LIVE UPDATE
Ratusan Perusahaan Jerman Mengutuk Teror Hamas, Beri Dukungan untuk Israel: Menolak Antisemitisme
TRIBUN-VIDEO.COM - Dalam surat kabar Jerman yang dirilis pada Minggu (22/10/2023) dalam satu halaman penuh, lebih dari 100 perusahaan Jerman berkomentar soal konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas.
Perusahaan seperti, SAP, Volkswagen dan Siemens, di situ tampak mengambil sikap membela Israel dan menentang antisemitisme, dengan menyatakan tanggung jawab historis atas serangan Hamas.
Adapun diketahui, antisemitisme sendiri merupakan istilah sikap permusuhan atau prasangka buruk terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk tindakan penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga.
Dilansir dari timesofisrael.com pada Minggu (22/10/2023), lebih dari 100 perusahaan terkemuka Jerman kompak menunjukkan dukungan mereka terhadap Israel.
Perusahaan-perusahaan tersebut juga mengutuk serangan yang dilakukan Hamas ke Israel pada (7/10) lalu.
Adapun, dalam iklan satu halaman penuh yang diterbitkan di surat kabar besar Jerman tersebut, terlihat ada 106 perusahaan, mewakili sebagian besar perekonomian negara yang mempekerjakan jutaan pekerja, mengecam antisemitisme dan kebencian terhadap Yahudi.
“Kami semua mengutuk serangan teroris Hamas terhadap Israel dan kami melihat dengan ngeri penderitaan warga sipil di Israel dan Gaza.”
“Sebagai perusahaan Jerman, kami menentang segala bentuk kebencian dan antisemitisme.” bunyi iklan tersebut.
Baca: Kerap Disamakan, Pemimpin Komunitas Yahudi di Sulut Ungkap Perbedaan Yahudi, Israel, dan Zionis
Lebih dari 100 perusahaan terkemuka Jerman telah bergabung bersama untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Israel dan penolakan mereka terhadap antisemitisme, sambil mengutuk serangan gencar kelompok teror Hamas pada 7 Oktober.
Dalam iklan satu halaman penuh yang diterbitkan di surat kabar besar hari Minggu di Jerman dengan judul “Tidak akan ada lagi sekarang,” 106 perusahaan yang bertanda tangan di bawah ini, mewakili sebagian besar perekonomian negara yang mempekerjakan jutaan pekerja, mengecam antisemitisme dan kebencian terhadap Yahudi.
“Kami semua mengutuk serangan teroris Hamas terhadap Israel dan kami melihat dengan ngeri penderitaan warga sipil di Israel dan Gaza,” bunyi iklan tersebut. “Sebagai perusahaan Jerman, kami menentang segala bentuk kebencian dan antisemitisme.”
Lebih lanjut, mereka juga menekankan, telah sadar dan berkomitmen terhadap “tanggung jawab historis” Jerman.
Seperti diketahui, pada masa Perang Dunia Pertama, sempat terjadi kebencian hingga pengusiran kaum Yahudi dari Jerman.
Lebih lanjut, di antara 106 perusahaan yang menandatangani perjanjian tersebut, ada produsen mobil besar, termasuk Porsche, VW, BMW, dan Audi.
Kemudian, ada juga pembuat perangkat lunak seperti bisnis SAP, perusahaan teknik Siemens, operator penerbangan Lufthansa, dan perusahaan asuransi Allianz.
Baca: Bela Palestina, Ratusan Warga Yahudi Serbu Kongres AS, Tuntut Israel Hentikan Genosida Gaza
Bank-bank Jerman seperti Deutsche Bank, Sparkasse dan LBBW, serta grup media dan penerbitan Bertelsmann dan Hubert Burda, juga termasuk di antara perusahaan yang mendukung pernyataan tersebut.
Sebagai informasi, deklarasi itu muncul, ketika insiden antisemitisme meningkat di Jerman.
Yakni, menyusul pecahnya perang yang dimulai ketika kelompok bersenjata Hamas yang menguasai Jalur Gaza, melancarkan serangan besar-besaran melalui udara, laut, dan darat terhadap negara Yahudi di Israel.
Tepatnya, yang terjadi (7/10) lalu yang menewaskan lebih dari 1.400 orang dengan presentase kebanyakanadalah warga sipil hanya dalam hitungan jam.
Kemudian, lebih dari 200 orang dari segala usia juga diculik oleh teroris Palestina dan dibawa kembali ke Gaza sebagai tawanan.
(*)
(Tribun-Video.com/timesofisrael.com)
Artikel ini telah tayang di timesofisrael.com dengan judul ‘Never again is now’: German companies condemn Hamas terror, stand with Israel
# perusahaan # Jerman # Hamas # Teror # Israel #
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Selat Hormuz Lumpuh AS Ancam Blokade, Turki Jadi Target Baru Israel?
4 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Trump Tak Peduli Iran Kembali Berunding, Araghchi Sebut AS Inkonsisten
4 jam lalu
Berita Terkini
Negosiasi Buntu! Trump Tegaskan Tak Peduli dan Siapkan Blokade Total Terhadap Iran
4 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Turki Sebut Israel Cari Musuh Baru Setelah Iran, Endus Perlakuan Berbeda Ankara Jadi Target Baru
4 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Tuduh AS Tidak Konsisten Bikin Gagalkan Damai, Negosiasi Hampir Sepakat di Tengah Tekanan
5 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.