Live Update
Memanas! Turki Ingin Damaikan Konflik Hamas-Israel, Berkaca Keberhasilan di Perang Rusia-Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM- Dilaporkan Turki memiliki rencana untuk menjadi penengah atas konflik yang tejadi antara Palestina dan Israel.
Mengingat, Turki merupakan negara yang memiliki kontak dengan Hamas dan Israel.
Atas latar belakang tersebut, Turki sebagai mediator potensial mengaku tak hanya ingin mengakhiri pemboman Israel di wilayah Palestina.
Namun, juga membawa perdamaian abadi ke salah satu konflik paling sulit di dunia.
Yakni, Presiden Recep Tayyip Erdogan turut memimpin upaya negaranya, yang mempunyai keinginan untuk mempromosikan Turki sebagai pemain global.
Selain itu, Turki ingin meniru keberhasilan Ankara dalam menengahi antara Ukraina dan penjajahnya, Rusia, untuk mencapai kesepakatan agar Kyiv mengekspor gandum.
Sebagai informasi, Turki memiliki hubungan dengan Hamas, dan menjadikannya salah satu dari sedikit negara yang memiliki pengaruh terhadap kelompok yang menguasai Gaza sejak 2007.
Atas hal itu, direktur penelitian di Ankara Institute, Taha Ozhan menyatakan, akan fokus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.
Selain itu, mengupayakan pembebasan sekitar 200 warga Israel yang disandera oleh Hamas.
Mengingat, berbagai negara juga turut mrminta bantuan Turki untuk membebaskan warganya.
“Kami sudah mulai berdiskusi… dengan bagian politik Hamas,” katanya. “Kami telah melakukan banyak upaya untuk memastikan bahwa anak-anak dan orang asing khususnya dibebaskan.”
Baca: Kembali Salah Sasaran! Niat Bantai Gaza, Tank Israel Hantam Perbatasan Mesir, IDF Klaim Tak Sengaja
Terkait perdamaian tersebut, pejabat Turki, Hakan Fidan mengaku bertemu dengan para pemimpin negara.
Pihaknya menyatakan, telah menghubungi Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan ketua Hamas Ismail Haniyeh melalui telepon.
Hakan Fidan menyebut, Ankara tengah berupaya membuka pintu perdamaian permanen dan komprehensif.
Meski begitu, perdamaian harus mendapatkan solusi dari dua negara.
Dalam pertemuan mendatang, pejabat Turki itu menyebut akan menggunakan metodologi baru untuk mencapai perdamaian permanen.
“Kami tidak percaya akan ada solusi permanen dengan menggunakan metodologi lama, jadi mudah-mudahan dalam pertemuan mendatang kami akan terus mengungkapkan gagasan kami tentang penggunaan metodologi baru,” katanya dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Lebanon. pada hari Selasa.
Disebutkan, Turki merupakan pihak terbaik untuk mengajukan kerangka politik yang memungkinkan adanya diskusi terkait mengenai masa depan rakyat Palestina.
Terkait hal itu, profesor hubungan internasional di Universitas Bursa Uludag Turki, Ferhat Pirincci turut membuka suara.
Ferhat menyebut, upaya Turki untuk mencapai solusi jangka panjang dapat digagalkan tanpa keterlibatan yang berarti dari kedua belah pihak.
Sebelumnya, serangan yang dilakukan kelompok militan Palestina, Hamas terhadap Israel membara pada Sabtu (7/10/2023).
Setelah itu, pasukan Israel melakukan serangan balasan dan pertempuran kedua negara itu semakin memanas hingga Senin (23/10/023).
(Tribun-Video.com/aljazeera.com).
https://www.aljazeera.com/news/2023/10/22/is-turkey-uniquely-positioned-to-mediate-between-palestinians-and-israel
#türkiye #turki #erdoğan #receptayyiperdoğan #hamasvsisrael #gaza #gazaunderattack #palestina #palestine #israel #hamasattack #israelpalestine #israelpalestineconflict #israelpalestine #israelpalestina
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
Kapal Armada Global Sumud Menuju Gaza Diadang Israel, para Aktivis Kapal Ditodong Senjata
Jumat, 1 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Malaysia Geram 10 Warganya Diculik Israel seusai Pembajakan Kapal Global Sumud Flotilla: Zionis Gila
Kamis, 30 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Iran Terus Dipaksa AS Angkat Tangan, Washington Siapkan Rudal Dark Eagle
Kamis, 30 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Kekuatan Militer China Setara Washington, Kapal Induk Nuklir AS Kabur dari Teluk
Kamis, 30 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Protes Wajib Militer, Umat Yahudi Ultra-Ortodoks Blokir Jalan Israel hingga Bentrok dengan Polisi
Kamis, 30 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.