Selasa, 7 April 2026

Live Update

DPR Desak Penembak Warga hingga Tewas saat Bentrok di PT HMPB Ditangkap dan Dihukum

Selasa, 10 Oktober 2023 16:41 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bentrok warga di kebun sawit PT Hamparan Mawasit Bangun Persada (HMBP) Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), berujung ricuh dengan aparat kepolisian.

Komisi III dpr RI meminta pelaku yang menembak warga hingga tewas saat aksi unjuk rasa yang berujung bentrok di areal PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) ditangkap dan diproses hukum.

Demikian hal tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari.

Ia memimnta Polri mengusut tuntas terkait jatuhnya korban jiwa dalam penanganan aksi unjuk rasa warga di Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (7/10/2023).

Taufik meminta kasus tersebut diusut tuntas dan transparan.

Baca: Update Korban Tewas Perang Israel vs Hamas, SYL Janji Kooperatif, hingga Konflik di Seruyan

Taufik mendesak agar pelaku penembak ditangkap dan diproses sesuai hukum.

Taufik menegaskan, tidak boleh ada korban tewas dalam aksi unjuk rasa.

Pihak kepolisian, kata dia, seharusnya memahami standar operasional prosedur (SOP) saat mengamankan massa aksi.

"Saya prihatin dan menyayangkan ada tiga warga yang dilaporkan terkena tembakan, bahkan salah satunya dikabarkan tewas," ucap Taufik.

Karena itu, dia meminta Polri menelusuri penyebab jatuhnya korban jiwa dalam penanganan unjuk rasa warga di areal perkebunan PT HMBP pada Sabtu (7/10/2023).

Selain itu, kata dia, Polri juga perlu memastikan tidak boleh lagi ada aparat yang membawa peluru tajam saat menangani unjuk rasa ke depannya.

Menurut dia, pihak kepolisian dalam menangani sengketa antara warga dengan perusahaan, semestinya bertindak menjadi mediator, bukan eksekutor yang berhadap-hadapan dengan warga.

Baca: Imbas Bentrok antara Warga dan Polisi di PT HMBP Seruyan, Satu Orang Dikabarkan Tewas

Lebih lanjut, Taufik menyoroti pentingnya pemulihan hubungan antara Polri dan warga setempat demi menjaga kondusivitas di wilayah tersebut.

"Jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, juga perlu dikaji akar masalahnya. Dalam hal ini, Polri membantu menyelesaikannya tanpa ada kekerasan," kata Taufik.

Sebelumnya, terjadi bentrok antara warga dan aparat yang melakukan pengamanan di kebun kelapa sawit PT HMBP, Desa Bangkal pada tanggal 7 Oktober 2023.

Warga Desa Bangkal melakukan aksi menuntut PT HMBP merealisasikan plasma sebanyak 20 persen untuk warga setempat.

Akibat konflik tersebut, terjadi bentrokan warga dengan pihak aparat keamanan yang mengakibatkan seorang warga tewas tertembak dan dua warga luka berat.

Korban yang mengalami luka saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk ditangani secara intensif. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: DPR Minta Penembak Warga hingga Tewas saat Demo Berujung Bentrok di PT HMPB Ditangkap dan Dihukum

Host: Yustina
VP: Latif

# DPR # Seruyan # Kalteng # Penembak

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Kompas.com

Tags
   #DPR   #Seruyan   #Kalteng   #Penembak

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved