Kamis, 30 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Konflik Hamas Pecah, Orang Terkaya di Israel dan sang Istri Mundur dari Dewan Direksi Harvard

Selasa, 17 Oktober 2023 10:22 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang miliarder Israel, Idan Ofer menyatakan mundur dari jabatan di dewan Havard University (Universitas Harvard), Amerika Serikat.

Idan Ofer dan sang istri Batia Ofer mundur, karena tanggapan kampus tersebut terhadap serangan teror Hamas di Israel.

Idan Ofer, pemilik Quantum Pacific Group, adalah orang terkaya ke-81 di dunia, dengan kekayaan bersih 19,9 miliar dolar AS, menurut perkiraan Bloomberg Billionaires Index.

Peringkatnya mencantumkan dia sebagai orang terkaya di Israel.

Ofer dan istrinya, Batia Ofer, duduk di dewan eksekutif Sekolah Pemerintahan Kennedy di Harvard.

Baca: Serangan Makin Brutal, Hamas Targetkan Bandara Tel Aviv hingga Israel Bunuh 50 Warga Palestina

Mereka mendanai beasiswa bagi siswa Israel dan Palestina untuk belajar di sekolah tersebut dan sebuah gedung yang dinamai nama mereka dibuka di kampus tersebut pada tahun 2017.

Namun keluarga Ofers kini tidak lagi terdaftar sebagai anggota dewan di situs sekolah.

"Mereka juga menarik sumbangan jutaan dolar yang rencananya akan mereka berikan," lapor situs berita berbahasa Ibrani The Marker.

Harvard terlibat dalam kontroversi setelah sekelompok organisasi mahasiswa mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka menganggap rezim Israel “sepenuhnya bertanggung jawab” atas kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.

Kelompok pejuang Hamas Palestina melancarkan serangkaian serangan teroris terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023.

Serangan itu memicu serangan balasan dari Israel, termasuk apa yang oleh badan PBB disebut sebagai pemboman yang "hampir tanpa henti".

Baca: Mesir Tolak Tampung Pengungsi Palestina ke Sinai Imbas Konflik Israel, Khawatir Wilayah Gaza Direbut

Hingga Minggu (15/10/2023), setidaknya 1.300 orang telah terbunuh dan lebih dari 3.700 orang terluka di Israel, menurut sumber resmi Israel yang dikutip oleh PBB.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa di Gaza, 2.670 warga Palestina telah tewas dan 9.600 lainnya terluka sejak kekerasan meletus.

Atas perang tersebut, Kelompok Solidaritas Palestina Harvard mengeluarkan pernyataan bersama pada 8 Oktober yang menyalahkan Israel atas serangan Hamas, yang memicu banyak reaksi balik dan tuduhan antisemitisme.

Bos Hedge Fund Manager, miliarder Bill Ackman meminta Universitas Harvard untuk merilis nama-nama mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tersebut agar di-balck list sehingga perusahaan manapun tidak mempekerjakan mereka.

CEO dan investor lain pun mengikuti seruannya tersebut.

Harvard telah berupaya keras untuk mengarahkan tanggapannya terhadap pernyataan kelompok mahasiswa.

Dalam sebuah video pada hari Kamis, Presiden Harvard Christine Gay mengatakan bahwa universitas tersebut menentang tindak dan aksi terorisme.

Baca: Hizbullah Lumpuhkan 5 Titik Kamera Pengintai Israel di Perbatasan Lebanon, Dihancurkan Penembak Jitu

Namun dia mengatakan, Harvard juga menolak pelecehan dan intimidasi berdasarkan kepercayaan masyarakat dan “menerima” komitmen terhadap kebebasan berekspresi, termasuk “pandangan yang banyak dari kita anggap tidak menyenangkan, bahkan keterlaluan.”

“Kami tidak menghukum atau memberikan sanksi kepada orang-orang yang mengungkapkan pandangan seperti itu,” kata Gay.

Tapi itu jauh dari kata 'mendukung para mahasiswa tersebut'.

Beberapa orang percaya, Harvard tidak mengambil tindakan yang cukup terhadap mahasiswa yang kelompoknya menandatangani pernyataan tersebut.

Ofers mengatakan bahwa keputusan mereka untuk meninggalkan dewan tersebut "dipicu oleh kurangnya bukti yang jelas mengenai dukungan dari pimpinan Universitas terhadap rakyat Israel setelah peristiwa tragis minggu lalu.

Keputusan itu ditambah oleh keengganan kampus untuk mengakui Hamas atas apa yang mereka lakukan.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gegara Polemik Soal Hamas, Orang Terkaya di Israel dan Istrinya Mundur dari Dewan Direksi Harvard 

Host: Yustina Kartika
VP: Erwin Joko P

# Hamas # Harvard # Orang terkaya # Israel

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Hamas   #Harvard   #Orang terkaya   #Israel

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved