Kamis, 14 Mei 2026

Terkini Daerah

Terjebak di Rumah Gegara Akses Jalan Terhalang Tembok Masjid, Santi Harus Panjat Pakai Tangga

Kamis, 31 Agustus 2023 08:04 WIB
Tribun Timur

TRIBUN-VIDEO.COM - Terjebak di rumah gegara akses keluar terhalang tembok, Santi (52) sekeluarga kini tengah meratapi nasibnya.

Tempat tinggalnya memang berdekatan dengan masjid juga perumahan.

Dulu, ada jalan khusus ia lalui saat akan keluar.

Namun kini, akses itu sudah tak ada lagi.

Jalan kecil yang biasa lalui di dekat masjid maupun perumah telah ditembok.

Ia tak lagi bebas keluar masuk rumahnya karena ada tembok yang menghalangi.

Jika ingin berangkat kerja, ia terpaksa manjat tembok.

Bagaimana tidak, jalan kecil yang dulu ia lalui kini telah ditutup.

Sudah tiga hari ia terpaksa memanjat tembok saat akan keluar ataupun masuk di dalam rumahnya.

Sosok Santi (52) warga Jl Cilallang, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah meradang terkurung di rumahnya gegara tembok.

Perempuan paruh baya ini berprofesi sebagai buruh cuci.

Baca: Dibuang seusai Disiksa Oknum Paspampres, Penampakan Lokasi Sungai Penemuan Jasad Imam Masykur

Sedangkan Suaminya hanya pengepul barang-barang bekas.

Sebelumnya, Santi dan keluarganya mendapat akses jalan di tembok bangunan masjid yang dijebol dan diberi pintu.

Namun, kata Santi, akses jalan untuknya itu tiba-tiba ditutup pengurus masjid.

Tepat di samping tembok masjid yang tertutup itu, ada juga akses jalan menuju komplek perumahan.

Namun, pihak perumahan juga menutup akses jalan dengan susunan tembok bata merah.

"Jalanan ini ditutup pihak masjid sudah tiga hari. Setelah itu ini lagi (akses jalan) yang ke perumahan, baru dua hari ditutup," kata Santi menunjukkan akses jalannya yang sudah tertembok, Rabu (30/8/2023) siang.

Alasan penutupan akses jalan itu kata dia, karena dianggap merusak pemandangan.

"Katanya pihak masjid merusak pemandangan," ujarnya.

Baca: Survei LSI Denny JA soal 3 Bacapres: Elektabilitas Prabowo Konsisten Meningkat, Ganjar-Anies?

Akibat akses jalan yang tertutup, Santi beserta suami, anak dan menantunya harus memanjat tembok bagian belakang rumah dalam komplek perumahan.

Ia dan keluarganya terpaksa memanjat tembok menggunakan tangga bambu, saat ingin bekerja.

"Sudah tiga hari ini, kita pakai tangga begini kalau saya mau pergi mencuci. Kebetulan ini pemilik rumahnya kasih izin saya lewat di atas," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Viral, rumah satu keluarga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terkurung tembok bangunan masjid dan perumahan.

Kejadian itu, diunggah di akun Facebook Info Kejadian Kota Makassar.

Dalam unggahannya, terlihat seorang emak-emak memanjat tembok rumah warga menggunakan tangga bambu.

Tangga bambu itu mengakses ke balkon rumah warga lain yang ada dalam komplek perumahan.

Aksi berbahaya itu terpaksa dilakukan akibat akses jalannya dikabarkan sudah ditutup oleh pengurus masjid setempat.

Kejadian itu, berlangsung di Jl Cilallang, Kelurahan Buakana, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Cerita lainnya soal terkurung tembok juga pernah dialami Sugeng (49).

Ia terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya.

Warga Jl Toddopuli Raya Timur, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terpaksa mengungsi lantaran akses jalan ke rumahnya tertutup tembok.

Ia memilih mengungsi lantaran pekerjaannya sebagai penjual ikan terkendala jika harus memanjat tembok tiap harinya.

"Saya harus mengungsi ke rumah saudara di daerah Antang, karena akses kita susah kalau harus memanjat tembok," kata Sugeng ditemui tribun, Jumat (4/2/2022) siang.

"Apalagi usaha saya jual beli ikan, jadi sulit untuk angkat barang kalau harus panjat tembok," sambungnya.

Sugeng mengaku mengungsi sejak dua tahun terakhir atau saat semua aksses jalan ke rumahnya tertutupi tembok.

"Sejak tidak bisa lagi lewat ini, iya dua tahun terakhir. Sama keluarga dengan anak dan istri, ke sini sekedar cek-cek saja," ucapnya.

Sulitnya beraktivitas di luar rumah dengan akses jalan yang tertutup juga dirasakan Yusri (54), satu dari tiga kepala keluarga penghuni rumah yang dikelilingi tembok.

"Tiap hari begini (panjat tembok), sudah dua tahun begini. Kalau ke pasar atau antar jemput anak sekolah pasti panjat tembok," kata Yusri.

Rutinitas panjat tembok itu dilakukan tepat di samping rumahnya.

Yaitu tembok salah satu sekolah yang tingginya sekitar 1,5 meter.

"Mau bagaimana, karena sudah terutup tembok semua. Dulunya ada jalanan tembus ke depan (Jl Toddopuli Raya Timur) tapi sudah ditutup juga," ujarnya.

Paling miris, saat musim hujan melanda.

Pasalnya, tangga kayu yang digunakan memanjat tembok kerap licin dan membuat anaknya terjatuh.

"Itu anak perempuan saya pernah jatuh karena licin itu hari waktu hujan," ungkapnya.

Sekedar diketahui, ketiganya memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan menengah atas (SMA).

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Tinggal Diantara Masjid dan Perumahan: Santi Kini Terjebak Tembok, Terpaksa Manjat saat Keluar Rumah

# Santi # Perumahan # Masjid  # Rumah  # warga

Editor: winda rahmawati
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: Tribun Timur

Tags
   #tembok   #rumah   #masjid   #perumahan
VIDEO TERKAIT

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved