi tersebut setelah pembantaian 7 Oktober.
Dipimpin oleh Hamas dan dilakukan bersama kelompok lainnya, serangan tersebut menyebabkan sekitar 2.500 militan Hamas menyerbu perbatasan ke Israel dari Jalur Gaza melalui darat, udara, dan laut, menewaskan sekitar 1.400 orang dan menyandera sedikitnya 222 orang dari segala usia, di bawah serangan tersebut.
Times of Israel mengetahui bahwa, setelah 16 hari serangan udara, IDF telah mengatakan kepada pemerintah bahwa mereka sepenuhnya siap untuk serangan darat di Jalur Gaza.
Baca: Putra Pendiri Hamas yang Jadi Mata-mata Israel, Anjurkan Zionis Hancurkan Terowongan Hamas Pakai Gas
IDF yakin bahwa mereka dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, bahkan dengan risiko kehancuran.
Akan banyak korban jiwa di pihak tentara, dan di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh Hizbullah di utara.
Namun pihak militer khawatir bahwa pemerintah tidak akan pernah memberikan perintah untuk memulai serangan darat, atau menundanya untuk jangka waktu yang lama.
Jika tentara perlu mengalihkan fokusnya ke front utara dan bukan ke Gaza, mereka yakin bahwa hal itu dapat berubah hanya dalam beberapa hari.
IDF telah memperkuat perbatasan Lebanon, namun sebagian besar pasukan masih berada di dekat Gaza, menjelang serangan darat yang diperkirakan akan dilakukan.
Mengenai 222 sandera yang dikonfirmasi ditahan oleh Hamas dan kelompok lainnya di Jalur Gaza, militer telah mempersiapkan kemungkinan operasi penyelamatan di tengah serangan darat.
Tentara khawatir pembebasan sandera lebih lanjut oleh Hamas akan menyebabkan kepemimpinan politik menunda serangan darat atau bahkan menghentikannya di tengah jalan.
Pada Jumat (20/10/2023), Hamas membebaskan seorang ibu dan anak perempuan Amerika.
Menurut beberapa laporan, hal ini mengakibatkan penundaan serangan darat, dengan harapan lebih banyak orang dapat dibebaskan.
Namun, IDF yakin bahwa serangan mungkin akan menekan Hamas untuk melepaskan sandera lebih lanjut.
Pada hari Senin, The New York Times melaporkan bahwa Gedung Putih ingin Israel menunda operasi daratnya untuk memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi untuk membebaskan sandera yang ditahan oleh teroris di sana, serta agar bantuan kemanusiaan dapat memasuki wilayah kantong Palestina.
Laporan tersebut, yang mengutip beberapa pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pemerintahan Biden juga ingin meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi serangan terhadap sasaran AS di kawasan dari kelompok-kelompok yang berbasis di Iran, yang diyakini akan meningkat seiring dengan berlanjutnya perang.
Para pejabat mengatakan bahwa AS tidak meminta Israel untuk membatalkan invasi darat, namun menyarankan mereka untuk menunggu.
Washington masih sepenuhnya mendukung tujuan Israel untuk menghancurkan Hamas setelah serangan mematikan tersebut.
Pihak militer mengharapkan pemerintah segera mengambil keputusan mengenai serangan darat, karena pasukan yang ditempatkan di perbatasan hanya akan berada dalam kondisi siaga tinggi untuk jangka waktu yang lama.
Namun militer memahami bahwa mungkin ada pertimbangan tambahan – seperti masalah sandera – yang dapat menyebabkan penundaan.
Angkatan Udara Israel sejauh ini telah melakukan serangan terhadap lebih dari 10.000 sasaran di Gaza milik Hamas dan kelompok lainnya. (Tribun-Video.com/TheTimesofIsrael)
https://www.timesofisrael.com/liveblog_entry/idf-says-it-hit-320-hamas-and-islamic-jihad-terror-targets-in-gaza-over-past-day/
# Hamas # Israel # Palestina # Gaza
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Iran Diminta Tak Mudah Percayai AS, Prabowo Incar Minyak Rusia
1 hari lalu
Tribunnews Update
Balas Serangan di Lebanon, Hizbullah Gempur Israel dengan Rudal di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
1 hari lalu
Tribunnews Update
Eks Pejabat Libya Minta Iran Jangan Percaya Rencana Perdamaian AS, Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.