Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Siap Lepas 200 Sandera jika Serangan Udara Israel Berhenti, Iran: Bukan Sekedar Peringatan

Selasa, 17 Oktober 2023 10:15 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM -Hamas dilaporkan berpotensi siap melepaskan hampir 200 sandera yang ditahannya jika Israel menghentikan serangan udaranya di Jalur Gaza.

Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengatakan pada Senin (16/10/2023)

Kelompok pejuang Hamas belum mengakui membuat tawaran semacam itu pada Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengungkapkan hal itu pada konferensi pers di Teheran.

Baca: Kritikan Presiden Palestina ke Hamas Direvisi, Mahmoud Abbas: PLO Satu-satunya Perwakilah Sah

Iran disebut sebagai sponsor utama Hamas dalam perjuangannya melawan Israel, musuh utama regional Teheran.

“Pejabat Hamas menyatakan mereka siap mengambil tindakan yang diperlukan untuk membebaskan warga sipil yang ditahan kelompok perlawanan, namun maksud mereka adalah tindakan tersebut memerlukan persiapan yang tidak mungkin dilakukan jika terjadi pemboman setiap hari oleh Zionis terhadap berbagai wilayah Gaza,” ujar Kanaani.

Hamas mengatakan pihaknya akan menukarkan para tawanan tersebut dengan ribuan warga Palestina yang ditahan Israel dalam bentuk kesepakatan pertukaran yang tidak seimbang seperti yang telah dicapai di masa lalu.

Iran telah memperingatkan mereka juga bisa ikut serta dalam perang jika Israel melancarkan serangan darat yang sangat diantisipasi di Jalur Gaza dalam beberapa hari mendatang.

Kelompok milisi Syiah Lebanon, Hizbullah, yang juga diduga disponsori Iran, telah meluncurkan rudal ke Israel, meskipun mereka bersikeras hal itu merupakan “peringatan” bagi Israel dan bukan keterlibatan penuh mereka dalam perang.

Baca: Banyak Korban Selamat dari Serangan Hamas: Militer Israel Justru Habisi Warga Sipil Mereka Sendiri

“Kami mendengar dari kelompok perlawanan bahwa mereka tidak mempunyai masalah untuk terus melakukan perlawanan,” papar Kanaani, merujuk pada Hamas.

“Mereka mengatakan kelompok perlawanan memiliki kemampuan militer untuk terus melakukan perlawanan di lapangan dalam waktu yang lama,” ungkap dia.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Richard Hecht juga menyoroti Sinwar dalam sebuah briefing pada hari Sabtu.

Sinwar merupakan pemimpin Hamas yang menjalankan urusan sehari-hari pemerintahan faksi tersebut di Gaza, Palestina.

Sedangkan Deif merupakan komandan Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas.

Para pejabat pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengatakan, sejak perang dimulai, bahwa Iran telah lama mendukung Hamas dengan dukungan material, finansial dan logistik, namun hingga saat ini belum ada bukti yang ditemukan yang mengaitkan serangan tersebut dengan Teheran.

(Tribun-Video.com/ Timesofisrael.com)

Artikel ini telah tayang di Aljazeera.com dengan judul "Iran claims Hamas willing to release hostages if Israel ends airstrikes on Gaza"

Host: Yustina Kartika
VP: Erwin Joko P

# Israel # serangan udara # sandera # Hamas

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Israel   #serangan udara   #sandera   #Hamas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved