Rabu, 8 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

203 Orang Israel Jadi Sandera Hamas, Bakal Dibebaskan jika Kondisi Telah Memungkinkan

Jumat, 20 Oktober 2023 10:25 WIB
BBC Indonesia

TRIBUN-VIDEO.COM - Setidaknya 203 orang diperkirakan telah disandera oleh Hamas, setelah serangan mendadak pada Sabtu (7/10/2023).

Hamas mengatakan mereka menyembunyikan para sandera di tempat dan terowongan aman di Gaza.

Hamas mengancam akan membunuh sandera jika rumah warga sipil dibom oleh Israel tanpa peringatan.

Sandera tersebut termasuk 19 anak-anak dan setidaknya 14 orang berusia di atas 60 tahun.

Beberapa diantaranya telah dilaporkan telah meninggal dunia.

Baca: Jerman Kirim 3 Pasukan Darat dan Unit Tempur Elite Bantu Lancarkan Operasi Militer di Gaza

Alex Danzig (75) , seorang sarjana dan sejarawan Holocaust, sedang berada di rumahnya di Nir Oz, sebuah kibbutz di Israel selatan yang dekat dengan Gaza, ketika diserang oleh Hamas pada 7 Oktober.

"Kami tahu pasti dia diculik," kata Mati, putranya, kepada BBC.

Kakak perempuan Alex, Edith, adalah penyintas Holocaust – telah menghabiskan (30) tahun terakhir bekerja di Yad Vashem, pusat peringatan Holocaust Israel.

Hilangnya Edith telah memicu kampanye pembebasannya, baik di Israel maupun di Polandia, negara kelahirannya.

Hagar Brodutch, (40), putrinya Ofri, (10), dan putranya Yuval, (8), dan Oria (4), berada di Kfar Aza, sebuah kibbutz dekat perbatasan dengan Gaza, ketika Hamas menyerang, menurut Avichai Brodutch, suami Hagar dan ayah anak-anak tersebut.

Dia mengatakan bahwa awalnya yakin mereka sudah mati, tetapi kemudian menerima pesan dari kibbutz bahwa mereka terlihat hidup dan dibawa pergi.

Baca: Hizbullah Lebih Kuat 10 Kali dari Hamas! AS Ketar-ketir Desak Israel Tak Mulai Perang di Lebanon

Daphna Elyakim (15), dan saudara perempuannya Ella (8), terlihat dalam video ditahan di rumah mereka di kibbutz Nahal Oz oleh militan Hamas, kata kerabatnya.

Ayah gadis-gadis itu, Noam Elyakim, pasangan Noam, Dikla Arava, dan putranya yang berusia (17) tahun, Tomer, terbunuh.

Kerabat mengatakan Ella dan Daphna telah muncul di foto yang diposting oleh Hamas.

Mia Shem (21) dari Shoham, muncul dalam video penyanderaan pertama yang dirilis oleh Hamas yang mengatakan bahwa dia telah diculik dari sebuah pesta.

Pasukan Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa dia disandera dan mengatakan mereka telah menghubungi keluarganya, yang setuju bahwa gambar dari video tersebut dapat ditampilkan.

Channah Peri (79) tahun, dan putranya Nadav Popplewell, (51) tahun, disandera oleh Hamas, kata putri Channah, Ayelet Svatitzky, yang sedang berbicara dengan mereka melalui telepon ketika orang-orang bersenjata menyerbu masuk.

Dia mengatakan para militan mengirim foto kedua kerabatnya, yang keduanya menderita diabetes, dengan latar belakang pria bersenjata.

Omri Miran , 46, diculik oleh militan Hamas setelah keluarganya membuka pintu tempat perlindungan aman bagi seorang anak Israel, yang mengatakan dia akan dibunuh jika tidak.

Baca: LIVE: Ancaman Israel Serangan Darat Segera Dilakukan hingga 100 Anak Palestina Terbunuh Setiap Hari

Istri Omri, Lishay Lavi, mengatakan dia melihatnya dibawa pergi dalam keadaan diborgol bersama tiga sandera lainnya dari kibbutz Nahal Oz.

Lebih lanjut disebutkan oleh juru bicara sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam, Abu Obeida, bahwa sekitar 200 sandera di antaranya berada dalam penahanan kelompoknya, sedangkan 50 sandera lainnya ditahan oleh sejumlah faksi Palestina lainnya.

Soal sandera asing, Obeida enggan menyebut jumlahnya secara spesifik dengan alasan keamanan.

Namun dia memberikan jaminan bahwa para sandera asing mungkin dibebaskan jika kondisi memungkinkan.

Dia juga menyebut para sandera asing sebagai 'tamu yang ramah tamah' dan meminta maaf atas penahanan mereka.

(Tribun-Video.com/ BBC.com)

Artikel ini telah tayang di BBC.com dengan judul Hamas hostages: Who are the people taken from Israel?,

Host: Yustina Kartika
VP: Erwin Joko P

# Israel # sandera # Hamas # Palestina

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: BBC Indonesia

Tags
   #Israel   #sandera   #Hamas   #Palestina

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved