Senin, 20 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Perang Israel-Hamas Ancam Serang Timur Tengah, Presiden Joe Biden: Desak tak Terlibat Konflik

Rabu, 11 Oktober 2023 12:33 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM- Perang antara militan Hamas dan Israel mengancam akan melanda Timur Tengah.

Hal itu akan dilakukan lantaran negara tetangga ikut terlibat dalam konflik tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden sempat mendesak kelompok-kelompok yang bersekutu untuk tidak terlibat dalam konflik.

Dilaporkan sekira 1.800 orang telah terbunuh sejak Sabtu (7/10/2023).

Ribuan orang tersebut terbunuh ketika Brigade Al-Qassam, sayap milisi Hamas, melancarkan serangan ganas terhadap Israel.

Kala itu, sayap milisi Hamas meluncurkan serangan menggunakan rudal.

Terkini dikabarkan, perang telah meningkat hingga mencapai wilayah sekitarnya, setelah peluru ditembakkan dari Suriah ke Israel.

Lantas, hal itu juga memicu Israel untuk membalas serangan.

Dikabarkan, roket juga telah ditembakkan kembali ke Lebanon setelah sebuah silo diluncurkan dari negara itu ke Israel.

Baca: Israel Serang Lewat Jalur Tanah, Perkotaan Padat Penduduk Gaza Berpotensi Jadi Penggiling Daging

Lantas, Israel berupaya menyerang musuh melalui jalur darat.

Yakni, Israel mendeklarasikan akan memblokade total Jalur Gaza.

Lantas, penyeberangan Mengan Mesir menjadi satu-satunya titik masuk dan keluar dari daerah kantong Palestina yang terkepung itu.

Mengetahui hal itu, Israel tak membiarkan pintu perbatasan itu beroperasi dengan mudah.

Hal itu dikarenakan, operasional akses penyeberangan Rafah di perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir terganggu akibat pemboman Israel.

Menurut pejabat keamanan mesir, titik penyeberangan antara Mesir dan Gaza ditutup sebagian pada hari Senin (9/10/2023).

Meski demikian, dikabarkan penyeberangan hanya akan dibuka untuk kasus kemanusiaan.

Hal itu dibenarkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.

Galant menyatakan, Israel sengaja melakukan "pengepungan total" terhadap Gaza.

Akibatnya, akses air, listrik, makanan hingga bahan bakar tidak dapat disalurkan ke Gaza.

Baca: Pejabat Israel Serukan Opsi Rudal Nuklir Kiamat, Warga di Gaza Shock Dibombardir dari Udara

Lantas, pihak berwenang Mesir telah meminta Israel untuk menahan diri dari menargetkan wilayah perbatasan dan menciptakan koridor yang aman bagi warga sipil.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan pembukaan koridor kemanusiaan yang aman untuk masuknya bantuan medis di Jalur Gaza.

Seruan tersebut mencuat setelah serangan Israel juga menargetkan ambulans.

Adapun mereka meminta Israel untuk tidak menyerang kebutuhan mendesak rumah sakit Jalur Gaza.

Hal itu dimasksudkan agar pasokan medis yang diperlukan dapat tersalurkan dengan lancar.

"Fasilitas kesehatan di Jalur Gaza mengalami kekurangan yang parah dalam daftar dasar obat-obatan dan bahan habis pakai medis, karena kekurangan obat-obatan sekitar 44 persen, sedangkan kekurangan bahan habis pakai adalah 44 persen, sekitar 32 persen dari daftar dasar," ucap Kementerian Kesehatan Palestina.

Terkini dikabarkan, pengumuman pengepungan tersebut juga membuat Sekjen PBB, Antonio Guterres tertekan.

Sebagai informasi, Israel telah memblokade Gaza sejak 2007 silam.

Sehingga warga Palestina yang tinggal di sana tidak punya tempat untuk melarikan diri.

(Tribun-Video.com/dailymail.co.uk)

Baca artikel terkait di sini

# Perang Israel-Hamas # Palestina # Gaza # Timur Tengah # Joe Biden # Wilayah Konflik

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved