LIVE UPDATE
Hujan Buatan Tak Efektif Kurangi Polusi Jakarta, Dihentikan Sementara, Ada Metode Lain Tapi Berisiko
TRIBUN-VIDEO.COM - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan hujan buatan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta dihentikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Permintaan Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono untuk melakukan rekayasa cuaca dengan TMC sulit karena tidak munculnya awan potensial hujan.
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan hujan buatan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta dihentikan. Ada metode lain, tapi berisiko.
Diketahui sebelumnya, BRIN bekerja sama dengan BNPB melakukan penyemaian garam atau NACL di wilayah Jabodetabek pada Minggu (20/8/2023).
Sayangnya upaya tersebut belum maksimal menurunkan hujan di wilayah Jakarta terutama.
Maka dari itu, diputuskan modifikasi cuaca di Jabodetabek sementara disetop hingga menunggu informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Sampai menunggu info terbaru dari BMKG jika ada potensi yang membaik karena kalau dipaksakan hasilnya juga tidak akan optimal," ujar kata Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC BRIN, Budi Harsoyo, Selasa (22/8/2023).
Modifikasi cuaca serupa pernah dilakukan pada 2019 silam.
Saat itu mengemuka tiga skenario teknologi modifikasi cuaca yang bisa digunakan untuk mengantisipasi pencemaran udara di Jakarta.
Skenario pertama yaitu dengan penyemaian awan dengan garam NaCl saat ada awan potensial agar hujan terjadi seperti yang sudah dilakukan sejak Minggu 19 Agustus 2023.
Baca: RESMI! Pemprov DKI Buat Kebijakan WFH Imbas Kualitas Udara Jakarta di Indeks 157 Kategori Tak Sehat
Namun, jika hal tersebut tidak memungkinkan dilakukan, TMC dapat dilakukan dengan skenario berikutnya.
Sama seperti skenario pada 2019, jika hujan buatan dengan menyemai bahan semai NACl gagal diakukan, maka ada pilihan ”mengganggu” stabilitas atmosfer.
Ini dilakukan jika tidak ada awan potensial maka akan dilakukan penghilangan lapisan inversi menggunakan semai dry ice pada lapisan-lapisan inversi sehingga menjadi tidak stabil.
Menurut Budi Harsoyo, caranya dengan menaburkan bahan semai dalam bentuk es kering atau dry es di ketinggian tertentu di udara.
Di situ terdapat semacam hamparan awan serupa karpet panjang.
Hal itu terjadi karena tidak adanya perbedaan temperatur di titik ketinggian tersebut atau isoterm yang kemudian menimbulkan lapisan inversi.
”Nah, ini yang akan kita ganggu, dibuka ibaratnya, sehingga kumpulan-kumpulan polutan yang terkungkung di sekitar wilayah Jakarta bisa terus naik ke atas,” tutur Budi.
Namun, metode modifikasi cuaca tanpa hujan tersebut belum siap dilakukan pengelola TMC BRIN.
Baca: Tak Hanya Mobil, Motor juga Disebut Jadi Biang Kerok Penyumbang Polusi Udara di Jakarta
Tim dari BRIN masih perlu mendesain dan membuat konsul untuk menempatkan dry ice di dalam kabin pesawat.
”Dry ice ini yaitu CO2. Jika packaging dan handling di pesawat sembarangan, kru bisa kehabisan oksigen atau hipoksia,” ujarnya.
Menurut Budi, ada satu alternatif bahan semai lain yang bisa dicoba dan lebih memungkinkan untuk diimplementasikan, yaitu menggunakan kapur tohor.
Bedanya, kalau dry ice mengondisikan udara agar menjadi lebih dingin, sementara dengan kapur tohor sebaliknya, mengondisikan udara menjadi lebih panas.
"Tapi prinsipnya sama, mengondisikan suhu di lapisan isoterm pada ketinggian tertentu untuk mengganggu kestabilan atmosfer,” ujar Budi.
Kemudian, berdasarkan arsip berita Tribunnews.com, pada 2019 mucul juga skenario memakai mtode water spraying dari darat menggunakan alat Ground Mist Generator yang akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah upwind.
Nantinya, air akan disemprotkan menggunakan pesawat dari darat ke atmosfer.
Air yang disemprotkan itu bertujuan untuk mengikat polutan yang ada.
Operasi modifikasi cuaca di Jakarta ini juga didukung oleh TNI AU dari skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang dengan menyiapkan armada CASA. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hujan Buatan Dihentikan, Ada Metode Lain Kurangi Polusi Udara Jakarta, Tapi Berisiko Kru Hipoksia
# hujan buatan # polusi udara # Jakarta # BRIN # BMKG # Heru Budi # Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) # BNPB
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
tribunnews update
Akhir Nasib Maling Motor di Jaksel, Tewas Dianiaya usai Berulang Kali Mencuri, Punya Julukan Khusus
Kamis, 23 April 2026
Selebritis
Menjelang Putusan Hakim, Ammar Zoni Optimis dan Janji Legowo Terima Hasil Vonis
Kamis, 23 April 2026
Prakiraan Cuaca
Prakiraan Cuaca 23 April 2026: Waspada Potensi Hujan Sangat Lebat di Jawa hingga Papua
Kamis, 23 April 2026
Nasional
Peringatan Dini Cuaca Besok Kamis 23 April 2026, BMKG: Waspada Hujan Lebat & Angin Kencang
Rabu, 22 April 2026
Terkini Nasional
BMKG Warning 23 April 2026! Hujan Lebat Ancam Jawa hingga Papua, Waspada Banjir & Longsor
Rabu, 22 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.